
Pagi pagi sekali alina sudah siap berangkat ke kota C, dia membawa banyak hadiah untuk sahabat nya yang akan membuka lembaran baru.
"mah.. alina berangkat ya, takut kesiangan"
"hati hati sayang, cepat pulang sekalian titip salam buat nenek mu" anjani memeluk anak nya seakan dia akan pergi lama
Alina di antar supir ke kota C, rencana alina cuma sehari disana karena perkuliahan yang padat membuat nya tak bisa berlama lama libur.
Masuk di perbatasan kota C hati alina kembali berdebar, entah perasaan ini muncul karena teringat kenangan di kota ini saat bersama gavin atau pirasat lain yang akan terjadi.
Cciiiiiittttt..... rem mobil mendadak di injak, spontan kepala alina membentur jok depan mobil,
"akkhhh... kepala gw" alina meringis memegangi dahi nya yg membenjol
"kenapa ya pak sur,,?? "
"ada mobil yang tiba tiba berhenti non, menghalangi jalan kita,.. non gak apa apa? "tanya pak sur
" masih hidup sih saya nya pak sur"
"sini biar saya cek pak, bapak diam aja di dalam" perintah alina pada si supir
"eh jangan non, kalau terjadi apa apa bisa di cincang saya sama tuan non, biar saya saja "pak sur cemas
" mau apa sih ni orang ngalangin mobil gw, kaga tau aja dia gw jago kung fu" alina turun tanpa peduli pak sur sudah pucat bagai ayam mati sehari.
Alina turun dari mobil, tanpa dia sadari orang orang yang keluar dari mobil mini bus hitam itu berpakaian hitam menodongkan senjata api ke arahnya.
Pak sur langsung maju kedepan merentangkan kedua tangan nya untuk melindungi nona muda nya.
"Lari non, biar bapak hadapi"
''jangan konyol pak sur, saya gak akan ninggalin bapak" alina merangsek maju melawan gerombolan bersenjata, dia mengeluarkan parfum spray dari dalam tas nya, dengan cepat dia semprot mata kelima orang bersenjata itu.
Dengan cepat pak sur dan alina masuk mobil
"jalan cepat pak sur.. " sepuluh menit mereka saling kejar, hingga mereka sampai di pusat kota. Mobil yang mengejar menghilang di belokan tidak mengejar mereka lagi.
"kenapa ya pak mereka mengejar kita?" alina bingung dengan kejadian pagi ini. pak sur hanya menggelengkan kepalanya tanda tak tau.
Tak ingin ambil pusing alina langsung menuju rumah dea, pagi ini jam 10 akad nikah sahabat nya berlangsung, alina melihat jam di tangan nya sudah menunjukan pukul 09.45.." lima belas menit lagi kalau gw gak nyampe bisa bisa ditimpuk batu bata pala gw sama dea".
Tepat pukul sepuluh alina sampai depan rumah dea.
Akad nikah sudah akan di mulai, alina terharu melihat sahabat baik nya sudah lebih dulu melangkah membina rumah tangga.
"deeee.... gilaaa, lu cantik banget. wawwww emezing gw hampir tak mengenali temen gw yang biasa aja ini" alina tertawa sambil memeluk sahabat rasa saudara ini.
__ADS_1
" gw kangen lin sama lu, pake lama lagi baru nyampe
gw kira lu gak datang"
"datang lah.. ini kan pernikahan dea riantari"
''eh kenalin dong laki lu de.. "
" hai gw alina temen nya dea" alina menyalami suami dea
"firman.. " singkat padat dan jelas
Dipernikahan dea banyak teman SMA mereka datang, saling sapa dan berbagi cerita tentang tempat kuliah baru, tempat kerja baru dan ini sebagai ajang silaturahmi yang tepat.
Alina yakin kalau gavin tidak akan datang karena dia sedang ada di jerman "hufffhhh tenang " .
Acara pernikahan sederhana telah terlaksana dengan hikmat, alina akan mengunjungi nenek nya setelah ini.
"gw pamit ya de,, samawa buat kalian"
"kita ke arah mana non? "
"lurus aja pak.. ada perempatan belok kanan, ada rumah pagar ijo ada pohon mangga besar" jelas alina pada pak sur.
"oh itu ya non rumah nya..
"si non bisa aja" pak sur geleng geleng kepala dengan majikan nya ini.
"assalamualaikum nek... alina kangen" alina berlari dan memeluk neneknya.
" nenek sehat? kangen gak sama alin"
"bangettt... kamu nginap disini kan malam ini?! " tanya nenek sambil membelai rambut cucu satu satu nya ini.
"nek maaf.. alina kan harus kuliah, alina janji pas nanti libur tengah semester alina nginep" alina mengangkat jari telunjuk dan jari tengah nya tanda akan menepati janji.
Sesuai jadwal kegiatan yang sudah di atur nya, alina pulang agak sore, diperbatasan kota alina teringat tentang kejadian pagi yang menegangkan. membuat alina sedikit takut.
"pak lebih cepat.. saya rasa ada yang mengikuti kita"
pak sur melihat pada kaca spion dan benar saja mobil tadi pagi mengikutinya lagi.
"non mereka menghadang kita, bagaimana ini non"
"tenang pak, kalau saya yang mereka mau maka bapak harus pergi dan langsung lapor ke kantor polisi" alina memberikan arahan kepada pak sur yang sudah sangat gemetaran.
laki laki berbadan besar turun dari mobil, mengetok kaca mobil alina dan menyuruh alina keluar.
__ADS_1
Dengan tenang alina keluar dari mobil mengikuti orang berpakaian hitam itu,
greeekkk.. pintu mobil bergerak dan terbuka.
alina terbelalak melihat siapa orang yang berada di dalam mobil alphard hitam.
"k. kkaaauu..!? "
"masuk lah... ada yang mau om bicarakan empat mata dengan mu" om anton mengangguk dan menyuruh alina duduk.
"ada apa om..? apa ada hal yang penting sehingga om jauh jauh mengikuti ku sampai kesini"
"bukankah bicara di rumah lebih nyaman? "
alina heran dengan sikap om anton yang tak terduga ini.
Om anton membawa alina ke restoran yang mewah namun agak sepi. "apa om sengaja mengosongkan restoran ini? " anton hanya mengangguk tanda setuju
"kali ini om hanya ingin meminta bantuan mu untuk membuat kehidupan kita lebih baik lagi" anton memberikan pernyataan yang sangat membingungkan bagi alina.
"maksud om apa? jangan bertele tele langsung pada inti permasalahan karena saya tidak suka terlalu banyak misteri "
"okeyyyy... om ingin menjodohkan mu dengan saingan bisnis om, karena kalau perjodohan ini berhasil maka perusahaan om akan bisa mencapai ketahap lebih tinggi lagi"
"Dan om pastikan kehidupan mu akan terjamin dan kemewahan akan bersama mu sepanjang hidup"
"kenapa om tak tanyakan ini di hadapan mama? " tanya alina penasaran.
"saat kau sudah setuju maka om akan menceritakan ini pada mama mu"
" kalau saya tidak setuju? "ketus alina
" maka anggap ini hanya sekedar makan malam biasa , tanpa terjadi pembicaraan tadi, om tidak akan memaksakan perjodohan ini, semua om serahkan pada mu".
" maaf untuk sekarang alin belum bisa, alin mau konsentrasi kuliah dulu"
"it's ok.. mungkin ini hanya akan menjadi makan malam biasa" anton tersenyum ramah dia hanya berniat untuk memberikan masa depan yang mapan untuk alina.
"aku akan mengembalikan uang yang om keluarkan untuk biaya kuliah ku ini, tapi nanti om saat gelar dokter sudah ada di depan nama ku"
"tak perlu lin.. om ikhlas untuk semua biaya kuliah mu"
"pulanglah dengan pak sur, om masih ada yang di kerjakan".
alina dan anton berpisah di restoran dan pak sur sudah berada di depan restoran menunggu alina untuk pulang.
garam di laut dan asam di gunung pun akan tetap bertemu, kalau tidak sekarang mungkin besok ataupun lusa..pasti akan bersatu so saat takdir mengatakan iya maka manusia tak akan bisa berkata tidak, hidup akan berjalan dengan indah saat semua hal kita pasrahkan karena setiap langkah kehidupan mengikuti takdir nya.
__ADS_1
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊππππ