
" silahkan dokter alina, saya ada dikamar sebelah kalau anda perlu sesuatu silahkan panggil saya" rudi meninggalkan alina di kamarnya di kediaman keluarga dion di belanda.
Alina tiba di belanda setelah lima belas jam penerbangan. Keluarga hamzah memiliki sebuah rumah dan beberapa apartemen di kota Amsterdam, alina memilih tinggal di kediaman keluarga hamzah di Amsterdam, disana ada adik dari dion mita yang masih menjalani kuliahnya.
Sedangkan dion lebih memilih tinggal di apartemen dekat perusahaan agar memudahkannya bekerja. Apartemen dion ke perusahaan hanya memerlukan waktu sepuluh menit, permasalahan di perusahaan perlahan sudah dapat di atasi oleh dion akan tetapi bisnis senjata api dan hubungannya dengan para mafia di belanda sedikit menyulitkannya.
Perlu waktu untuk negosiasi dengan para petinggi gangster untuk mengalihkan pasar senjata api.
Ketua mafia yang akan menggantikan penyulundupan senjata adalah ayah dari selena, selena orang yang pernah dion cintai. Selena yang bertubuh tinggi padat dan berisi pada bagian dada dan ******, bukan itu yang membuat dion terpikat pada selena tapi kemampuan negosiasi dan kepintarannya dalam mengelola bisnis.
Adanya kontrak bisnis dengan juan Carlos membuat dion kembali bertemu dengan selena, walaupun rasa sakit masih menyelimuti hati dion karena selena yang mengkhianati nya tapi pengaruh selena masih sangat besar, baru seminggu dion berkomunikasi dengan Selena dia sudah hampir kehilangan kendali atas hatinya.
Selena yang sudah membuat janji dengan dion untuk makan malam bersama menyiapkan gaun terbaiknya, dia harus mendapatkan dion kembali. Dion yang berasal dari keluarga kaya dan selena yang berasal dari keluarga mafia yang berpengaruh di kota Amsterdam akan sangat baik kalau bisa menyatukan dua kekuatan besar ini.
Rencana ini sudah tercium oleh anggi dan hamzah, anggi harus secepatnya menjauhkan dion dari selena kalau tidak masalah ini akan sangat sulit di atasi oleh hamzah karena akan mempengaruhi hubungan bisnisnya dengan juan.
Alina yang sudah mendapatkan kabar kalau ada acara makan malam antara dion dan selena dia harus bersiap menggempur rencana selena malam ini dan akan mengambil kembali calon suaminya itu.
Alina tau wanita seperti apa yang harus di dia hadapi, cinta yang tulus mungkin bisa membawa dion kembali padanya.
Dion dan selena sudah berada di restoran yang berada di kota Amsterdam, suasana yang romantis dengan lilin kecil menghias meja.
Disaat dion dan selena menikmati makan malam , tiba tiba dion terperangah melihat wanita yang ada di hadapannya saat ini.
" hai mas.. bisa ikut gabung disini" alina dengan menggunakan gaun merah datang mengejutkan dion.
deg.. deg.. deg.. jantung dion terasa berhenti melihat alina berada di tempat yang sama dengannya.
Alina menarik kursi yang ada di sebelahnya dan duduk tanpa menunggu jawaban dari dion.
" alina kamu disini.. dengan siapa?" dion menjawab dengan terbata.
" tenang lah mas.. bagaimana surprise ku?" alina tersenyum miring menatap dion
" kamu tidak mengenalkan ku dengan dia, hebat sekali mas tanggal pernikahan sudah di tentukan kamu disini bersama seorang mantan"
" siapa wanita ini dion?" selena merasa terganggu dengan kehadiran alina di acara makan malamnya bersama dion
" sel.. ini alina calon istri ku, lin ini selina teman ku "
__ADS_1
" hai selina, maaf mengganggu makan malam kalian tapi karena kebetulan aku sedang lapar maka ijinkan aku ikut makan malam bersama kalian"
" mas pesankan aku makan seperti punya kamu aja" alina mengerlingkan matanya.
selena tak menyangka dion sudah merencanakan pernikahan, tapi ini tidak membuat selena gentar dia bersikap setenang mungkin. Seperti halnya alina yang terlihat tenang menghadapi suasana yang terasa panas.
" Saya sudah selesai mas.. saya akan pulang duluan" alina berdiri namun tangan alina di cekal oleh dion.
" kita pulang bersama, aku mengantarkan selena dulu ke apartemen nya"
" aku kesini bersama rudi, jadi aku akan pulang bersama dengan rudi"
" tolong alina.. menurut lah dengan ku"
" oh ya.. aku harus menurut dengan mu, aku baru ingat status ku kalau aku adalah calon istri mu"
Dion merasa tersentil dengan jawaban alina, dia harus segera meluruskan masalah ini dengan alina dan selena.
Alina membuka pintu mobil duduk di samping dion, selena menghentakan kakinya merasa kalah telak di pertemuan pertama.
Dion mengemudi dengan kecepatan tinggi, hatinya merasa tak nyaman dengan suasana di dalam mobil.
dion tersenyum kecut menanggapi tingkah alina, dion merasa singa betina di sampingnya ini hanya memberikan ketenangan sementara tapi akan segera mengamuk di saat yang tepat.
eekkhhmmmm... selena merasa gerah dengan adegan yang di lakukan dion dan alina.
" aku masih disini dion, bisakah kalian bersikap biasa saja"
" oh maaf nona selena kalau anda merasa tidak nyaman, apa apartemen mu masih jauh?"
" turunkan saja aku disini dion, kalian seperti tidak sabar untuk aku bisa pergi dari sini"
" jangan salah sangka sel.. alina tidak bermaksud seperti itu" dion mencoba menenangkan selena, dia merasa alina mencoba menabuh genderang perang dengan selena dan ini tidak baik untuk alina, selena bisa melakukan apapun untuk mengalahkan lawannya.
Setibanya di apartemen selena, selena segera turun dan membanting pintu mobil dion, dion segera menyusul selena yang terlihat marah.
" sel.. tunggu sebentar" dion mencekal pergelangan tangan selena.
" sebenarnya aku sudah bertunangan dan akan segera menikah dengan alina, aku mohon kamu mengerti hubungan kita tidak bisa lebih dari pada sekedar teman"
__ADS_1
" tapi aku masih mencintai kamu, kita akan memulai dari awal lagi"
selena menarik dion dan memeluknya erat. Dion yang merasa tidak nyaman dengan tindakan tiba tiba selena mencoba menjauhkan tubuhnya.
" Tidak sel.. aku tidak bisa, maaf aku harus kembali"
" aku akan menyingkirkan calon istrimu dion, jangan salahkan aku" selena menyeringai.
alina yang mendengarkan percakapan dari balik dinding lobi apartemen merasa tertantang dengan ucapan selena yang ingin mencoba menyingkirkannya.
" oh ya.. anda akan menyingkirkan saya nona selena, sepertinya seru.. " alina tersenyum sinis dan berbalik meninggalkan dion karena alina sudah menelpon rudi untuk menjemputnya.
Dion yang tak mengira alina akan mengikutinya sedikit terkejut karena alina menyela percakapannya dan selena.
" bagus.. sepertinya calon istrimu punya nyali menghadapi ku dion"
" jangan coba coba menyentuh alina.. aku mohon hubungan kita sudah lama berakhir jadi biarkan aku memulai cinta yang baru dan kamu akan mendapatkan orang yang lebih dari aku sel.. "
" tidaaaakkkk dion kamu harus menjadi milikku" selena pergi meninggalkan dion dengan berurai air mata, dia tidak ingin melepaskan dion hatinya masih menginginkan dion menjadi miliknya.
Dion menyusul alina ke mobil, namun tidak mendapati alina disana, mencoba menghubungi ponsel alina tapi tak di angkat.
Tak mendapatkan hasil kemudian dion menghubungi rudi, dalam sambungan ke dua baru rudi mengangkat telponnya.
' dimana alina rud??'
' maaf tuan dokter alina sedang tidak ingin bicara dengan anda'
' alina atau saya yang menggajih kamu, cepat berikan telpon nya pada alina'
' maaf tuan'
sambungan telpon dimatikan oleh rudi secara sepihak.
"berani sekali dia menutup telpon dari ku, awas kamu rudi" gumam dion.
Malam ini dion tidak bisa memejamkan matanya, alina masih tidak mau bicara dengannya dion bisa saja menyusul alina ke rumah utama tapi dion ingin menjernihkan pikirannya dan alina bisa menenangkan perasaanya.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️🍀☘️☘️🍀☘️☘️☘️☘️☘️
__ADS_1