
Melihat temannya terbaring dengan wajah yang pucat dan terlihat tak berdaya membuat alina sangat sedih.
" lu sakit apa de, kenapa lu nggak cerita ke gw kalau lu ada sakit"
" setidaknya gw gak merasa bersalah menjadi teman lu, buat apa lu punya temen dokter kalau lu gak manfaatin" alina memberikan ceramah panjang pada sahabanya.
Dea yang melihat alina datang dengan setumpuk pertanyaan hanya senyum lemah. dea sudah menduga temannya ini akan marah.
" gw nggak apa apa, paling sebentar lagi juga sembuh" jawab dea lemah.
" kayak begini lu bilang nggak apa apa"
" mas... dea kita pindah ke rumahh sakit nya mas aja ya, biar di sana aku yang memantaunya"
" iya sayang.. kalau dea mau nanti kita atur untuk pemindahannya"
Dea dengan mata berkaca kaca mengangguk, sebenarnya dia tidak mau membuat alina dan dion repot tapi menolak alina sama dengan membuat singa betina marah.
Setelah pengaturan pemindahan rumah sakit selesai mereka bertiga menuju kota A, orang tua dea juga tidak bisa menemani dea karena mengurus sawah yang harus di panen.
" nak alina tolong jagain dea ya, ibu tidak bisa ikut harus ngurusin sawah, bapak juga sakit sakitan di rumah"
" iya bu... dea aman bersama saya, ibu yang sabar ya" alina memeluk ibu minah yang terlihat berurai airmata.
Dea setelah resmi bercerai dengan suaminya mencari nafkah dengan bekerja di toko baju karena banyaknya pekerjaan hingga sering melewatkan makan pagi, siang maupun malam dan kelelahan membuat dea di diagnosa GERD.
Penyakit GERD atau asam lambung merupakan gangguan pada sistem pencernaan yang memengaruhi cincin otot atau katup antara kerongkongan dan perut. Bagian otot ini dikenal juga sebagai Lower Esophagus Sfingter (LES).
Normalnya, otot tersebut akan terbuka ketika menelan sesuatu menuju perut. Setelah makanan masuk, secara otomatis otot tersebut akan kembali menutup untuk mencegah makanan dan isi dari dalam lambung naik kembali menuju kerongkongan.
tapi pada kondisi ini isi lambung mudah kembali ke bagian kerongkongan sehingga kerongkongan akan mudah iritasi karena asam lambung.
" tolong lakukan pemeriksaan CT Scan abdumen besok, tolong persiapkan semua prusedurnya malam ini" perintah alina pada perawat jaga.
alina kembali ke ruangan rawat dea, dea terlihat tertidur dengan lelap. Hari yang melelahkan bagi alina tapi tidak masalah ini demi sahabatnya.
" sayang... kamu tidak pulang" ternyata dion sudah ada di ruang rawat dan terlihat segar berganti pakaian.
" dea dengan siapa mas.. kasihan kalau di tinggal sendiri"
" nanti rudi yang jaga, aku antar kamu pulang dulu nanti makan malam bareng di rumah kamu"
Rudi yang di berikan tugas menjaga orang sakit sedikit kebingungan.
__ADS_1
" tapi bos.. saya.. "
" tidak ada bantahan, gajih bulan ini dua kali lipat" tegas dion membuat rudi menyetujui jadi penunggu orang sakit beberapa hari ini.
Rumah alina sudah terlihat sepi, penghuninya sudah beristirahat di kamar masing masing.
" mas kamu mau makan apa, aku masakin deh"
" bik nah gak ada sayang.. biar bik nah aja yang masakin kita"
" sudah malam, bik nah juga perlu istirahat.. aku bikinin nasi goreng aja ya"
dengan kemampuannya alina membuat nasi goreng spesial untuk dion, karena bahan yang ada cuma udang dan nasi maka jadilah nasi goreng seafood.
" wangi banget sayang.. kamu jago masak juga rupanya"
" makanan itu di nilai dari rasa bukan dari wanginya, cuba sini aku suapin ya, tanda terimakasih aku karena kamu udah nemenin aku seharian ini"
" aku suapin kamu juga ya.. tanda terimakasih udah dibikinin nasi goreng" dion dan alina memulai makan dengan saling menyuapi, makanan sederhana akan nikmat kalau di makan bersama orang yang di cintai.
"gimana rasanya mas.. ??" tanya alina penasaran.
dion hanya mengacungkan kedua jempolnya tanda kalau nasi goreng ini begitu enak.
" hemmm.. maunya sih naik mobil sendiri tapi mama sedikit rewel, dari pada gak di kasih ijin kerja mending di antar jemput sama mas"
" sini berikan ucapan selamat malam dulu" dion menarik pinggang alina merapat kedalam pelukan dion.
" jangan macam macam kamu mas, aku malu dengan kejadian kemarin terekam sama cctv rumah"
dion terbahak mendengar keluhan alina, dion tak menyangka kalau aksinya terekam cctv.
" iya nggak macam macam... sini cium di kening aja tanda sayang ku selangit ke kamu"
Alina merasa sangat nyaman dengan pelukan hangat seorang dion, sosok yang melindungi dan posesif.
" udahan pelukannya, udah jam berapa ini" suara mama anjani terdengar fales di telinga dion dan alina.
" iya mah ini dion juga mau pulang"
" terimakasih ya dion udah jagain anak mama hari ini"
" hehheh... dengan senang hati tante, dion pamit pulang ya tante"
__ADS_1
Di ruang rawat vip ada sedikit keributan antara rudi dan dea, dua orang asing ini sama sama merasa risih berada dalam satu ruangan.
" siapa kamu? kok kamu ada di sini?" dea yang baru terbangun dari tidurnya merasa heran ada orang asing di kamarnya
" saya di minta untuk jagain kamu malam ini, saya rudi asisten pak dion jadi mbak nya tolong bekerja sama"
" gimana caranya bekerja sama, situkan laki laki gimana kalau saya mau ke belakang, bisa kamu bantuin saya cebokan"
" bisa aja kalau mbak nya mau.. " rudi tersenyum miring menanggapi wanita yang katanya sakit tapi masih bisa nyolot.
" ehhh.. kamu nantangin saya, ayo sini kamu bantuin saya, saya nya mau ke belakang, udah kebelet"
Dengan cepat rudi menekan tombol untuk memanggil perawat. Tak lama kemudian seorang suster datang.
" maaf.. suster bisa bantuin dia mau
ke toilet"
"ohh kenapa pak istrinya gak mau ya kalau bapak yang antar, kalau lagi hamil emang kaya gitu pak biasa nya suka benci sama suami" suster nya nyerocos aja, gak baca laporan kali ya diagnosa pasien apa wkwkwwk..
dengan cepat suster membantu dea ke belakang, dengan adanya suster dea minta tolong suster menggantikan bajunya, menggosok gigi, cuci muka untuk mandi di tunda sampai besok.
" terimakasih ya susuter udah di bantu" dea merasa lega sudah bisa kembali beristirahat.
krukkk.. kruuukkk.... dikeheningan ruangan itu berbunyi suara perut dea.
" saya lapar, bisa carikan saya makan.. kalau ada gado gado ya pak" dea sudah merasa perutnya sudah sangat lapar, karena dua hari di rawat di rumah sakit kota C belum bisa makan hanya bisa minum air saja.
" kamu kira kira dong.. liat jam tuh, udah jam satu malam" jawab rudi ketus
" ini kamu makan roti ini saja, sudah di kasih pesan sama dokter alina kalau lapar makan roti saja sama air putih"
belum sempat dea memasukan roti ke dalam mulutnya, pintu ruangan tiba tiba di buka oleh suster tadi.
" maaaf bapak ibu, saya mau bilang kalau ibu nya besok mau ada pemeriksaan rontgen jadi nya puasa dulu ya sampai nanti besok setelah selesai pemeriksaan baru boleh makan" suster langsung pergi dan menutup pintu
Dea hanya bisa menatapi roti yang dia pegang...
sedangkan rudi hanya tertawa melihat ekspresi dea.
" lebih baik kamu tidur, biar besok pagi bisa cepat berbuka puasa" rudi mentup seluruh tubuh nya dengan selimut tanpa memperdulikan omelan dea.
?????
__ADS_1
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️