
Perasaan alina tak karuan dengan kejadian di ruang direktur, tapi dia harus profesional melayani pasien yang begitu banyak. Sadar akan tugas dan profesi yang dia pilih, pekerjaan yang tidaklah mudah berhubungan dengan nyawa manusia.
Tak menyombongkan diri setelah mewujudkan mimpi, alina tetap membumi.. dia setiap bulan nya selalu kepanti asuhan, memberikan makan kepada anak anak yatim untuk membersihkan sedikit rezeki yang dia dapat setiap bulan nya.
Jam makan siang sudah lewat, pasien di poliklinik nya sudah mulai habis.. buru buru alina ke kantin untuk mengisi perut nya yang terasa sangat lapar.
" saya ke kafetaria lantai 3 ya del.. kamu mau bareng saya makan siang?! " tanya alina pada asisten nya yang terlihat membereskan meja setelah selesai pelayanan.
"saya pesan online aja dok.. udah gak punya tenaga untuk sekedar jalan" adel menjawab dengan wajah lelah.
"okey.. bye adel"
ting ..suara lift terbuka, alina masuk ke dalam lift dia sadar penuh orang yang berada di dalam lift adalah dion beserta asisten pribadinya.
alina hanya mencoba menyapa dengan menganggukan kepala nya sedikit kepada deriktur baru uang kaku kaya kanebo kering.
Dion hanya diam, menganggap tak ada orang yang baru menyapa nya. Alina sudah mengumpat banyak nama hewan didalam hati nya. Sabar itulah yang alina ingat dalam otak nya.
Sesampainya di depan kafetaria alina langsung mengantri memesan makanan.
"soto ayam ya bu, minum nya air meneral satu plus jus mangga jangan ditambahkan gula dan susu"
alina duduk dengan santai sambil menunggu pesanan nya datang. menscroll layar hp nya membuka sosial media. Melihat ada chat dari dea yang sudah hampir 5 tahun ini tak bertemu karena dea mengikuti suami nya ke kota M.
[ lu sehat lin.. kangen bangeett tau ]
[ gw ada di kota A sekarang kita bisa ketemuan gak lin? ] dea
[serius lu ada di sini, bisa bisa kapan dimana??]
alina membalas chat nya dengan semangat.
"ini pesanan nya dok.. silahkan dimakan"
"ehh iya terimakasih mba.. "
''makanan nya sudah di bayar sama pak dion dok" mba pramusaji sambil mngarahkan mata nya ke dion yang duduk di ruang khusus direktur.
dahi alin berkerut, mata nya menatap laki laki yang dimaksud pramusaji tadi. alina menangkupkan telapak tangan nya tanda terimakasih pada dion.
"orang aneh" gumam alina
Selesai makan alina kembali ke ruangan nya. Alina tak menemukan adel disana. Alina duduk sambil menyandarkan kepala nya, memejamkan mata nya yang terasa mengantuk.
klekkk.. pintu ruangan alin terbuka, alin membuka mata nya terkejut melihat siapa yang datang.
"ekhmm.. "alina menetralisir suara nya
" silahkan duduk pak, ada apa ya pak? "
"saya hanya memastikan pegawai saya tidak pulang sebelum jam pulang"
__ADS_1
alina tersenyum masam, padahal niat nya setelah adel datang dia akan ijin sebentar keluar menemui sahabat nya.. ternyata bos baru ini tak membiarkan nya bebas begitu saja setelah kejadian tadi pagi.
"tentu pak.. jam sangat besar di ruangan saya tidak mungkin saya tidak melihat nya saat saya akan pulang"
"bagus kalau begitu.. "
"akan saya belikan juga jam besar untuk di rumah mu supaya besok pagi tidak datang terlambat"
"okey.. antarkan saja jam nya besok pagi kerumah saya"
ketus alina.
"dan satu lagi,hukuman atas keterlambatan mu hari ini adalah menemani saya rapat dengan seluruh petinggi rumah sakit, besok jam 2 siang" dion dengan wajah datarnya ke luar dari ruangan alina.
"apa apaan dia itu, seenak nya saja memerintah kan orang lain yang tak ada kaitan nya untuk mengikuti rapat" alina menggerutu dengan muka di tekuk.
"ada apa bos besar kesini lagi dok?? " adel tiba tiba muncul dari balik pintu.
"masuk pakai salam del.. ngagetin tau gak"
"iya iya.. assalamualaikum dokter cantik"
"aura aura nya si bos, pengen mempet dokter nih" adel tertawa.
"waalaikumsalam... adel bawelll"
"aura pala lu peyang, yang ada tuh ya dia cari masalah mulu sama saya"
alina melihat jam di tangan nya menunjukan jam 3 sore, sedangkan dia ada janji sama dea jam 4 di resto dekat rumah sakit.
"saya duluan ya del.. "
"cepet banget dok.. ada janji sama si bos ya "
" ya enggak lah.. gila aja saya janjian sama orang kaku kaya dia"
"awas nanti jatuh cinta loh dok, benci dan cinta tipis beda nya"
"banyak bacot del kamu.. "
"udah deh... assalamualaikum"
Alina masuk resto dan memilih tempat di lantai dua yang terbuka, pemandangan lumayan bagus d sore hari
"hallo de... gw udah di resto lu udah dimana?"
adel menelpon dea yang sudah lama di tunggu tunggu.
alina menutup panggilan telepon nya, melihat dea ada d depan pintu resto
alina dan dea berpelukan... saling menyalurkan kerinduan setelah sekian lama tak jumpa.
__ADS_1
"lu kurusan de? lu baik baik aja"
alina melihat dea yang lebih kurus dan wajah nya sedikit sendu.
"buruk lin, laki gw selingkuh.. gw mengikuti dia sama selingkuhannya sampai kesini" mata dea berkaca kaca.
"wah parah laki lu.. trus dimana sekarang dia!? "
"dia bermalam di hotel sinar lin.. lu bayangin betapa hancur nya gw lin, gw gak kuat lagi kalo trus ky begini" dea sesenggukan sambil menceritakan masalahnya pada alina.
alina memeluka dea, hanya itu yang bisa alina lakukan.. sekarang menenangkan dea lebih baik karena sebenar nya alina tidak enak semua mata meliat kearah mereka.
"sstt.. ssttt... lu tenang ya, gw bantu sebisa gw ya"
"sekarang lu tenang dulu, minum dulu punya gw sampe lupa lu mau makan apa, minum apa?! "
alina memanggik pramusaji dan memesan kan makan dan minum untuk dea.
"lu makan yang banyak de.. menghadapi masalah juga perlu energi yang banyak"
tanpa alina sadari ada sepasang mata yang menatap alina dari jauh, lelaki yang telah lama merindukan alina, sangat sangat rindu tapi sayang nya belum bisa mendekat hanya bisa melihat dari jauh.
alina mengajak dea ke rumah nya. Tak mungkin alina membiarkan sahabatnya yang sedang rapuh ini bermalam sendiri di hotel.
"ayo masuk de.. lu gak pernah kan ke rumah mama anjani, ini tempat tinggal gw sekarang"
"kak, udah pulang? mama cari in tuh dari tadi katanya kalo kaka datang suruh masuk kekamar mama" berlian yang tadi baru keluar dari kamar nya, kamar alina bersebelahan dengan kamar berlian.
"adek lu lin? " tanya dea
"iya adek gw.. yang paling cantik se jagad raya, sini dek kenalin ini dea teman nya kakak, dia akan menginap di rumah kita beberapa hari ini"
"hai kak.. aku berlian, anggap rumah sendiri ya" berlian menyapa dea ramah.
''lu istirahat dulu de, gw mau ke kamar mama dulu"
"emak gw de, agak cerewet sekarang nyuruh gw kawin mulu" alina pergi mwninggalkan dea dikamar nya.
Tok.. tok.. alina mendorong sedikit pintu kamar mama
"mama.. mama dimana.,? "
anjani keluar dari kamar mandi, anjani terlihat segar.
"mama mandi lin.. kamu baru pulang sayang, duduk sini mama mau ngomong".
" apa sih ma... bikin penasaran aja"
alina duduk di sebelah mama anjani, alina menyenderkan kepala nya di bahu mama.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
__ADS_1
kira kira mama mau ngomong apa ya..