
Kepergian dion dan pulangnya dea ke kota C membuat alina sedikit merasa sepi. Sudah seminggu dion berada di belanda tapi hanya ada satu pesan masuk dari dion, tak ada telpon ataupun video call.
Tak ingin terlalu larut dalam pemikirannya alina lebih menyibukkan diri dengan mengikuti seminar di luar kota, ikut melakukan bakti sosial yang di adakan rumah sakit untuk membantu korban bencana dan jangan lupakan pekerjaannya di rumah sakit sebagai dokter yang harus mengobati para pasien yang datang silih berganti.
Yang alina sadari setiap pergerakannya di awasi oleh dion, seorang laki-laki muda menggunakan hoodie hitam yang selalu ada di sekitar alina merupakan orang suruhan dion untuk menjaganya.
Alina yang baru saja menyelesaikan tugasnya di poliklinik harus segera pulang karena berlian sakit dan harus segera di lakukan pemeriksaan oleh alina.
Alina yang merasa kasihan pada laki-laki yang mengawasinya memberikan perintah untuk ikut pulang bersamanya ke rumah, ya setidaknya laki-laki ini bisa sedikit beristirahat saat di rumah.
"kamu.. ikut saya" tunjuk alina pada seorang laki-laki ber hoodie yang sudah seminggu ini mengawasinya.
" baik nona..saya menggunakan mobil sendiri " laki-laki itu mengikuti alina dari belakang.
Dua buah mobil yang beriringan membuat anjani heran, siapa yang datang bersama alina.
" sayang.. kamu pulang bersama siapa??"
" tanya sama dion aja ma.. alina gak tau, gimana keadaan berlian ma?"
" sudah tidak muntah tapi badannya masih panas" mama sedikit lega karena alina sudah ada di rumah.
alina melangkah menaiki anak tangga namun segera berbalik memanggil bik nah.
" bik nah.. tolong biatkan minum buat orang itu, kasih makan juga terus suruh dia istirahat di kamar tamu"
" iya non alina, siapa dia non.. ?" bik nah penasaran dengan orang yang datang bersama alina.
" orang.. bik" jawab alina seadanya.
' bibik juga tau non kalau dia orang' batin bik nah.
Berlian yang terbaring di tempat tidur terlihat lemah, adiknya yang biasa sangat cerewet tiba tiba-tiba tak berdaya.
"lian.. kakak periksa dulu ya" berlian hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju.
alina memeriksa tekanan darah, suhu tubuh, nadi dan pernapasan berlian.
__ADS_1
"Tanda-tanda vital normal, hanya perutnya sedikit kembung" alina memberikan berlian obat untuk meredakan demam dan kembung nya.
" kamu libur sekolah dulu, nanti kakak kasih tau ke sekolah kamu.. kegiatan yang padat juga harus di ikuti dengan pola hidup sehat, kamu pasti suka jajan sembarangan. Makanan yang tidak higienis membuat pencernaan kamu bermasalah dan menimbulkan infeksi sehingga kamu muntah dan demam"
"nanti kakak minta bik nah membuat bekal setiap hari untuk kamu, gak ada jajan sembarangan lagi. Sekarang kamu istirahat kakak juga mau bersih bersih udah lengket banget"
" terimakasih ya kak.. berlian sayang kak alina" alina mengusap kepala berlian dengan sayang.
" kakak juga menyayangi kamu.. cepat sehat ya "
alina membuka pintu kamarnya, segera melepaskan pakaiannya dan ingin berendam untuk menghilangkan penat setelah seharian beraktivitas.
tok.. tok.. pintu kamar mandi alina di ketuk oleh anjani
" alina.. kamu di dalam, ada tante anggi menunggu di luar"
" iya ma.. sebentar" alina bergegas menyelesaikan mandinya, alina bertanya tanya apa gerangan yang membuat calon mertuanya itu datang tanpa memberitahu terlebih dahulu.
" malam tan.. " sapa alina pada anggi yang masih terlihat cantik di usianya yang sudah tidak muda lagi.
" alina.. tante menelpon tapi kamu nggak angkat"
" sepertinya kamu harus menyusul dion ke belanda, ada masalah, hanya kamu yang bisa bantu menyelesaikan ini"
" tapi dion tidak mengatakan apapun tan.. dia tak menghubungiku sekali pun selama seminggu ini"
anggi menghela nafas.. sepertinya alina harus tau masalah ini, tapi takut alina tak bisa menerima kenyataan yang ada pada dion.
" begini sayang.. dion mempunyai masa lalu disana, dion tante bawa keluar dari belanda untuk menghapus perasaan dion pada wanita yang dicintainya dulu, wanita itu hanya menginginkan harta dan kekuasaan yang dimiliki dion"
" tante sudah mencari tahu semua tentang wanita itu, tante sudah mengatakan semuanya pada dion tapi dion masih tidak bisa menerima kenyataan kalau wanita itu tidak pantas untuk bersamanya"
" sampai pada akhirnya dion mendapati wanita itu bermesraan dengan laki laki lain di apartemen, dion mengalami depresi, dia mengurung diri dan menghindar dari kami orang tuanya"
" begitu sulit kami membujuknya untuk bisa keluar dari belanda dan menetap di Indonesia, sampai akhirnya kamu bertemu dengan dion dan mampu mengobati hati dion yang hancur"
" sekitar lima tahun yang lalu kami sudah pernah menjodohkan kalian, tapi waktu itu kamu masih belum bisa menerima perjodohan ini"
__ADS_1
"alina.. wanita itu kembali mendekati dion, sekarang kamu harus menjemput dion. Tante tidak mau dion jatuh kepelukan wanita itu lagi, sekarang hanya kamu harapan tante"
" tante alina tidak yakin untuk ini, tapi alina coba membantu, kalau dion tidak mengharapkan alina ada disana maka alina akan mundur. Alina tidak akan memperjuangkan orang yang tidak mau di perjuangkan"
anggi menggenggam erat tangan alina, memohon untuk bisa menolong dion.
"tante tau sekarang dion mencintai kamu, kamu sudah mampu menguasai hatinya. Tante hanya tidak ingin kamu terlambat merasakannya, besok kamu akan berangkat dengan rudi ke belanda, untuk pekerjaan kamu biar tante yang urus"
"anggi saya meminta keselamatan alina, saya tidak ingin anak saya mendapatkan masalah karena wanita itu" anjani akhirnya membuka suara setelah mendengar pembicaraan anggi dan alina.
Anjani tau bukan hal mudah untuk merebut dion dari wanita itu, yang terpenting alina harus mendapatkan perlindungan saat menjalankan rencananya ke belanda.
" tentu alina akan pergi bersama rudi dan beberapa orang ku ada disana" anggi meyakinkan anjani.
" baiklah saya harus pulang dulu untuk menyiapkan keberangkatan alina dan rudi, alina kamu tidak perlu membawa banyak pakaian nanti disana sudah di siapkan segala sesuatu nya"
" baik tan.. saya juga akan bersiap dulu"
setelah kepulangan tante anggi alina akan kembali ke kamar tapi dia teringat laki-laki ber hoodie.
alina memastikan kalau laki-laki tadi ada di kamar tamu, saat akan mengetuk pintu alina melihat pintunya sedikit terbuka, alina tidak menyangka orang yang memakai hoodie adalah gavin.
" gavin lu.. kenapa bisa ada di sini, kemana orangnya mas dion?" alina langsung menerobos masuk ke kamar setelah melihat orang yang memakai hoodie adalah gavin.
gavin terperangah melihat alina sudah ada di hadapan nya, dia lupa menutup pintu kamar.
"lin .. gw mau lu ikut bersama gw, anak yang di kandung agneta bukan anak gw.. mama sudah tahu kelicikan sandra, gw mau kita menikah"
" gila lu vin... gw udah mau nikah sama dion"
"bulshit lin gw tau dion sedang apa dengan wanita lain di belanda"
" kita akan ketemu di Belanda, gw akan lindungin lu disana"
Gavin pergi meninggalkan rumah alina, dia akan berangkat ke Belanda mengikuti kemanapun alina, gavin akan membuktikan dion bukan orang yang tepat untuk alina.
alina merasakan kaki nya lemas tak berdaya, keadaan seperti ini harus di hadapinya. Kenyataan ini bagai sebuah bom yang mampu meledakan kepalanya, perasaan alina menjadi gamang karena dion ternyata mempunyai wanita yang masih sangat di cintainya.
__ADS_1
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀