Cinta Alina

Cinta Alina
Rencana alina


__ADS_3

Alina sedang duduk di halaman belakang rumah, setelah pulang dari rumah sakit alina bersantai sambil menunggu dea yang di jemput oleh rudi.


Dalam misi mempertemukan dion dan selena , alina sedikit memutar otak bagaimana agar dion mau menerima permintaan selena.


' semoga ini jalan untuk memperbaiki hubungan kami, agar tak ada lagi dendam di masa depan' batin alina.


" wooii... mikirin apa lu" dea menepuk bahu alina setelah beberapa kali memberi salam tapi alina tak menghiraukan nya.


" ehh.. kapan sampai lu, ngagetin gw aja" sapa alina pada sahabatnya, alina memeluk dea yang terlihat lebih segar dari pada terakhir mereka bertemu.


" sudah tiga kali memberi salam gw.. lu bengong aja, apaan coba yang di lamunin.


Alina sampai kaget karena orang yang di tunggu sudah ada di hadapannya.


"de.. lu mau santai di sini atau kita masuk kali aja lu mau istirahat"


" Boleh deh, capek gw.. lagian gw di jemput sekarang apa gak kecepetan lin, kapan sih lu nikahannya?"


" minggu depan, keberatan lu di jemput lebih awal?"


" heheheh... gak kok lin, gw kan harus ada di dekat lu lebih awal agar bisa merasakan kebahagiaan lu lebih dini"


" kata kata lu de... " alina menggelengkan kepala melihat tingkah dea yang tak pernah berubah sejak dulu.


Alina dan dea berjalan menuju kamar alina yang ada di lantai dua, tapi dea merasa keberatan kalau tidur bersama alina karena pada kenyataannya alina harus menyiapkan kamarnya untuk malam pertama nanti bersama dion.


" disini ada kamar tamu gak lin.. ?"


" ada.. tapi lu tidur sama gw aja, gw kangen sama lu.


Banyak hal yang harus gw ceritain" rengek alina.


" gak bisa lin.. lu harus nyiapin kamar lu buat suami lu nanti, habis nikahkan lu sama pak dion akan tidur di kamar ini"


" trus apa hubungannya... gw nikah minggu depan dea, lu bisa tidur dulu disini entar lu bisa pindah pas sehari sebelum gw nikah"


alina sudah dalam mode tak bisa di bantah, banyak hal yang ingin alina ceritakan kepada dea, sehingga sedikit kecemasan hati alina sedikit bisa berkurang.


___----____-----____-----_____-----_____


" lu sudah yakin lin untuk mengatur pertemuan pak dion dengan mantan pacarnya yang sudah begitu jahat sama lu, gw takut lu bakalan di tikam lagi dari belakang. Pak dion juga masih.. bukan masih tapi kemungkinan masih menyimpan rasa sama tu bule"


" gw gak mau dia dendam sama gw dan dion yang akan mengancam masa depan rumah tangga kami de, gw hanya ingin mengamankan masa depan perkawinan gw.

__ADS_1


Kalau semua rencana gw berhasil, maka selena bukan ancaman lagi tapi dia bisa jadi teman buat gw dan dion"


" pokoknya lu harus berhati hati, siapa tau dia hanya memanfaatkan lu untuk bisa menemui pak dion.


Gw akan dukung lu sepenuh hati gw".


Obrolan ini terjadi saat alina dan dea menuju Rumah sakit, alina sengaja mengajak dea ke tempat kerjanya agar setelah pulang mereka akan ke butik untuk mencoba kebaya yang di siapkan alina untuk dea.


" lu bisa duduk disini, sambil nonton gw kerja" alian tersenyum melihat dea yang cemberut.


" ngapain juga gw nontonin lu kerja, bosan tau lin.. gw boleh ijin keliling rumah sakit ini gak" pinta dea.


" boleh sih.. tapi harus dengan seseorang" alina kemudian mengambil ponsel di dalam tasnya.


Alina menelpon rudi, alina mau rudi yang menemani dea jalan jalan. Setelah mendengar cerita dea waktu itu tentang perasaan dea pada asisten pribadi dion itu maka alina memutuskan untuk membuat hubungan dea dan rudi lebih dekat.


' rud.. kamu sibuk gak?'


' saya sedang mengikuti rapat dengan pak dion nona alina'


saat dion mendengar nama pujaan hatinya di sebut oleh rudi dion langsung merampas ponsel rudi.


' hallo lin... kenapa kamu menelpon rudi, ada masalah apa sehingga kamu menghubungi rudi'


' eh.. kenapa kamu mau pinjam rudi, kamu ada hubungan apa sama dia'


' ihhh... ini untuk dea mas, aku mau meminta rudi untuk menemani dea jalan jalan di sekitar sini'


' oohhh.. aku kira'


' sudah deh mas gak usah curigaan, trus sekarang kamu bisa gak meminta rudi menemani dea'


' sesuai perintah mu nyonya alina dion dirgantara hamzah'


' ih mas baik bangetttt.. terimakasih ya mas, love you'


' love you too honey'


Setelah sepuluh menit alina menunggu orang yang akan menemani dea jalan jalan akhirnya rudi datang dengan wajah kaku seperti biasa.


" pagi nona alina, apa yang bisa saya bantu"


" hai rud... maaf merepotkan mu, mau gak kamu menemani dea jalan jalan sekitaran rumah sakit atau kemana aja yang penting dea gak mati bosan menunggu saya kerja"

__ADS_1


" baik nona alina" rudi kemudian memandang dea yang kaget dengan kehadirannya.


" eh lu cepetan.. malah bengong" alina gemas dengan dea yang hanya diam memandang rudi.


" gw bisa jalan jalan sendiri, kenapa harus repot repot meminta pak rudi menemani gw"


" bawel lu.. pergi gak lu, kasian tu rudi udah nungguin lu"


Dea hanya bisa mengikuti tour guide nya tanpa bisa menolak apalagi menghindar. Saat rudi menjemputnya pun rudi tak terlalu banyak bicara padanya, dea hanya takut dia membuat kesalahan pada rudi sehingga rudi irit bicara.


" Setidaknya kamu jelaskan kemana arah tujuan kita ini" dea memulai berbicara dengan pelan.


" kemana lagi kalau tidak ketaman dekat sini, ini terlalu pagi untuk ke mall atau mengajak makan karena saya tau kamu pasti sudah sarapan"


Dea terperangah mendapatkan jawaban panjang lebar dari rudi, saat diam rudi nampak sangat keren di mata dea tapi melihatnya bicara panjang lebar seperti itu dea merasa kalau rudi sangat tampan.


' jantung gw gak bisa menahan debaran ini.. kenapa gw gugup di liatin sama rudi,tenang dea..tenang....' batin dea


" kenapa?!, ada yang salah sama muka saya.. kok bengong ngeliatin saya" tanya rudi heran.


Rudi sengaja tak memberikan gerakan apa pun pada hubungan yang akan di bentuk dengan dea, setelah pembicaraan di mobil saat mengantarkan dea dulu, Rudi tak pernah lagi mengungkitnya tapi dia sudah menyusun sedikit rencana untuk dea.


----___---___---___---____-----____----___----


Setelah dion menyelesaikan rapat dia segera menuju ruangan alina, saat rapat tadi dion mendapatkan pesan dari alina untuk mereka makan siang bersama hari ini.


Rapat selesai dengan sedikit kemarahan dion pada semua kepala bagian, ditambah kekesalan nya pada rudi yang harus meninggalkan rapat tapi dia tak bisa menolak permintaan alina.


" mas.. kok muka di tekuk gitu, kenapa?" melihat alina saja kemarahan nya sudah hilang, wajah yang cantik dengan tatapan mata yang teduh membuat dion tak mampu untuk tak menatapnya lama..


" cuma lelah saja.. tapi setelah melihat mu rasa lelah ku sudah lenyap seketika" jujur dion.


" jangan pakai gombalan mas... akunya udah cinta juga, gak akan membatalkan acara pernikahan kita minggu depan"


" aku bicara jujur sayang, kamu sudah selesai?"


" iya sudah.. kita makan di luar ya, kamu gak takut diare lagikan makan bareng aku" Alina mengerlingkan matanya.


" ya gak lah sayang, tapi aku gak makan pedas ya"


" iya sayang... maaf sudah membuat mu jadi sakit"


Mereka jalan bergandengan tangan menuju parkiran mobil dion. Alina sudah mengatur pertemuan dion dan selena di restoran nanti tapi alina tidak menjanjikan kalau permintaan selena akan di setujui oleh dion.

__ADS_1


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


__ADS_2