
Setelah kepulangan dea alina merasa sepi, terbiasa tiga hari ini bersama sahabat nya itu.
klekk.. pintu kamar alina terbuka,
"kakak sudah siap, di tunggu sama mama papa.. lama amat dandan nya grogi nie ye..mau ketemu calon" berlian tergelak bisa mengerjai kakak nya yang terlihat cantik menggunakan gaun berwarna merah muda sangat serasi dengan kulit putih alina, rambut nya sengaja di gerai dan anting anting permata menempel di telinga alina.
" bisa diam gak kamu... " bukk.. alina melempar bantal ke wajah berlian. Dengan cepat berlian menghindar dan berlari keluar sambil tertawa nyaring.
"mana kakak mu? di suruh cepat malah bercanda.. dasar kalian ini" sewot anjani meliat kelakuan berlian dan alina.
anjani takjub melihat alina yang sangat anggun, persis cerminan diri nya saat muda dulu.
" cantik benget anak mama.. udah siap, ayo turun tamunya sudah nunggu kamu lin"
" kan tamu nya papa sama mama, kenapa nunggu alina?? " alina beriringan dengan mama anjani menuju ruang makan.
Makanan istimewa sudah tersaji di meja, lilin dan minuman tanpa alkohol sudah tersedia untuk di nikmati, malam ini adalah pertemuan dua keluarga hebat di kota A, kalau anak anak mereka cocok maka hubungan kerja akan menjadi hubungan keluarga.
alina duduk di kursi samping mama anjani.. terlihat tante anggi dan om hamzah duduk berseberangan dengan mama dan papa, ada kursi kosong di depan meja alina..
"mungkin anak nya tante anggi tidak jadi datang,, syukurlah" batin alina.
" maaf om tante.. saya telat, baru sampai dari bandara langsung kesini. " suara laki laki tak asing terdengar di telinga alina.
"kenalkan ini dion dirgantara hamzah, anak kami.
dia lama di belanda.. tapi sekarang dia yang akan mengambil alih semua usaha saya" jelas hamzah.
alina dan dion kaget.. saling menatap, namun tak mampu bicara.
" eekkhhhmmmm.... " mama anjani menyenggol lengan alina, dion mengalihkan pandangan nya ke arah anjani.
"kalian sudah saling kenal?? " tanya anjani
"sudah... " dion dan anjani menjawab berbarengan..
" wwah kalian kompak sekali" anggi tersenyum ke arah alina dan dion.
dion menjelaskan kalau alina sebagai dokter di rumah sakit dion. Alina nampak tersenyum kaku mendengar penjelasan dari dion.
" saya rasa saya menyukai anak om dan tante" jelas dion tegas
__ADS_1
uhuk.. uhuk... alina tersedak mendengar penuturan dion
" tidak salah ngomong ya pak.. " ketus alina.
" tidak.. saya suka sama kamu, kalau om dan tante ijin kan saya ingin meminang alina sebagai istri saya" dion menegaskan keinginan nya untuk serius dengan alina.
Dion mengeluar kotak persegi empat di dalam nya terdapat kalung berliontin batu ruby berwarna ungu.
" saya sengaja membeli ini untuk mu dokter alina, semoga kamu menyukai nya".
dion menyerahkan kalung indah itu kepada alina.
" saya pakaikan.. " tawar dion. tapi alina bergeming air muka alina berubah.
" bukan kah ini terlalu cepat pak dion, hubungan kita tidak sebaik itu sehingga anda dengan mudah nya melamar saya seperti ini di depan orang tua saya" alina melangkah kan kaki nya akan pergi dari ruang makan.
"maaf tante anggi dan om hamzah, alina masih belum siap untuk hubungan ini.. alina sudah selesai makan, permisi"
tak.. tak.. tak.. alina menaiki tangga menuju kamar nya.
dia duduk di sisi ranjang menenang kan hati nya yang bagai berlarian mendapatkan kejutan seperti ini dari dion dan keluarga.
Dion meminta ijin untuk menyusul alina, dia harus menyelesaikan masalah dengan alina. Setelah mendapat ijin untuk memasuki kamar alina dion naik ke atas menuju kamar alina
Dion mendekat pada alina dia duduk di sebelah alina,
" mau apa bapak mengikuti saya,, saya bilang saya belum siap.. apa bapak mengerti bahasa manusia"
dion merapatkan tubuh nya, menarik pinggang alina merapat ke tubuh dion kemudian dion mendekatkan mulut nya ketelinga alina
" saya tidak menerima penolakan..
apapun yang saya inginkan harus saya dapat kan, termasuk kamu.
kalau secara lembut tidak bisa maka saya akan menggunakan kekerasan".
dion menjatuh kan tubuh alina ke kasur dan mengungkung tubuh alina, dion mendekat dan menyentuhkan hidung nya kehidung alina.. menatap tajam mata alina,
alina tak bisa bergerak, dia terdiam mendapatkan sentuhan dion, dion membelai pipi alina dengan lembut seakan terhipnotis dengan sentuhan itu, dion mencium dahi, turun ke pipi kiri berpindah mengecup pipi kanan, saat ingin menyentuh bibir alina dion bangkit, dan berdiri. tangan dion terulur meminta alina segera bangun.
" saya takut hilang kendali, ayo turun ke bawah.. bilang ke mama dan papa kalau kamu sudah setuju"
__ADS_1
" setuju apa nya??! saya masih belum siap pak.. " jawab alina yang muka nya sedang memerah malu.
" kalau orang yang tidak siap, tidak akan merespon semua sentuh saya. Tapi kamu seperti menikmatinya " dion tersenyum licik menatap alina.
" mau jalan atau saya gendong.. kalau saya gendong pasti langsung ke KUA sekalian. " dion berkata dengan nada rendah dan penuh peringatan.
dengan cepat alina berjalan mendahului dion, merasa tidak ingin mencari masalah dengan laki laki pemaksa ini. Terlalu berbahaya kalau tidak menurut malam ini.
Dion menggamit pinggang Alina saat berjalan, terlihat seperti sepasang kekasih.
" good job dion.. dalam tiga puluh menit kamu sudah bisa menjinakkan singa betina kami" anjani berkata dan tertawa bersama anggi.
" kau memang anak ayah dion.. " hamzah merasa bangga dengan kemampuan dion dalam menaklukan wanita dan dalam dunia bisnis pun dion sangat berbakat dia mampu mengalahkan lawan bisnis dengan sekali sentakan.
" kami putuskan akan menjalani hubungan dengan baik tapi saya tidak menjanjikan untuk bisa lanjut ke jenjang yang lebih serius, saya harus mengenal dion lebih baik lagi.. " jelas alina pada kedua keluarga ini.
" santai sayang.. kamu akan mengenal dion lebih baik lagi secara perlahan, anak saya memang seperti itu, dia seperti laki laki yang arogan pendiam dan dingin tapi sekali dia bicara tak akan bisa di bantah" jelas anggi tentang ke pribadian dion.
" tapi dion adalah lelaki yang penyayang dia tidak akan membiarkan mu sedih" lanjut anggi.
anjani menatap dion, dia merasa alina akan bahagia kalau hidup bersama dion.
" alina ini nggi.. dia sangat mandiri, agak keras kepala dan sangat menyayangi keluarga oh iya satu lagi dia pekerja keras" anjani memberikan penjelasan tentang alina pada anggi dan hamzah.
Acara makan malam berjalan lancar, hubungan dion dan alina pun akan di mulai dari malam ini.
dion tau kalau dia menyukai alina saat pertemuan pertama mereka, dion menyelidiki siapa alina dan dengan mudah mendapatkan informasi.
Tapi tak menyangka jalan hubungan nya dengan alina akan semudah ini, ayah dan ibu nya sudah mengatur perjodohan dengan anak rekan bisnis untuk memperluas jaringan kerja, ternyata om anton adalah rekan bisnis ayahnya.
__---___---____----___----____---___----_____-
Minggu pagi alina menyempatkan diri nya untuk berjoging di taman dekat rumah, banyak orang berkumpul disana, banyak penjual jajanan berjejer.
Setelah berlari lari santai.. alina merasa sudah sedikit lapar, dia bergerak menuju gerobak penjual bubur.
" Satu porsi bubur bang.. komplit ya, minum nya teh hangat bang".
sambil menunggu bubur disiapkan alina membuka ponsel nya. ada pesan masuk dengan menggunakan nomor tak di kenal
[ apa kabar lin, long time no see]
__ADS_1
dahi alina berkerut memandang pesan itu, tapi tak mau ambil pusing dia membiarkan pesan itu tanpa membalas nya.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺