Cinta Alina

Cinta Alina
Surprise untuk alina


__ADS_3

Alina memasuki rumah yang terlihat sepi, tak ada satupun orang yang ada atau dion yang tadinya mengajaknya bertemu di rumah.


Alina yang sudah lelah melangkahkan kaki menaiki anak tangga menuju kamarnya di lantai dua.


Dengan langkah gontai membuka pintu kamar, tiba tiba lampu kamar menyala ada dion yang mebawa kue ulang tahun di ikuti mama, papa anton, berlian dan tante anggi...


" selamat ulang tahun sayang.... " dion tersenyum dengan topi ulang tahun di kepalanya.


" kamu.. mama kalian semua bekerjasama untuk ini"


alina tersenyum masam, dia sudah kerjai oleh calon suaminya ini dan tentu di bantu oleh para orang tua ini oh iya jangan lupa dea ikut serta dalam rencana ini.


" maaf sayang kalau ini mengagetkan mu, tapi aku bahagia. ayo cepat tiup lilinnya,, pegel ini tangan aku"


" siapa suruh ngerjain aku sampai segitunya"


" kamu lupa ulang tahun mu sayang"


mama anjani memeluk anak sulungnya ini dengan penuh sayang, papa anton memberikan sebuah kado entah apa isinya, tante anggi yang memberikan hadian makan malam berdua dengan dion.


Acara kejutan yang berjalan sesuai rencana dion, dion memanfaatkan kejadian sakit nya dea untuk mengalihkan perhatian alina tentang hari ulang tahun nya.


___----____----___------_____----___-----____--


Sebuah makan malam di restoran mewah yang sudah di siapkan oleh anggi untuk anak dan calon menantunya sebagai hadiah ulang tahun menjadi tujuan alina dan dion.


Saat ini dion dan alina sedang berada di mobil menuju tempat mereka makan malam romantis pertama sepanjang hubungan mereka.


Alina merasa hadiah ulang tahun dari tante anggi ini sangat indah, dia memberikan makan malam dengan seseorang yang spesial saat ini, seorang laki-laki yang sangat tampan, mapan tentunya dan juga baik,yang mampu memporak porandakan hati alina seketika saat pertemuan pertamanya.


" manis.. " dion tiba tiba berkata di tengah menikmati makan malamnya.


" apa yang manis mas.. aku rasa semua makanan nya enak"


" kamu sayang.. "


" sudah banyak mas yang bilang begitu, kamu mungkin orang yang ke seratus yang ngomong gitu" alina terkekeh dengan jawabanya sendiri.


" iya iya.. pantas penderita diabetes meningkat di rumah sakit ternyata dokter nya manis"


" hiiiss.. kamu sejak kapan bisa ngegombal gini, perasaan dulu kamu itu orangnya dingin trus ngomong nya suka ketus"


" hanya sama kamu sayang.. untuk yang lainnya tetap pada sifat ku yang itu, lin aku besok berangkat ke belanda sekitar jam sepuluh pagi.. mungkin aku akan lama disana"


" ehh mas.. aku kira kamu cuma ngerjain aku mau pergi ke Belanda, ternyata beneran ya??" alina tak menyangka kalau sebagian adegan tadi siang sebuah kebenaran.


" ada masalah pada perusahaan di belanda dan aku harus mengakhiri bisnis ilegal ku, karena aku tidak ingin membahayakan mu kedepannya"


" aku akan mendukung selalu.. semangat ya mas"

__ADS_1


" terimakasih sayang.. aku akan kembali sebelum tanggal pernikahan kita"


Setelah makan malam yang indah, dion mengantarkan alina kerumah. Sebelum alina turun dari mobil dion memberikan sebuah map merah kepada alina.


" apa ini mas.. "


" buka saja, ini hadiah ulang tahun dari ku dan ayah"


alina penasaran dengan isi mapnya segera membuka dannnn...


alina terperangah melihat isi map itu, Sebuah surat kepemilikan saham rumah sakit Hamzah Medika sebesar tiga puluh persen.


"Apa ini gak berlebihan mas??"


"aku gak mau... " alina menolak map itu dan mengembalikan pada dion.


" heeiii... ini hadiah dari ku dan ayah, kalau kamu menolak ayah akan tersinggung.


Kamu memang berbeda sayang, biasanya wanita akan senang di suguhkan dengan uang dan kekayaan, memang tidak salah ayah memilihkan mu untuk ku. Kamu tau ayah pernah meminta om anton menjodohkan ku dengan kamu sekitar enam tahun lalu tapi katanya kamu menolak"


" oh ya... papa anton dulu pernah mau menjodohkan ku dengan anak rekan bisnisnya, ya memang aku menolak.. aku tidak ingin hidup dengan kekayaan orang lain aku harus bisa berpijak pada kaki ku sendiri dan yang seperti kamu lihat sekarang aku bisa sampai pada titik ini"


" sungguh aku nggak nyangka kalau mas dion ya orangnya yang papa anton maksud , memang kalau jodoh itu biar di tolak akan tetap mendekat" alina terkekeh mendapati kenyataan yang mengejutkan ini.


" ya sudah sana kamu masuk dulu.. sudah malam aku nggak mampir mau packing sama membereskan kerjaan yang ada disini"


" okey... kamu hati hati ya, makasih untuk makan malam dan kadonya. Besok aku ikut nganterin kamu ya ke bandara"


" nanti rudi yang jemput kamu.."


" kalau rudi yang jemput aku, dea gimana mas siapa yang jaga??"


"nanti aku yang atur.. kalau ngobrol terus kapan aku pulangnya, kalau kamu mau aku nginap aja deh di kamar kamu, aku bisa cancel keberangkatan besok"


alina menggelengkan kepala dan dengan cepat membuka pintu mobil segera keluar, dion membuka kaca jendela mobil dan melambaikan tangan nya


Dion tersenyum sendiri mengingat tingkah menggemaskan alina tadi, tak sadar ada bunda yang memperhatikan nya.


" hei gantengnya bunda sudah pulang kenapa senyam senyum sendiri?" anggi sengaja menggoda anaknya ini, ternyata alina mempunyai pengaruh yang besar pada perubahan sikap dion.


" mana ada aku senyum.. bunda belum tidur, sudah malam ini. oh iya bun


besok alina yang mengantarkan aku ke bandara"


"takutnya kalau alina yang nganterin kamu, malah nggak jadi pergi karena pengen nempel mulu" anggi tertawa melihat dion tersipu.


" ya sudah bunda mau istirahat dulu, habis ini kamu juga harus tidur ya bunda nggak mau kamu sakit" anggi meninggalkan dion yang masih berada di depan laptop.


pagi hari alina sudah bersiap menunggu rudi yang menjemputnya, alina mondar mandir sambil melihat jam di tangannya.

__ADS_1


tak berapa lama bunyi klakson mobil rudi berbunyi, alina segera keluar dan masuk ke mobil.


" hai rud.. kok lama apa keburu ini ke bandara"


" kita usahakan bisa sampai secepatnya dokter, maaf karena saya harus mengurus dukumen yang diminta pak dion" jelas rudi


" it's okay"


perjalanan yang harus di tempuh menuju bandara sekitar empat puluh lima menit, sekarang sudah jam delapan sedangkan dion harus boarding jam sembilan.


Entah kenapa alina merasa berat untuk melepas keberangkatan dion kali ini, tapi ini adalah resiko menjadi pendamping dion karena usaha dion yang ada di belanda dan negara lain mengharuskannya pergi setiap saat.


Alina berlari menuju ruang tunggu keberangkatan dion, tapi disana sudah sepi sudah tak ada satupun orang.


" maaf mbak.. pesawat menuju belanda sudah berangkat?" tanya alina pada petugas bandara.


" apakah anda nyonya alina??"


" iya saya alina"


" anda di tunggu pak dion di ruang tunggu khusus sebelah sana"


alina bergegas menuju ruang tunggu yang dimaksud petugas tadi, nampak dion duduk santai di sofa menikmati secangkir kopi.


"mas.. kamu disini, aku kira aku sudah terlambat" alina mengatur nafasnya sedikit terengah karena dia berjalan cepat menuju ruangan ini.


" kemarilah.. lima menit lagi aku harus berangkat" dion menggeser duduknya dan alina duduk disamping dion, sofa yang dirancang untuk dua orang ini masih terasa longgar untuk mereka.


Dion mengarahkan alina untuk menghadap ke arahnya, merapikan rambut alina dan menyampirkannya kebelakang telinga.


dion menatapi wajah yang akan dia rindukan ini,


" kenapa mas.. berat ya mau ninggalin aku" alina mengalihkan pandangannya dari tatapan dion


" ini waktu terlama kita berpisah, jadi kamu harus jaga diri baik baik, nanti akan ada bodyguard yang akan menjaga mu selama aku pergi"


" harus banget ya.. ?!"


" jangan membantah alina aku mohon, dengan begini aku akan lebih tenang meninggalkanmu"


dion mecium kening alina lama, nafas dion terasa hangat di wajah alina.


alina memeluk dion mencoba menghirup penuh wangi tubuh dion, tak ingin rasa nya melepaskan pelukan ini.


Setiap alina memeluk dion, rasa nyaman yang selalu alina rasakan.


" permisi tuan, sudah waktunya kita berangkat" seorang laki laki berpakaian hitam datang membuyarkan suasana romantis.


" aku pergi dulu, aku akan menghubungimu nanti saat sampai di belanda" dion pergi dengan laki laki berpakaian hitam tadi, menghilang di balik pintu.

__ADS_1


Rasa sunyi menyeruak di hati alina, perasaan apa ini.. perasaan baru yang alina rasakan.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


__ADS_2