Cinta Alina

Cinta Alina
Keluarga baru


__ADS_3

mata alina sudah memerah menahan segala rasa gejolak di hati nya. "Nyonya sandra sudah menyiapkan seseorang untuk masa depan loe vin.. "alina mengatakan kenyataan yang gavin sendiri belum tau.


Kenyataannya adalah gavin memang sudah di jodohkan dengan wanita yang di inginkan kedua orang tua nya.


" Dan asal loe tau vin, saat tadi di rumah sakit nyonya sandra memberikan kebenaran itu kepada gue, agar gue bisa sadar gue bukan apa apa di mata keluarga loe vin" alina sudah tidak bisa menahan kesedihannya.


" maaf.. gue gak tau lin, ada rencana perjodohan apa, dengan siapa gue gak tau lin, percaya sama gue!! , kita perjuangkan sama sama ya lin, kamu mau kan? "gavin memohon kepada alina dan berharap alina mau mengerti keadaan nya.


" sekarang tolong menepi, kita pulang vin.. gue rasa sudah cukup diskusi kita" pinta alina pada gavin


tapi gavin tak bergeming dia diam, mencoba menenangkan suasana yang kian buruk.


"1, 2,....gue hitung sampai 5 kalo perahu ini tidak menepi, gue bakalan masuk ke danau" mendengar ancaman alina kemdian gavin menepikan perahu nya.


Dalam perjalanan pulang gavin dan alina tak ada yang bersuara, hanya bunyi klakson yang bersautan di tengah padat nya lalu lintas pada sore hari.


Sepanjang jalan alina hanya memejamkan matanya enggan untuk menatap dan bicara pada gavin.


''kita sudah sampai" gavin membangunkan alina, menyentuh lalu mengusap lengan alina dengan lembut.


Alina membuka mata dan segera membuka pintu mobil namun alina menghentikan gerakan nya dan menoleh pada gavin "besok gue berangkat ke kota A, gue kuliah dan tinggal disana dan jangan bertanya dimana dengan siapa apalagi sampai loe memata matai gue" ketus alina.


"Gue gak janji dan satu hal yang loe tau hati gue hanya untuk loe lin, mungkin sekarang gue gak bisa perjuangin apa pun buat loe tp rasa ini akan gue jaga sampai akhir hidup gue" jawab gavin, matanya menatap alin tajam. Alin menundukan pandangan nya dia tak sanggup menatap mata yang begitu tajam menghunus sampai ke jantung nya dan sangat membuat hatinya resah.


Alina berlari menuju kamar ny, menutup dan mengunci nya rapat. Sendiri ya alina hanya perlu sendiri menenangkan pikiran dan perasaan nya.


"sayang.. kamu sudah pulang?! " tanya nenek sambil mengetuk pintu kamar alina


" ya nek.. kenapa? "sahut alina dari dalam kamar.

__ADS_1


" mama mu tadi telpon, dia akan jemput kamu jam 10 pagi, jadi persiapkan segala keperluan mu jangan ada yang tertinggal ya" jawab nenek.


Alina sudah memutuskan untuk berkuliah di kota A dan akan tinggal di rumah mama nya dan itu artinya dia akan hidup seatap bersama papa sambung serta adik tiri nya. Anton adalah laki laki yang memikat hati mama alina setelah papa alina meninggal, anton adalah rekan kerja papa nya saat hidup bisa di bilang papa dan om anton teman baik.


Dari pernikahan mama dan om anton mereka mempunyai seorang putri bernama berliana, sekarang usia nya 6 tahun.


Anton adalah seorang pemilik perusahaan garmen terbesar di kota A jadi sudah di pastikan mama alina hidup mewah bersama laki laki itu. Pertanyaan nya adalah kenapa alina tak dibawa ikut tinggal bersama keluarga baru mama nya?? kenapa alina di titipkan berasama nenek nya orang tua dari papanya dan kenapa baru sekarang mama menjemput alina.


Itu dikarenakan alina adalah cucu satu satu nya dari kerlurga ramdan papa nya alina, saat itu mertuanya melarang anjani membawa alina bersama nya, anjani hanya di ijin kan membawa serta alina saat alina berusia sudah 17 tahun dan sekarang usia alina sudah melebihi angka itu jadi anjani sudah bisa membawa serta anak cantik nya itu ikut bersamanya.


Sedih tentunya sedih, alina akan berpisah dengan neneknya tapi ini adalah untuk masa depan nya. Alina berjanji akan menjemput nenek nya saat dia sukses nanti.


--___----___---__---____---____----_____----___


"ini kamar mu sayang.. kamu suka? " tanya anjani


tak.. tak.. tak.. suara langkah kaki beriringan menuju kamar alina, ceklek.. pintu kamar terbuka, terlihat om anton dan berlian datang ke kamar alina


"mas kamu udah pulang? berli sayang ikut ayah gak rewel kan hari ini" sambut anjani kepada anak dan suami nya.


" aman sayang, jangan cemas." jawab anton tenang.


"berli senang ikut dengan ayah bu" berli tersenyum lucu.


Anton mengajak anjani serta alina mengobrol di ruang keluarga, alina masih sangat canggung berkumpul bersama mereka. "na kamu udah persiapkan berkas pendaftaran masuk kuliah!? kita akan segera mendaftarkan mu di Universitas terbaik, jadikan ngambil fakultas kedokteran? " tanya anton kepada alina.


''jadi om.. terimakasih udah mau bantu aku" jawab alina.


Alina telah terdaftar sebagai mahasiswa di fakultas kedokteran di kota A. "Rasanya bagai mimpi bisa masuk ke kampus terbaik ini" gumam alina,

__ADS_1


alina masih mengikuti ospek hari pertama di kampus


dia harus mengepang dua rambut nya, membawa peralatan yang sudah diarahkan oleh panitia pelaksana ospek.


kegiatan ospek yang begitu banyak sampai dengan sore hari di kampus tak mwnyurut kan semangatnya untuk melakukan kegiatan di rumah baru nya, sesampai nya di rumah dia sudah disambut oleh mama nya "bagamaina lin.. kamu kuat mengikuti ospek nya? " tanya anjani pad putri nya


"kuatlah ma.. mama kira aku selemah itu" anjani tersenyum mendengar semangat putri nya, dipandangi nya wajah alina, sudah begitu lama dia meninggal kan putri nya ini hingga tak sadar putrinya telah sedewasa ini, mata anjani sudah berkaca kaca mengingat hari dimana dia harus berpisah dengan anak nya.


alina langsung memeluk mamanya. "alina sayang sama mama.. tak apa kita bisa perbaiki semuanya , kita mulai dari awal lagi mah" hibur alina.


tiba tiba ada tangan kecil yang ikut memeluk mereka berdua, "berli ikut peluk juga ahhh.. " kata anak manis itu dan ikut duduk bersama nya.


"asiikkkk berli sudah ada teman nya kalau di rumah, temani berli main ya kak, berli punya banyak mainan kakak juga bisa bobo di kamar berli" anak manis itu cerewet sekali saat sudah mulai bicar.


"tentu saja adik kecil nya kakk yang cantik" jawab alina gemas seraya mencium kedua pipi berlian.


horeeee... horeee.... berli sudah punya kakak.. teriak nya sambil menuju kamar.


Perasaan alina menghangat, ternyata dia disambut baik di keluarga baru ini. Mamanya tak salah dalam memilih orang yang mendampinginya.


Sudah satu bulan semenjak alina pindah ke kota A dan tinggal bersama mamanya, alina hanya bertukar pesan dengan sahabat nya dikota C, alina terkejut karena dea benar benar akan menikah muda, alina di paksa datang ke kota C kembali untuk menghadiri undangan pernikahan sahabatnya.


[loe harus datang, gue gak mau tau] pesan wa dari dea.


[iya .. gue pasti datang lah] balas alin.


Ada kejutan apa saat alina kembali ke kota C. Semoga hal yang indah ya..


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿

__ADS_1


__ADS_2