
"lakukan yang terbaik untuk papa saya dokter" gavin sangat merasa takut dengan apa yang akan terjadi dengan papa nya. Dia harus kuat saat ini untuk mamanya.
Setelah dinyatakan stabil oleh tim medis, papa gavin tuan johan permana dilakukan operasi untuk menghentikan perdarahan, namun tindakan medis ini tidak memastikan kesembuhan tuan johan permana bahkan kemungkinan keberhasilan operasinya sangat kecil.
"kita serahkan semuanya kepada yang maha kuasa ma.. " gavin berkata untuk memberikan kekutan kepada mama nya.
"gavin.. apa mama boleh mmeminta sesuatu yang besar dari hidup mu nak? " tanya mama sambil menggenggam tangan anak nya. "kamu adalah anak satu satu nya yang kami miliki, mau tidak mau kau harus mengambil alih kepemimpinan perusahaan sayang.. setelah lulus kau akan langsung kuliah ke jerman sayang, om mu akan mengatur segala keperluan mu. " lanjut nya
Gavin tau menolak pun sudah tidak ada gunanya, dia akan menjalan kan apa pun yang di anggap orang tua nya terbaik.
_---_----___----___---___---___---___---___---__
Ujian Akhir SeKolah berjalan hari demi hari dengan lancar. Alina sudah menyiapkan dirinya untuk bisa mengikuti tes masuk universitas.
"hai.. lin, besok minggu sibuk gak? " tanya gavin yang menyapa alina saat dikantin bersama dea.
"gue sibuk vin.. " jawab dea
"sejak kapan nama loe berubah jadi alina" toyor gavin merasa kesal dengan teman nya ini.
Alina tersenyum melihat tingkah kedua teman nya
"gue nggak sibuk, cuma mau siap siap aja belajar lagi untuk ujian masuk Perguruan tinggi vin.. " jawab alina
"gue yakin loe lulus, ngambil fakultas apa lin?! " gavin.
"fakultas kedokteran" jawab alina singkat.
"kalau loe de.. ngambil fakultas apa? " tanya gavin lagi
__ADS_1
" gue ya.. emm.. bingung gue mah pengen lanjut kuliah atau mau kawin aja, emak bapak gue udah nggak sanggup biayain kayak nya"jawab dea lesu.
Minggu pagi gavin sudah bersiap untuk menjemput alina. Gavin tidak pernah menceritakan tentang papa nya yang kritis di rawat di rumah sakit, gavin berencana membawa alina ke rumah sakit sekalian mengenalkan alina ke mama nya.
Gavin tidak berharapa banyak untuk hubungan nya dan alina,setidak nya mama nya tau, kalau ada wanita yang hati nya dia jaga, ada wanita yang dia sayangi, sebelum dia berangkat ke jerman dia ingin mama nya tau alina adalah wanita yang akan dia tuju saat pulang ke indonesia.
Dirumah alina, nenek menyiapkan sarapan untuk nya dan alina. "Alina, ayo sarapan dulu" nenek memanggil alina yang masih setia berada di balik selimut nya. "inikan minggu nek.. sebentar lagi ya, alina capek nek" jawab alina dari balik selimut.
ting.. tong.. .. ting.. tong.. bel rumah berbunyi, nenek bingung siapa yang bertamu sepagi ini.
kreekk..ceklekk.. nenek alin membuka pintu.
" eh gavin.. ya, masuk nyari alina kan. Dia masih di kamar, masih tiduran loh vin" sapa nenek
pada gavin
"assalamualaikum.. nek, maaf gavin kepagian ya datang nya. " jawab gavin malu.
" iya nek.. "jawab gavin dan mengangguk setuju.
Alina bangun dengan masih memakai piama tidur nya dan kaget meliat nenek nya datang bersama gavin. alina memukul kepala nya.. "Hishh kok bisa lupa ya gue ada janji sama gavin" gumam nya.
"pagi amat vin, loe udah sarapan belum?
sarapan bareng yuk" ajak alina pada gavin, yang di ajak sarapan sih seneng banget bisa meliat muka bantal nya alina. "ngapain loe liatin gue, gue jelek ya.. emangkan gue belum mandi vin" alina berkata dengan muka di tekuk.
gavin mendekat kan wajah nya ke telinga alina dan berkata "loe cantik", alina merasa jantung nya berdebar merasakan hembusan nafas yang terasa hangat menyentuh pipi nya. " ngawur aja.. dimana mana orang belum mandi tuh jelek vin, tukang bo'ong kamu ih" jawab alina ketus.
sesungguh nya alina ingin sekali pergia dari hadapan gavin, dia ingin meredakan debaran jantung nya yang terasa bertalu-talu.
__ADS_1
"gue sudah siap", alina keluar dari kamar sudah siap berangkat jalan jalan yang entah alina tak tau mau di ajak kemana oleh gavin.
gavin sekali lagi terkesima melihat kecantikan alina, gadis dengan pakaian yang sederhana mampu membuat nya terlihat mewah saat dipakai di tubuh ramping nya, kulit alina yang putih sangat kontras dengan rambut panjang hitam bergelombang, bermata bulat dan kornea mata nya yang hitam, sungguh ciptaan tuhan yang sempurna.
Alina dan gavin menikmati perjalanan nya, hari ini gavin menggunakan mobilnya untuk menjemput alina. "kita mau kemana vin? " tanya alina, yang di tanya hanya tersenyum, "kita menjenguk papa ku yang sedang kritis dan di rawat di ruang icu rumah sakit. "gavin
Alina tertegun mendengar jawaban gavin, gavin menjelaskan bagaimana papa nya sampai bisa kritis .
"gue turut sedih vin atas kejadian yang menimpa papa loe, gue harap beliau segera sembuh" jawab alina.
gavin dan alina sudah berada di rumah sakit, mereka berjalan menuju ruang icu, di depan ruang tunggu sudah terlihat nyonya sandra mama dari gavin, sandra tersenyum melihat anak semata wayang nya datang bersama gadis yang manis menurut nya. "hai sayang.. sini duduk dulu, siapa gadis manis ini? " tanya sandra kepada anaknya, "pagi tante, kenalkan saya alina teman sekolah nya gavin" alina memeperkenalkan dirinya sambil mencium tangan sandra.
sandra berbisik ketelinga gavin"boleh juga selera mu sayang. " gavin tersenyum lebar mendengar komentar dari mama nya, gavin tau mama nya mengerti maksud dari gavin datang membawa alina.
"alina, sini sayang duduk dekat tante" ajak sandra pada alina, "kamu mau minum apa biar gavin ambilin" sandra menyuruh gavin mengambilkan minum untuk alina, "terimakasih tante" jawab alina sungkan.
sementara itu gavin masuk ke ruangan rawat papanya,
dia memandang laki laki yang sejak kecil menjaganya, menyayanginya, tak terasa air mata menetes dipipi gavin, sangat sedih rasanya melihat papa nya terlihat tak berdaya dengan banyak alat medis yang terpasang ditubuh nya. "cepat sembuh pa.. gavin akan pergi ke jerman untuk memenuhi keinginan papa dan mama" gavin berkata sambil mencium tangan papa nya.
setelah dari rumah sakit gavin dan alina pergi jalan jalan ke sebuah taman yang di tengah nya terdapat danau yang indah, mereka menaiki perahu yang disediakan disana, "loe yakin bisa?! " tanya alina pada gavin, " loe percaya sama gue kan.. loe aman bersama gue. "gavin meyakin kan alina yang sedikit takut menaiki perahu.
" ada yang mau gue sampaikan sama loe, karena ujian akhir sekolah sudah selesai besok gue akan langsung berangkat ke jerman, gue lanjut kuliah disana lin.
mungkin beberapa tahun kita akan berpisah, tapi loe harus ingat ini baik baik..!! ini hanya untuk sementara.. gue akan pulang, loe adalah tujuan pertama saat gue pulang.. loe mau kan nunggu gue kembali??? " gavin berkata dengan menatap mata indah alina.
alina terdiam dan masih mencerna kata kata yang di ucapkan oleh laki laki dihadapan nya ini. "permintaan loe berat vin.. gue sendiri aja gak tau jalan apa yang harus gue pilih untuk esok hari dan kedepan nya. jadi tolong vin.." alina menarik nafas dalam dan menghembuskan ny, "jangan menambah beban di hati gue.. gue sudah merasa sangat berat menahan segala rasa yang ada di hati gue untuk loe vin.. gue tau dimana harus ny gue berada dan loe begitu jauh untuk gue jangkau, jadi hentikan ini semua vin.
Melangkah lah di jalan loe sendiri dan gue akan melangkah di jalan gue sendiri. "lanjut alina.
__ADS_1
mata alina sudah memerah menahan segala rasa gejolak di hati nya. "Nyonya sandra sudah menyiapkan seseorang untuk masa depan loe vin.. "alina mengatakan kenyataan yang gavin sendiri belum tau.
☘️🍀☘️🍀☘️☘️☘️☘️☘️🍀☘️☘️☘️☘️☘️