Cinta Alina

Cinta Alina
Kembali Pulang


__ADS_3

" Bangunkan dia.. " selena memerintahkan orangnya untuk menyiram alina dengan air dingin.


Mata alina mengerjap, pandangannya masih sedikit buram. Alina memperhatikan ke sekeliling ruangan dan melihat orang berpakaian preman yang memegang botol air dingin.


" Alina putri anjani.. seorang dokter yang bekerja di rumah sakit Hamzah medika, seorang wanita yang berani menantang ku dan ingin merebut orang yang aku cintai"


Selena menarik rambut alina dan menampar pipi alina.


Darah merembes dari sudut bibir alina.


" kalau kamu berani lepas ikatan ku, melawan mu adalah hal kecil bagi ku.. jika dion tidak datang dalam waktu satu jam dari sekarang maka kau berhak atas dion kembali dan aku akan mundur tapi jika dion datang dalam waktu satu jam dari sekarang kau akan aku kirim ke neraka" alina tertawa melihat perubahan raut muka selena.


brakk... pintu ruangan itu terbuka, satu persatu orang suruhan selena tergeletak.


Dion menodongkan senjata ke arah selena.


" kau berani bermain kotor selena, lepaskan ikatannya"


dengan tangan gemetar selena membuka ikatan alina ditambah seluruh anggotanya terkapar tak berdaya, selena tau dirinya tak akan selamat dari dion tapi selena masih bisa mengharapkan bantuan dari ayahnya.


plakk.. satu tamparan menyasar ke wajah selena, tamparan yang datang dari juan karena selena telah membuatnya malu dan bertindak sesuka hati tanpa perduli konsekuensi yang akan dia dapatkan.


" aku serahkan anakmu, jangan sampai dia mati di tangan ku. Aku masih menghormati mu karena kau adalah rekan bisnis ku tapi selena telah berbuat di luar batas dengan menculik calon istriku" juan tak dapat berkata apa pun lagi dia hanya bisa meminta maaf untuk selena.


Dion meninggalkan selena dan juan di rungan pengap itu dan ingin membawa alina kembali ke apartemen miliknya.


Alina menghempaskan genggaman tangan dion, alina masih marah atas perlakuan dion tadi pagi padanya.


" aku akan pulang ke Indonesia, silahkan kau lanjutkan pekerjaan mu"


" alina masuk ke mobil.. tolong jangan membantah ku kali ini"


Alina tak bergeming semua yang terjadi membuat hatinya sangat sakit, untuk kembali bersama dion sangatlah tidak mungkin. Alina perlu menjauh dari dion dan menjernihkan pikiran nya.


Alina sedikit kaget melihat mobil yang berhenti tepat di hadapannya. Gavin keluar dari mobil beserta asistennya.


" alina kita pergi, untuk apa bersama orang yang tak bisa menjagamu" gavin merangkul bahu alina untuk masuk ke mobilnya dan akan langsung ke bandara untuk pulang ke indonesia.


" gavin.. jangan coba mengambil kesempatan dalam hubungan kami yang sedang tidak baik" dion menahan tangan alina untuk ikut bersama gavin.


" kau sudah ku beri kesempatan untuk membuatnya bahagia tapi apa yang ku lihat sekarang sudah tidak bisa lagi ku biarkan "

__ADS_1


" alina tolong maafkan aku" dion memohon untuk mempertahankan hubungan yang sebentar lagi akan mereka resmikan menjadi sebuah pernikahan.


Alina tak bisa menjawab apa pun sekarang, matanya sudah memanas dan airmata pun sudah membasahi pipinya.


" aku akan ikut pulang bersama gavin ke Indonesia dan tolong jangan mencari ku dulu sampai aku sendiri yang memanggilmu untuk bicara dan menyelesaikan semua masalah kita"


Alina dan gavin segera masuk ke mobil, dion sudah tak bisa mencegah kepergian alina. Dion sadar akan tempramennya yang tak terkendali membuat alinanya pergi dan masa lalu yang membuatnya semakin terjebak.


" Tuan sebaiknya kita bereskan masalah disini secepatnya dan kita akan segera pulang ke indonesia" rudi memberikan saran terbaik untuk tuan nya yang sangat terpuruk.


Dion tau tak ada yang bisa dia lakukan selain membenarkan perkataan asisten setianya ini.


" ayo selesaikan sekarang juga dan kembali malam ini ke Indonesia jika memungkinkan"


Di rumah utama ada mita yang sedang menelpon bundanya untuk menceritakan kejadian saat dion dan alina bertengkar, mita yang sudah siap untuk mengajak alina pergi malah melihat pertengkaran hebat antara dion dan alina, setelah beberapa jam mita melihat alina datang masuk ke kamarnya dan keluar dengan membawa koper keluar dari kamar dengan mata yang memerah dan pipi yang membiru. mita bertanya apa yang terjadi namun alina hanya diam dan masuk ke dalam mobil yang sudah menunggunya di halaman depan.


anggi memijat pelipisnya yang berdenyut setelah mendengar cerita dari mita, dia belum mendapatkan laporan apa pun dari rudi yang di tugaskan menjaga keamanan alina.


anggi segera menelpon dion untuk memastikan keadaan alina, di panggilan ke tiga telpon baru di terima oleh dion.


' dion apa kamu dan alina bertengkar, apa yang terjadi disana sehingga kalian bertengkar?'


' bun... alina segera kembali ke Indonesia dan aku juga akan segera pulang untuk menyelesaikan masalah kami, jadi nanti akan aku ceritakan semuanya ke bunda'


dion diam lama untuk menjawab pertanyaan dari ibundanya


' dion.. jawab bunda'


' alina baik bun.. dia pulang bersama gavin'


' gavin? siapa gavin?'


' temannya bun.. nanti dion ceritakan lagi saat aku sudah pulang bun, aku harus selesaikan masalah disini dulu'


' baiklah.. jaga dirimu baik baik sayang'


anggi merasa ada yang tidak beres dengan alina dan dion dan kecemasan anggi tentang selena yang akan berbuat jahat pada alina.


Sedangkan alina hanya bisa menatap awan lewat jendela pesawat, alina enggan untuk berbicara saat ini.


" lin.. kamu mau minum atau makan?" gavin berusaha mengalihkan alina dari lamunannya.

__ADS_1


" aku mau minum saja vin" gavin menyerahkan air di dalam botol yang di terimanya dari pramugari.


Alina minum dan menghabiskan isi air di dalam botol. Tenggorokannya terasa kering, kepalanya terasa pusing dan luka di sudut bibirnya sedikit perih, bekas tamparan di wajah alina sedikit membiru.


Ini tak akan bisa hilang dengan cepat, alina berpikir untuk menginap ke hotel dulu sementara menyembuhkan lebam pada wajahnya.


" kamu baik baik saja lin?"


" ya aku baik baik saja, selain lebam pada pipi ku. Sepertinya aku belum bisa pulang ke rumah vin, nanti tolong antarkan aku ke hotel dekat bandara saja, aku akan mengobatinya dulu"


" pulang ke apartemen ku saja lin, disana akan ada pelayan untuk membantumu"


alina menggeleng, dia tidak mau merepotkan gavin dan ini tidak baik untuk hubungannya dengan dion.


" kenapa?! kamu takut tinggal bersama dengan ku?"


" itu tidak baik vin.. biar bagaimana pun aku dan dion sudah bertunangan, aku tidak ingin di cap sebagai wanita yang tidak baik karena tidur di apartemen laki laki lain"


gavin menghela nafasnya, ini memang tidak mudah tapi dia harus berusaha untuk meyakinkan alina untuk kembali bersamanya, gavin siap menikahi alina kalau alina mau tapi ini bukan waktu yang tepat untuk mengatakan semua isi hatinya.


"baiklah.. aku akan menghargai segala keputusan mu"


Sesampainya di bandara kota A alina di antarkan oleh gavin ke hotel terdekat sekitar sana.


" beristirahat lah.. kamu perlu obat lin aku akan ke apotek untuk membelikannya"


" iya vin.. sebentar aku catat apa yang harus kamu beli" alina mengeluarkan kertas dan pulpen yang ada di tas nya dan menuliskan apa saja yang di perlukannya.


Gavin segera pergi mencarikan obat yang di perlukan alina, tapi gavin sadar akan alina yang tidak makan sedikit pun, gavin berbelok untuk membeli makanan cepat saji, satu buah burger dan ayam goreng.


" Terima kasih vin.. " gavin memberikan obat dan makanan kepada alina,.


" makan dulu sebelum minum obatnya"


gavin membuka bungkus makanan dan memberikan nya kepada alina.


Alina makan dengan lahap, ternyata perutnya terasa lapar setelah menghadapi berbagai masalah. Gavin tersenyum melihat alina memakan makanan yang di belikannya dengan lahap.


"cepat sehat dan kita selesaikan masalah ini, aku akan merebutmu dari dion"


Alina terpaku menatap mata dengan seribu ketulusan yang dimiliki gavin.

__ADS_1


🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇


__ADS_2