Cinta Alina

Cinta Alina
Cucu untuk ayah


__ADS_3

Alina sudah menghubungi selena untuk datang ke restoran tempatnya dan dion makan siang.


Makanan yang terhidang pun sudah mereka habiskan, alina memberikan kode pada selena untuk masuk.


Dion menatap selena dengan tidak senang, dia tidak ingin membuat kesalahan lagi dengan kehadiran selena dihadapan alina.


Dion berdiri dan menghadang langkah selena untuk mendekati nya dan alina.


" katakan apa yang kamu mau?" dion langsung pada inti, tak ingin berbasa basi pada wanita yang pernah mencelakai alina, walaupun selena merupakan wanita yang pernah dicintainya.


" Tolong buka kembali akses bisnis ayah ku dion, hanya itu yang aku inginkan" mata selena memerah menahan air mata.


" Jangan harap..itu adalah balasan setimpal untuk kelakuan mu " tegas dion.


Alina menggenggam erat tangan dion untuk menenangkan emosinya.


" Mas buka kembali aksesnya, aku tidak ingin ada dendam lagia mas.. semua yang terjadi bisa di jadikan pelajaran untuk mu dan ayah mu selena" alina menatap selena tajam.


" Dan untuk kisah cinta kalian tolong biarkan itu sebagai kenangan, lupakan dion..biarkan dia memulai lembaran baru bersama ku dan semoga kamu mendapatkan laki-laki yang lebih baik lagi selena" jelas alina kembali.


" okey.. atas permintaan alina aku akan membuka kembali akses bisnis ayah mu selena,tapi sekali saja kamu dan ayah mu kembali berulah aku tak segan segan membuat kalian tinggal nama di dinia ini"


" Terimakasih dion, aku akan segera kembali ke Belanda . Aku punya satu permintaan lagi Dion, bolehkah aku memelukmu alina"


" Tentu sel.. kemarilah" selena memeluk alina erat dan mengucapkan terimakasih di sela pelukan mereka.


---____----____-----____-----____-----____----


Dikediaman keluarga dion.


Hamzah dan anggi sedang menunggu alina dan dion yang akan segera pulang untuk membicarakan persiapan pernikahan mereka.


" siang bunda ayah.. apa kabar kalian?" sapa alina kepada calon mertua yang akan menjadi mertua untuk beberapa hari lagi.


" maaf alina gak bisa ikut jemput ke bandara kemaren"

__ADS_1


" tidak apa sayang.. kamu sehat, gimana persiapan pernikahan kalian!?" peluk anggi pada alina.


" sudah sembilan puluh persen bun.. sepuluh persennya tinggal di SAH kan pada hari minggu ini" jawab dion yang memberikan pelukan pada ayahnya.


" Baguslah kalau begitu, ayah cuma ingin setelah pernikahan kalian tidak menunda kehamilan, ayah hanya ingin menggendong cucu sebelum ayah di panggil sang pencipta" jelas hamzah


" ayah pasti akan sembuh... ayah akan sehat kembali agar dapat menggendong cucu ayah" dion memberikan semangat untuk ayahnya yang nampak sedikit terpuruk karena sakitnya.


" pokoknya alina gak mau tau , ayah harus kuat dan semangat, minum obat teratur biar cepat sembuh .. ayah harus bersiap kami akan memberikan banyak cucu untuk ayah"


" Baguslah kalau begitu.. bunda akan menyiapkan semua keperluan untuk cucu bunda" lanjut anggi


" Nikah dulu lah bun.. baru menyiapkan keperluan cucu bunda, udah kebelet ini bun" reflek alina mencubit perut dion setelah mendengarkan ocehan dion yang tanpa filter kepada orang tuanya.


" Awww... sakit yang" keluh dion


" Biarin aja" ketus alina.


Mata anggi berkaca kaca melihat interaksi antara dion dan alina, anggi akan memenuhi permintaan suaminya walaupun itu akan mengorbankan perasaan alina, anggi tau kalau alina masih belum sepenuhnya menerima dion dengan segala sifat kerasnya, tapi anggi percaya ini akan baik baik saja dan semua akan berjalan sesuai dengan harapannya.


" alina.. apa selena menemuimu kemarin?" tanya anggi di saat mereka berada di halaman belakang sambil memberikan makan ikan koi.


" tentu bunda tau, tapi dion tak tau kan? kamu tak menceritakan pertemuan mu dengan selena"


" tidak bun.. alina telah menyelesaikan masalah ini tanpa melibatkan dion, walaupun dion lah yang menjadi kunci untuk menyelesaikan permasalahan ini"


" maksudnya? " dahi anggi berkerut mendengarkan penjelasan alina yang setengah setengah.


Alina tersenyum melihat bunda yang penasaran


" jadi gini loh bun, selena itu datang dengan sebuah permintaan pada dion tapi melewati aku karena dion sudah menutup semua akses untuk bisa menghubungi dion. Terpaksa deh.. selena meminta bantuan aku untuk menghubungkannya kepada dion".


" mau apa lagi sih wanita itu?"


" menurut bunda untuk apa lagi kalau bukan karena semua bisnis juan Carlos yang di ambang kebangkrutan karena dion menutup semua akses pekerjaan nya.. kalau bukan karena uang dia tidak akan memohon dan ini adalah kesempatan ku untuk membuatnya berhutang budi padaku dan aku harap ini akan lebih baik untuk ku dan dion".

__ADS_1


" Kau pintar sekali nyonya" tiba tiba dion datang dari arah belakang, dion sudah menguping pembicaraan alina dan bunda.


" mas., hehee kapan datang?" dion yang sejak satu jam lalu pergi untuk mengambil persediaan obat ayah di Rumah sakit tiba-tiba sudah ada di belakang nya.


" Sejak kamu merasa bisa menyelesaikan masalah tanpa aku" dion mencubit hidung alina dengan gemas.


Alina tersenyum lebar dengan pernyataan yang di katakan dion. "Apa tindakan yang ku ambil salah?"tanya alina.


" Untuk saat ini tidak salah karena tidak membahayakan dirimu tapi akan berbeda saat masalah yang kamu hadapi mengancam keselamatan kita "


" Kamu tau mas.. kadang permasalahan tidak selamanya harus di selesaikan dengan otot, aku rasa kamu tau itu tapi... maaf ya mas emosi kamu kadang tak bisa kamu kendalikan hingga keputusan yang di ambil secara emosional tidak menghasilkan jalan keluar yang baik" jelas alina pada dion yang mencerna segala yang dikatakan oleh alina.


" Tapi ada kalanya kamu harus menyelesaikan semua masalah dengan melibatkan ku" dion menarik pinggang alina hingga menempel erat pada tubuh dion.


Dion menatap mata alina dengan mesra, tubuh alina terasa tersengat aliran listrik merasakan kehangatan tubuh dion.


Dion mendekatkan mulutnya ke telinga alina, hawa panas langsung menerpa wajah alina, merasakan nafas dion membelai hangat area telinganya.


" Kita harus bekerjasama untuk memenuhi keinginan ayah.. kita akan mempersiapkan malam pertama untuk membuatkan cucu untuk ayah" bisik dion.


Tubuh alina mematung, ketegangan alina membuat dion tersenyum.


"eeekkkhhhnnmmm... bunda masih disini ya" bunda nampak santai menikmati adegan romantis diselingi suara gemercik air kolam ikan koi yang riuh karena bunda memberikan ikan itu makan.


Alina mencoba melepaskan diri, wajahnya sudah memerah malu karena ada bunda yang memperhatikan aksi dion yang nakal, tapi dion semakin mempererat pelukan nya.


" Mas.. ihh malu tau, ada bunda liatin kita"


alina memukul ringan dada dion, yang di pukul hanya terkekeh.


" Aku mau pulang aja.. mas anterin aku ya" rengek alina


" Makan malam disini aja lin.. " sahut bunda.


" itu bun.. udah janji sama mama dan papa mau makan malam di luar, katanya mama sih mau menghabiskan waktu bersama aku sebelum menjadi menantunya bunda"

__ADS_1


" oh ya.. mama kamu bilang gitu, mungkin dia akan merasa kehilangan seorang putri setelah kalian menikah karena memang seorang anak perempuan yang sudah menikah akan menjadi milik suaminya , jangan sampai mama mu merasa kehilangan lin.. kalian berdua harus sering mengunjungi mereka, nanti bunda lagi yang di salahin sama anjani, bunda merebut putrinya" alina tersenyum dan memeluk bunda, sungguh alina beruntung memiliki calon mertua seperti bunda.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


__ADS_2