Cinta Alina

Cinta Alina
Akhirnya jadian


__ADS_3

"targetnya adalah saya tante, tapi alina melindingi saya.. saya berhutang nyawa pada alina"


Setelah satu jam dilakukan penanganan luka oleh dokter , alina di pindahkan ke ruangan rawat inap.


Alina harus mendapatkan tranfusi darah dan terapy untuk penghentian racun yang mengalir ke dalam pembuluh darahnya.


Dion merasa sangat bersalah untuk kejadian ini, dia akan membuat perhitungan untuk siapa saja yang sudah melakukan ini pada gadis tercintanya.


Anjani menatap wajah putrinya yang terlihat pucat, menggenggam erat tangan anakny seakan tak percaya ini terjadi.


" tenanglah sayang, alina adalah gadis yang kuat dia pasti bisa melewati ini" anton merangkul bahu anjani untuk menghibur istrinya yang terlihat sangat terpukul.


Perlahan alina merasa ada yang menggenggam tangannya, kemudian mendengar suara mama anjani, perlahan alina membuka kelopak matanya melihat di sekeliling ruangan berwarna putih.


" mama.. " alina menatap anjani


" sayang kamu sudah sadar.. mama sangat takut alina, takut sekali" anjani berlinang airmata.


" alina gak apa apa.. mama jangan cemas, alina haus ma" anjani mengambilkan air di nakas


Pintu ruang rawat alina terbuka, ada ayah dan ibu dion menengok alina, mereka juga terkejut dengan peristiwa yang menimpa alina.


" apa kabar sayang? tante dan om meminta maaf atas nama dion, ini pasti ulah dari saingan bisnis dion" anggi mengusap tangan alina.


" tapi dion sudah membereskan masalah ini, kamu tenang saja" lanjut hamzah.


tok.. tok.. pintu terbuka, dion yang datang dengan wajah kusut rambut acak acakan bajunya masih terlihat ada bekas sisa darah alina.


dion mendekati alina, menatap nya secara intens.


alina menatap aneh pada dion


" kamu kenapa?? " tanya alina pada dion


" kamu tanya saya kenapa, saya hampir mati lin.. kalau kamu sampai kenapa napa saya akan hancur" jawab dion seolah di ruangan rawat itu hanya mereka berdua padahal disana masih ada anton, anjani, anggi dan hamzah.


"eekkhm.. sebaiknya kami keluar dulu, kalian selesaikan masalah kalian" anggi dan kawan kawan meninggal kan alina dan dion.


" bagaimana keadaan mu lin...?? "


" saya baik pak.. tinggal pemulihan, mungkin besok bisa pulang menurut saya" jelas alina pada dion


" tolong jangan panggil bapak terus dong lin... panggil nya ayang aja"


" itusih mau nya bapak aja... "


"tuh kan bapak lagi, sakit telinga saya dengernya"


" panggil mas aja ya.. mas dion? " alina terkekeh.


" boleh juga... jadi mulai sekarang panggil nya mas ya"

__ADS_1


" boleh mas peluk,, biar hati mas lebih tenang"


alina merentangkan kedua tangannya, dion dengan bahagia membalas pelukan itu.


" kamu mau jadi istri saya"


" mas.. kamu lamar aku dengan cara begini, gak romantis banget, aku gak mau ya.. bagaimana kalau kita pacaran dulu"


" kamu ngajakin aku pacaran lin... bener.. kamu mau kita pacaran"


alina menganggukan kepalanya.. dion mencium dahi alina lama, memeluknya erat.


"au.. aaauuu... mas sakit, tangan aku masih sakit ini"


mereka berdua tenggelam dalam kebahagiaan, tanpa mereka sadari orang tua mereka masuk dan menyaksikan keromantisan mereka.


" nggi kayaknya kamu harus menyiapkan mas kawin untuk anak ku" anggi dan anjani berpelukan.


"mas kamu gak mandi dulu,ganti bajumu kotor ada bekas darah" alina merasa kasihan dengan dion sepertinya laki laki ini sangat cemas sampai sampai tak sempat mandi dan berganti pakaian.


" aku disini aja menemani kamu, nanti asisten ku yang mengambilkan pakaian ganti" jelas dion


" mas pulang istirahat.. aku biar sama mama aja disini, lagian kita bukan muhrim yang bisa tinggal dalam satu ruangan cuma berdua, bahaya"


dion dan kedua orang tuanya pulang membiarkan alina beristirahat, walaupun dion merasa berat meninggalkan alina.


Dion akan memulai babak baru dalam hidup nya bersama alina, tapi hal yang dion takuti adalah saingan bisnis yang setiap saat bisa mengancam nyawa alina,,


Gavin yang sedang sibuk di ruang kerja nya mendapat panggilan telepon dari mamanya yang sedang berada di Singapura, mamanya memberikan perintah untuk secepatnya melangsungkan pernikahan dengan agneta.


Gavin sedang sangat prustasi mendapatkan tekanan dari mamanya. Gavin akan segera menjalankan rencananya untuk bisa bersama dengan alina.


alina lo harus jadi milik gw, bagaimana pun caranya gumam gavin sambil menatap foto alina.


tok.. tok.. pintu ruang kerja gavin di ketuk , asisten gavin masuk untuk melaporkan pengintaiannya terhadap alina yang sudah gavin lakukan sejak berada di jerman sampai dengan gavin kembali ke tanah air.


" tuan.. silahkan ini berita yang tidak mengenakan" asisten gavin menyerahkan beberapa foto dan detail lainnya kepada gavin.


" sialll... kenapa kamu baru memberitahu ku sekarang"


" maaf tuan, sasaran penyerangan bukan nona alina tapi laki laki yang bersamanya".


" sekarang kamu boleh pergi"


gavin bergegas pergi dengan segala kepanikan di hatinya, bagaimana mungkin alina bisa terluka.' Dion kau harus bertanggung jawab untuk yang terjadi pada alina ku'. batin gavin


Diparkiran kantor agneta yang baru datang kaget melihat mobil gavin keluar dan melaju cepat, agneta sengaja mengikuti gavin.


Diruang rawat inap alina, dion memakai jaket kulit hitam, pakaian yang tak pernah alina lihat.


" kamu mau kemana mas..? aku kok gak pernah liat kamu yang kayak gini, kayak mafia d film film gitu"

__ADS_1


" ada yang harus aku kerjakan, mungkin sekitar dua hari di luar kota"


"mas tolong ambilin aku minum, mau minum obat dulu"


disaat dion mengambil air, tak sengaja alina melihat senjata di balik jaket dion. Alina merasa ada yang tidak beres, dia harus mencari tau apa yang akan dilakukan oleh dion, kemana dion pergi membawa senjata..


"emmm.. mas aku boleh tanya?"


" tentu sayang.. kamu mau tanya apa" dion mengusap kepala alina dengan penuh cinta


" mas kamu bawa senjata.. untuk apa?, aku gak mau ya kamu melakukan hal yang aneh apalagi itu membahayakan nyawamu mas"


" mas dion aku mau kamu jujur... jangan ada yang di tutupi, itu kalau kamu masih menganggap ku berarti dalam hidup kamu" alina merengut melihat dion yang hanya tersenyum menatapnya.


" lihat aku sayang" dion menarik lembut dagu alina menghadap ke arah nya


" saat aku memilih kamu, aku yakin kamu yang bisa menerima segala kekurangan dan kelebihan ku.


Kekurangan ku banyak sayang, aku tempramen, pemaksa dan sangat tidak penyabar. Aku punya saingan bisnis yang setiap saat mengintai kelemahan ku dan kelemahan ku adalah kamu"


" saat ini aku sedang melakukan perhitungan dengan orang yang membuatmu terluka, jadi aku akan keluar kota mengurus ini" jelas dion.


"trus senjata buat apa?? bisa nggak jangan dengan kekerasan" alina menyandarkan kepalanya di bahu dion.


"itu buat jaga diri aja kok sayang, aku pergi dulu ya.. istirahat dulu disini, aku sudah menempatkan anak buah ku berjaga di pintu ruang rawat kamu"


tok.. tok.. ruang rawat alina diketuk oleh penjaga yang mengatakan ada tamu untuk alina.


" tuan.. ada laki laki yang ingin bertemu dengan nona alina" dahi dion berkerut,


Gavin memaksa untuk masuk dan di tahan oleh penjaga, terdengar keributan di luar, dion segera keluar untuk melihat siapa tamu yang membuat keributan.


"lepaskan dia!"


"tuan gavin untuk apa anda membuat keributan disini" tanya dion dengan nada rendah dan dingin.


"saya mau bertemu alina" gavin menatap dion dengan tajam.


gavin berhasil menerobos penjaga dan masuk keruang rawat alina,dion masih menahan tubuh gavin...


"alina ...are you ok??" gavin menatap alina.


"guuu..weee baik vin" alina terkejut dengan kehadiran gavin yang tiba tiba.


gavin akan melangkah maju mendekati alina tapi langsung di tahan oleh penjaga dan dion


" katakan apa yang ingin kamu sampaikan, alina akan beristirahat sekarang" dion sudah menahan diri untuk tidak melakukan kekerasan dihadapan alina.


gavin menatap dion sengit.. "gw akan tetap disini kecuali alina yang meminta gw pergi"


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2