
"Dee... gimana keadaan lu sekarang? maaf gw agak sibuk baru bisa nengok sekarang"
Alina masuk ke ruang rawat dea, merasa bersalah karena setelah kejadian dion mengerjai nya dia tidak sempat lagi menghubungi dea.
" gw udah lebih baik.. bisa boleh pulang mungkin lin, gw udah capek di tempat tidur" dea sudah merasa sangat bosan tiga hari di rawat.
" gw cek bentar hasil rontgen dan pemeriksaan lainnya ya.. " alina membuka rekam medis milik dea, mencek semua kondisi dea berdasarkan hasil pemeriksaan terakhir.
" semua pemeriksaan hasilnya normal de.. sekarang lambungnya masih terasa perih gak, ada terasa mau muntah atau kepala masih berasa pusing?"
" gw udah gak pusing, mual ataupun sakit di daerah lainnya. Boleh pulang ya lin.. pliss"
" okey boleh pulang dengan syarat lu harus menjaga pola makan, jangan lagi ada kata NANTI AJA BELUM LAPAR"
" Gimana bisa gak.. nanti gw kasih obat cukup untuk satu bulan, kalau ada keluhan apapun lu harus kasih tau gw"
" Siappp bu dokter"
alina menyiapkan obat untuk persiapan dea pulang, aturan minum obat dan beberapa makanan untuk menemani nya saat di perjalanan.
" nanti rudi yang mengantarkan kamu sampai ke rumah, sekarang dia masih mengerjakan tugas dari dion"
" gak ada sopir lain ya lin.. "
" kenapa lu gak suka kalau rudi yang nganterin, tadinya gw mau nyuruh pak sur yang nganterin tapi rudi menawarkan diri untuk nganterin lu"
" tunggu tunggu apa ada sesuatu yang gw lewatin, yang gak lu ceritain ke gw ??" selidik alina menatap wajah dea yang terlihat sendu.
dea menghela nafas untuk memulai ceritanya.
" lin... saat beberapa hari bersama rudi, gw ngerasa nyaman banget. Ada bagian kosong di hati gw yang terisi, gw takut jatuh lagi lin.. gw gak mau sakit lagi jadi untuk saat ini gw mau menjauh dulu dari rudi takut gw baper sendiri"
"oh gitu to.. rudi itu kan jomblo de, ya gak masalah juga kalau lu pepet dikit"
" gak.. gw masih trauma, lagian gw ini janda lin.. mana mau dia sama gw yang udah gak bersegel"
" lu kan belum tau hati rudi gimana.. kalau rudi juga naksir sama elu gimana? "
" mana mungkin lin.. dia tampan, mapan nggak ada kekurangan sedikitpun. mana mau dia sama janda miskin jelek kayak gw. Sadar dirilah gw, mending menjauh dari pada sakitnya berkali-kali lipat saat nanti kecewa karena cinta"
__ADS_1
" ya sudah terserah elu.. gw dukung aja gimana baiknya, tapi satu pesan gw jangan lupa cara membuka hati. Masa lalu adalah pembelajaran untuk kita agar tidak salah dalam melangkah kedepan tapi jangan sampai masa lalu membuat kita berhenti untuk melangkah ke depan"
Alina memeluk erat sahabatnya ini, tak tega untuk melepaskan dea kembali ke kota C yang mengharuskan dea membanting tulang memenuhi segala kebutuhan keluarga dan dirinya sendiri.
Di balik pintu ruang rawat dea, rudi mendengarkan percakapan dua sahabat itu. Rudi merasa bahagia sekaligus sedih, bahagia ternyata dea menyukainya sedih karena masih belum bisa membuat dea bahagia. Rudi harus menyelesaikan permasalahan yang ada sebelum membawa dea masuk dalam kehidupan nya.
tok.. tok.. alina dan dea menoleh bersamaan dengan suara pintu yang di ketuk dari luar,
" masuk rud.. dea sudah siap, tolong ya antar dea dengan selamat sampai ke rumah" alina menyerahkan tas yang berisi pakaian dea pada rudi
" de lu mau pakai kursi roda atau bisa jalan"
" gw bisa jalan lin, gw juga harus meregangkan otot otot kaki gw biar gak terlalu kaku"
" tenang dokter alina, saya akan menjaganya dengan baik" rudi membuka pintu untuk dea.
" gw gak ngantar ke depan, masih ada kerjaan.. sekali lagi saya ucapkan terimakasih rud , titip dea ya"
Rudi dan dea sudah berada di parkiran rumah sakit, dea memilih duduk di kursi belakang. Merasa takut duduk berdekatan dengan rudi, takut jantungnya tidak bisa di ajak bekerjasama.
" mbak dea bisa duduk di depan, saya bukan supir anda" rudi membukakan pintu mobil depan untuk dea.
" eh.. pak rudi, ma.. maaf saya boleh disini aja"
" saya juag bukan mbak mu, jadi panggil saja dea " dea menghentakkan kakinya untuk berpindah ke kursi depan, dengan wajah yang di tekuk,
" good" rudi menutup pintu dan beralih membuka pintu mobil sebelahnya dan duduk di balik kemudi.
"de.. " rudi mendekat ke arah dea mendekati wajah dea hanya tersisa jarak beberapa senti, dea menahan nafas kaget dengan tingkah rudi yang mendakatinya.
" pasang sabuk pengamannyaa.. biar kamu sampai dengan selamat" ternyata rudi memasangkan sabuk pengaman untuk dea, jantung dea sudah berdetak tak karuan.
" saya bisa pasang sendiri.. " ketus dea.
Rudi hanya tersenyum samar. Dea menetralisir jantung nya dengan menatap ke arah jendela.
bisa bisanya gw memikirkan hal hal yang tidak mungkin.. bodoh kamu dea.. dea bergumam dalam hati merutuki ke bodohannya dengan mudahnya dea di kerjai oleh rudi.
Sepanjang jalan mereka lewati dengan kesunyian. Tak ada yang mau membuka suara.
__ADS_1
" ekkhhhmmm.. de kita sudah di batas kota, rumah kamu dimana?"
" sekitar tiga puluh menit lagi, nanti kalau udah deket saya kasih arahan"
" oh okeylah"
tiba tiba dea merasa lapar, dea membuka roti yang di berikan alina tadi. Roti isi keju kesukaan dea, temannya ini paling tau kesukaan dea.
" kamu mau rud.. " dea menawarkan roti yang dia pegang belum di makan oleh dea.
" aaaakkk.. " rudi membuka mulutnya, dea terdiam bingung harus bagaimana.
" aku gak bisa makan de lagi nyetir.. kamu harus nyuapin aku"
Rudi menerima suapan roti keju dari tangan dea, makan dari tangan dea membuat roti keju berasa lebih manis.
Rudi menunggu suapan roti selanjutnya tapi dea tak memberikannya, lama menunggu rudi menoleh pada dea.
" dea saya mau lagi, mana rotinya?"
" kamu lapar apa doyan, roti ku sudah habis" sebenarnya dea menikmati waktu kebersamaannya dengan rudi, dengan menyuapi rudi suasana dimobil sedikit lebih mencair.
"ada minumnya gak de.. saya keselek"
dengan cepat dea membuka botol air mineral dan menyerahkannya pada rudi, rudi hampir menghabiskan isi air di dalam botol.
" aku juga mau loh rud... kamu menghabiskan semua milik ku"
"maaf.. maaf.. kita mampir ke supermarket deket sini ya kita beli lagi"
" tapi de.. masih ada yang lain kok belum habis semuanya, aku mau minta boleh?"
" mau apa lagi?" tanya dea heran
" hati kamu" rudi mengerlingkan matanya pada dea.
" hati.. kamu minta hati ku??"
" kesalahan terbesar ku adalah percaya pada orang yang baru aku kenal dulu, aku tidak akan mengulangi kesalahan di masa lalu". lanjut dea.
__ADS_1
" tapi aku tidak meminta itu sekarang, akan ada masanya aku datang dengan seluruh cinta yang ada di hatiku untuk menyatukan dengan hatimu"
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺