Cinta Alina

Cinta Alina
Mawar merah


__ADS_3

"assalamualaikum.. nenek" sapa alina kepada nenek nya yang sedang duduk dengan sesorang.


" Waalaikumsalam.. sayang" sahut kedua wanita yang sedang asik mengobrol. Alina sedikit kaget meliat wanita yang duduk bersama nenek nya, dia adalah ibu kandung alina yaitu nyonya anjani pratiwi yang sudah sekian lama tidak menjenguk nya karena dia sudah membentuk keluarga baru.


Sakit itulah yang dirasakan alina, dia merasa terbuang, merasa sudah tak diharapkan lagi oleh ibu nya sendiri dengan mudah nya ibu nya menitipkan nya kepada nenek nya, sudah sekian tahun alina hidup bersama nenek nya yang setiap hari nya bergantung pada uang pensiun almarhum kakek alina.


" Wah.. ada tamu ya nek, ada kabar apa nyonya anjani datang kesini kegubuk kami ini.. " alina berkata dengan tenang, namun hati nya terasa remuk melihat wanita yang ada di hadapan nya.


"Maaf kan mama sayang.. bukan maksud mama meninggalkan mu nak, mama hanya memikirkan kebaikan mu, sekarang mama datang untuk menjemput mu nak kita akan tinggal bersama dengan ayah dan adik mu" anjani coba menjelaskan maksud kedatangan nya.


"tidak ma.. maaf aku sudah merasa nyaman disini bersama nenek, kami hidup dengan tenang disini. Jadi mama tidak perlu repot repot untuk membawa ku bersama mama. Aku sudah terbiasa tanpa mama jadi silahkan mama pergi kembali kekeluarga mama yang baru." Alina menjawab sambil melangkah pergi masuk kedalam kamar nya dan menutup pintu kamar nya rapat rapat.


" sayang.. buka pintu nya nenek mau bicara sebentar" nenek mengetuk pintu dengan cemas karena tau cucu kesayangan nya sedang menangis di dalam.


ceklek... pintu kamar alina terbuka perlahan.


"masuk nek.. kalau nenek datang hanya untuk membujuk ku, maaf alina tidak bisa nek alina hanya mau bersama nenek" alina berkata dengan derai air mata yang membasahi pipi nya.


Tangan nenek terulur membelai pipi cucunya dan menghapus air mata nya.


" dengar sayang.. nenek tidak akan memaksa mu mau tinggal dimana, itu nenek serahkan kepada keputusan mu sayang, yang hanya ingin nenek katakan adalah kamu jangan sampai salah dalam mengambil keputusan. Nenek rasa mengikuti mama mu adalah yang terbaik karena kamu akan mendapatkan sekolah yang layak dengan fasilitas yang baik kalau kamu tinggal bersama mama mu sayang,


sekolah lah disana dan sebentar lagi kan kamu lulus dan akan melanjutkan keperguruan tinggi yang terbaik di kota. " nenek menjelaskan dengan lembut kepada cucu nya.


Malam hari mama nya alina pulang kekediaman nya di kota A. Sedangkan alina hanya bisa termenung memikirkan keputusan apa yang akan dia ambil. Pergi meninggalkan nenek nya seorang diri akan sangat berat tapi dia ingin masa depan yang lebih baik, ingin kuliah di universitas terbaik di kita A.


bib.. bib.. bib.. bunyi notifikasi pesan di hp alina


[hai.. lin lagi apa, aq boleh main ke rumah tidak] pesan dari gavin.

__ADS_1


[ sudah malam vin.. aku capek ngantuk mau istirahat] balas alina


tok. tok.. tok.. bunyi kaca jendela di kamar alina berbunyi. Dengan cepat alina membuka tirai jendela nya dan meliat wajah ganteng gavin tersenyum lebar d balik kaca jendela,alin perlahan membuka jendela nya. " ckckkk.. ngapain sih vin, inikan sudah malam, macam tak ada hari esok aja. "keluh alin


" tidak bisa menunggu besok lin.. keburu layu" jawab gavin nyengir.


Gavin mengeluarkan setangkai bunga mawar merah dari balik baju nya. "ini buat loe lin.. gue tadi beli pas balik dari mengantarkan mama arisan, saat liat bunga mawar teringat sama loe, mawar yang cantik untuk gadis yang cantik" gavin menyerah kan bunga mawar untuk alina.


Alin menerima bunga mawar itu dengan tersenyum, "terimakasih vin.. bunga mawar nya indah banget, wangi banget vin" alina tersipu malu mendapat tatapan yang tulus dari mata gavin.


"Gue pamit ya.. tidur yang nyenyak" jawab gavin sambil mengacak acak rambut alina.


Cinta memang tidak harus selalu di ucapkan tapi cukup dirasakan, seperti hal nya alina dan gavin yang tak pernah menyatakan cinta satu sama lain. Yang mereka sadari adalah sekarang bukan saatnya untuk memperjuangkan cinta. Alina sadar dimana tempatnya dan dimana gavin, mereka seperti hidup di dunia yang berbeda. Gavin berasal dari keluarga kaya pemilik perusahaan ekspor impor terbesar di kota nya, gavin akan meneruskan kepemimpinan perusahaan papa nya. Gavin adalah anak satu satu nya penerus keluarga yang paling di harapkan oleh kedua orang tua nya.


Sinar matahari cukup menyengat siang ini, jam istirahat sekolah sudah berbunyi.


Mereka berjalan beriringan melewati lorong sekolah menuju kantin sebelum sampai ke kantin mereka melewati ruang kelas gavin, tanpa sengaja mereka melihat gavin yang duduk bersama eta sambil bercanda tawa, sangat terlihat cocok gavin yang tampan bersama dengan eta yang anggun lembut dan cantik mereka berasal dari kalangan yang sama, sama sama orang kaya.


Entah kenapa hati alina tidak nyaman melihat kedekatan mereka, alina semakin merasa tidak pantas berada di samping gavin.


"loe kenpa lin, perasaan dari tadi sampai kantin keliatan cemberut, ada masalah!? " tanya dea heran meliat sahabat nya cemberut,


"gak ada, mood gue tiba tiba aja down" alina.


" yang bikin mood loe down apa neng...? "gemas dea melihat teman nya cuma menekuk muka nya.


" tidak perlu di bahas de.. kita nikmati rezeki yang ada di depan mata aja. "jawab alina.


--_---_---_---_---_----_-___---_-----___-----___

__ADS_1


Sejak saat itu alina menjaga jarak dengan gavin, alina selalu menghindar saat gavin menghampiri nya dan terkesan sangat menjauh.


Gavin merasa bingung dengan sikap alina, "apakah ada yang salah dengan ku" gumam gavin.


Saat jam pulang sekolah langit terlihat mendung sudah dipastikan hujan akan turun.


Saat melihat alina gavin langsung menahan tangan nya "pulang sama gue, hujan bakalan turun kebetulan gue pakai mobil hari ini" ajak gavin


alina langsung menarik tangan nya "tidak perlu, gue bisa pulang sendiri" jawab alina ketus dan berlari meninggalkan gavin yang diam mematung melihat sikap ketus alina.


alina melangkahkan kaki nya di guyuran hujan, dia memutuskan pulang dengan berjalan kaki sampai bertemu ojek ataupun angkot yang lewat.


seluruh bajunya basah,alina berjalan sambil memeluk tas nya yang dia bungkus dengan kantong pelastik.


Tiba tiba saja ada seseorang yang datang dari arah belakang nya sambil memayungi nya dari deras nya hujan. "loe kenapa keras kepala sih lin.. gue perduli dengan loe" gavin berkata dengan keras.


"tinggalin gue sendiri vin.. gue bisa pulang sendiri" ketus alina.


"gue bingung dengan perubahan sikap loe lin.. loe harus nya ngomong langsung ke gue kalau gue ada salah. " sambung gavin.


"kenapa loe harus perduli dengan kehidupan gue vin.. kenapa..? " teriak alina, tanpa terasa air mata nya sudah menetes.


Alina berlari meninggalkan gavin, yang kebetulan angkot lewat dan menghentikan angkot, sebelum kaki nya menaiki angkot alina melihat ke arah gavin.


"karena gue SAYANG sama loe lin.. " teriak gavin


🍀🍀🍀🍀🍀🍀


eeaaa... mau di bawa kemana hubungan kita.. otor bilang sih sabar vin,

__ADS_1


__ADS_2