Cinta Alina

Cinta Alina
Nenek sakit


__ADS_3

Begitu selesai joging dan makan, alina melanjutkan libur hari minggu dengan rebahan di kamar karena merasa beristirahat adalah cara untuk menjaga tubuh bisa tetap sehat.


Alina menerima pesan dari asisten rumah tangga nenek nya di kota C, mengatakan kalau nenek sedang sakit. Alina dengan langkah cepat berganti pakaian dan mengambil kunci mobil segera melajukan mobil nya menuju kota C tak lupa mengabari mama anjani kalau nenek sedang sakit. Anjani hanya berpesan kalau alina berhati hati saat di jalan dan menitip salam untuk nenek.


Sesampainya di rumah nenek alina menuju kamar nenek


"assalamualaikum nek... nenek sudah makan?apa yang nenek rasakan sekarang? " tanya alina cemas


" waalaikumsalam sayang.. nenek sudah makan, nenek sedikit pusing itu saja. Bi nah memang agak sedikit berlebihan mengabari mu" jelas nenek.


Alina memeriksa tanda tanda vital nenek, Tekanan darah, Nadi, Suhu tubuh dan pernafasan.


" tekanan darah nenek tinggi, apa nenek merasa pusing? "


" sedikit pusing dan berputar "


" aku belikan dulu obat untuk nenek di apotek terdekat ya.. tunggu sebentar" alina pamit pergi pada nenek.


Saat berjalan menuju pintu apotek alina menabrak seseorang, karena alina sedang melihat ke ponsel nya.


" eh.. maaf mbak.. saya tidak melihat jalan" alina mengambil tas nya yang terjatuh dilantai.


"alina... kamu alina kan? " sapa wanita itu


" agneta.. hai apa kabar? lama sekali kita tidak bertemu" alina dan agneta berpelukan.


" oh iya.. kebetulan kita ketemu disini, aku mau ngundang kamu ke acara pertunangan ku minggu depan di hotel rindang jam sepuluh pagi. Datang ya lin, pasti gavin senang bisa ketemu sama kamu"


Deg.. deg.. deg.. detak jantung alina terasa melambat.


Alina terpaku mendengar perkataan agneta tentang pertunangan nya dengan gavin. Hanya bisa tersenyum kaku, alina merasa hati nya berdenyut nyeri.


Tapi kenapa harus sakit hati memang alina tak punya hubungan apapun dengan gavin, alina memang tak berharap banyak akan masa depan nya dengan gavin.


Tapi ada rasa yang tertinggal, ada rasa yang tak sengaja tumbuh disana di sudut hati alina yang paling dalam.


" oh tentu ta.. aku usahakan datang ya, semoga acara pertunangan nya lancar. Baiklah aku kedalam dulu ya.. bye ta" alina meninggalkan agneta yang masih menatap nya bingung.


Alina yang sudah kembali kerumah nenek segera memberikan obat itu kepada nenek, menjelaskan aturan minum obat dan makanan apa saja yang harus di hindari nenek.


nenek tersenyum dan menggenggam erat tangan alina, dia merasa cucu nya ini sudah dewasa dan terlihat cantik sangat berbeda waktu alina meninggalkan rumah nya dulu, masih sangat imut dan manis.


"kau jangan cemas.. nenek baik baik saja, sebentar lagi juga sembuh. Ada bik nah yang merawat nenek dengan baik"

__ADS_1


" nenek ikut dengan alina ya, sebentar lagi alina mau beli rumah sendiri dan nenek yang akan menemani ku di rumah itu,.. mau ya nek" rengek alina.


" apa kau tidak akan menikah, tidak ingin membentuk rumah tangga.. ayolah sayang, ingat usia mu sekarang sudah waktunya kau menikah, temukan laki laki yang baik untuk menemani hari hari mu".


" kau tau sayang.. carilah laki laki yang mencintaimu, menerima kekurangan dan segala kondisi mu, karena orang yang mencintaimu pasti akan membuat mu menjadi seorang ratu di istana nya.


Kalau kau memilih laki laki yang kau cintai tanpa dia mencintaimu maka siap siap lah lebih banyak berkorban.. Tapi akan lebih indah kalau kalian yang saling mencintai".


" iya nek, doa kan alina mendapatkan pendamping hidup yang terbaik. Nenek harus sehat biar bisa melihat cucu buyut" alina berbaring di samping nenek dan memeluknya.


tok.. tok.. tok..


bik nah mengetuk pintu dan memberitahukan kalau ada yang mencari alina di luar.


"siapa sih bik.. baru juga aku disini sudah ada tamu aja"


" tidak tau non.. laki laki ganteng"


alina berjalan menuju ruang tamu dan terkejut melihat laki laki yang sedang menunggu nya.


" ngapain bapak kesini.. tau dari mana saya di sini? "


Dion duduk dengan tenang, tanpa menjawab pertanyaan alina dion memilih menyilangkan kaki nya.


" hissss.... anda ini, sehari saja bebaskan saya pak dari anda" ketus alina


" aku kesini ingin menengok nenek.. dimana nenek? " dion mengerlingkan matanya.


" ayo.. antar aku ke dalam.. " paksa dion


" nenek sedang istirahat, jangan di ganggu" alina kesal melihat dion yang terlihat santai.


Saat dion mendatangi rumah alina dion bertemu mama anjani yang mengatakan kalau anjani tidak ada di rumah, mama anjani mengatakan kalau anjani sedang ke kota C menengok nenek yang sakit.


Dion yang ingin mendapatkan hati alina mengambil kesempatan ini dengan baik, segera dion menyusul alina ke kota C dan mendapatkan alamat lengkap dari mama anjani.


Dan disinilah dion sekarang di rumah nenek duduk di samping alina.


Saat ini dion dan alina sedang di kamar nenek, dion harus berhasil mendapatkan dukungan dari nenek.


" kenalkan saya dion nek.. teman dekat alina" dion memperkenalkan dirinya pada nenek.


Nenek nampak tersenyum melihat keberanian dion menyusul alina ke rumah nya, laki-laki ini nampak sangat mencintai alina, tapi sifat mereka sama sama keras.. ini akan sedikit sulit dalam menyesuaikan diri dalam sebuah hubungan.

__ADS_1


" apa kalian sudah lama pacaran!? " tanya nenek pada dion dan alina


" kami tidak pacaran nenek, dia bos alina di rumah sakit,, hanya atasan dan staf tidak lebih tidak kurang" jelas alina namun dion langsung menyanggah nya


" saya sudah mau melamar alina nek.. tapi alina menolak jadi ini adalah sebagian dari usaha saya untuk meyakinkan alina "


" hebat dion... pepet terus sampai dapat" nenek menyemangati dion.


" neeenneekkkkk.... aku nggak mau, kenapa nenek mendukung nya" alina merengek pada nenek.


Alina dan dion pulang setelah makan malam bersama, dion memaksa alina untuk ikut pulang bersamanya menggunakan mobilnya,


"trus... mobil saya bagaimana pak, besok saya juga harus kerja"


" mobil akan di ambil sopir ku, sini kuncinya mana"


dengan berat hati alina ikut mobil dion, dion yang tak bisa di bantah dan alina juga merasa lelah sehingga dia mengalah.


Saat dion membukakan pintu mobil untuk alina ada sebuah mobil datang menghalangi jalan mobil dion


seorang laki laki turun dari mobil sedan hitam itu, laki laki yang telah lama menghilang dari hidup alina, alina terdiam melihat nya, ingin berlari dan memeluk laki laki itu rasa rindu ini terlalu berat ternyata.


Gavin melangkah maju kehadapan alina, tanpa alina sadari buliran bening sudah membasahi pipi alina


tangan gavin terulur menghapus airmata yang terus mengalir.


" jangan menangis,, gw ada disini" gavin menggenggam tangan alina dan hendak membawa alina memasuki mobilnya.


" alina.. tetap disini!! dan kamu..ada urusan apa kamu membawa calon istri saya. Tolong lepaskan tangan anda dari alina" dion kesal melihat pemandangan yang ada di hadapan nya, dengan muka sudah memerah dion merangsek maju memisahkan genggaman tangan gavin.


" pak dion.. tolong biarkan saya bicara dengan gavin, semuanya harus selesai untuk bisa melanjutkan hubungan kita kejenjang lebih serius" mohon alina pada dion.


" lima menit.. harus selesai saya tidak mau tahu" bentak dion


" maaf bapak dion yang terhormat atas dasar apa anda membatasi hubungan kami, kalau anda mau kita bisa duel satu lawan satu" gavin maju.


Perkelahian kedua laki laki itu pun tak terelakkan..


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jeng.. jeng.. jeng...


hati akan mengikuti dimana dia merasa nyaman.

__ADS_1


__ADS_2