CINTA ANAK USTADZ

CINTA ANAK USTADZ
Awal Yang Sedikit Berkesan


__ADS_3

Di pagi yang sangat mendung, Yusuf harus melakukan perjalanan yang cukup jauh. Yusuf adalah santri yang ingin pergi ke pondok barunya AL-MA'RUF. Dulu, Yusuf belajar di pondok AL-HIDAYAH tidak lain adalah pondok yang dikelola oleh ayahnya (ustadz Usman). Namun karena saat di AL-HIDAYAH Yusuf sering mendapat teror dari teman-temannya yang iri padanya. Ya.. wajar saja jika banyak yang iri pada Yusuf, karena Yusuf termasuk santri yang berprestasi dan pastinya juga tampan, siapa yang tidak iri. Oleh sebab itu, ustadz Usman memutuskan untuk memindah anak semata wayangnya ke salah satu pondok cabang AL-HIDAYAH yaitu AL-MA'RUF.


Setelah Yusuf turun dari bus, ia hanya perlu berjalan sedikit dan ada jalan setapak yang tepatnya sebuah jalan untuk menuju pondok barunya (AL-MA'RUF). Ya..padahal sebenarnya Yusuf tidak tau pasti di mana letak pondok barunya, tapi ia tetap menyusuri jalan setapak dan hutan yang rindang, kadang Yusuf berlari karena awan pagi mulai menghitam, ia tidak mau jika ia harus basah di hari pertama ia sekolah. Ternyata sudah kurang lebih 30 menit Yusuf berjalan, belum juga ia temui sebuah gerbang bertuliskan AL-MA'RUF. Akhirnya Yusuf memutuskan untuk berhenti sejenak di dekat pohon besar, saat Yusuf mulai menyandarkan punggungnya ke pohon besar itu, tiba-tiba Yusuf mendengar, "Hei bodoh... apa lagi yang bisa kau lakukan sekarang? Sudahlah berikan apa yang ku mau!" Suara itu seperti suara anak laki-laki yang sedang membentak seseorang. Awalnya Yusuf berfikir itu adalah suara hantu penunggu pohon besar yang sekarang ia sandari, tapi setelah Yusuf mencoba untuk mengecek apa yang berada di balik pohon besar itu, ternyata ia mendapati seorang anak laki-laki sedang memukuli anak perempuan, dari pakaiannya, Yusuf bisa menebak bahwa mereka adalah anak pondok, Yusuf diam sepersekian detik, ia menyaksikan pukulan demi pukulan yang dilayangkan oleh anak laki-laki itu pada anak perempuan yang sudah terlihat lemah tanpa ada perlawanan, ingin tau apa yang di rasakan Yusuf sekarang? Yang ia rasakan adalah rasa iba kepada anak perempuan itu, sebenarnya Yusuf tidak perlu ikut campur karena ia tidak mengenali kedua anak yang sedang bermasalah itu, tapi bukan Yusuf namanya jika pergi begitu saja, karena Yusuf dikenal teman-temannya di AL-HIDAYAH sebagai santri yang paling peduli, polos dan ya sedikit manja. Yusuf menampakkan dirinya kepada kedua anak itu, ia berniat ingin membantu anak perempuan yang wajahnya sudah begitu pucat, terpaksa Yusuf harus menunda waktunya sebentar, walau awan hitam di pagi hari akan segera meneteskan airnya.

__ADS_1


"Hei...apa yang kau lakukan?" Teriak Yusuf dengan lantang dan sedikit bergetar karena gugup. Yusuf memandang tajam pada anak laki-laki yang bisa dikatakan tampangnya seperti preman pasar. Kedua anak itu menoleh bersamaan ke arah Yusuf, anak laki-laki yang tadinya menarik kerah baju anak perempuan yang di hadapannya ia pun melepaskan genggamannya dan kini tarikannya beralih ke kerah baju koko Yusuf, setelah menghempaskan tubuh anak perempuan yang dipukulinya. "Hei...hei...hei, siapa kau? Apa urusanmu di sini ha...? Apa ingin uji nyali?" Tanya anak laki-laki itu yang tepatnya sebuah ancaman. "Kenapa kau memukulinya?" Tanya Yusuf sambil menggeser bola matanya kepada anak perempuan yang berada di belakang anak laki-laki itu.


Abraham itulah nama si anak laki-laki yang tampang nya mirip dengan preman pasar, Yusuf bisa membaca teg nama yang ada pada baju seragamnya. "Abraham... hampir mirip dengan Abrahah, wajar saja jika dia kasar." gumam Yusuf dalam hati. Tau siapa Abrahah? Bukankah Abrahah adalah seorang raja di zaman jahiliah atau pemimpin pasukan bergajah yang mencoba untuk meruntuhkan ka'bah betul? Sudah lah tinggal kan tentang Abrahah, kembali pada cerita Yusuf yang sekarang tidak bisa bernafas karena kerah baju nya di tarik oleh Abraham.

__ADS_1


"Apa urusan mu? Siapa kau? Kenapa kau berani membela anak itu ha...? Apa kau pikir dengan membelanya nyawa mu akan selamat?" Lagi-lagi Abraham menyerang Yusuf dengan pertanyaan yang hampir mirip ancaman, Abraham Mulai mengayunkan genggaman tangannya kearah wajah Yusuf yang sudah mulai memucat karena tercekik, tapi sayang genggaman Abraham dapat di tahan oleh tangan Yusuf. "Apa yang kau ingin kan darinya? Katakan padaku!" kata Yusuf dengan nada suara membentak, Abraham tertawa dan langsung melepaskan tarikannya dengan pelan sehingga tidak membuat Yusuf terhempas seperti anak perempuan tadi. "Uang!!" Jawab Abraham sambil menadahkan tangannya ke arah saku baju koko Yusuf. "Berapa?" tanya Yusuf seakan ia bisa memberikan Noya. "Tidak banyak.... Yang aku perlu hanya 200.000" jawab Abraham dengan tatapan tajam, Yusuf langsung mengambil uang di dalam tas ransel nya dan memberikan uang itu kepada Abraham dengan jumlah yang seperti Abraham mau. "Ini...sekarang berjanjilah untuk tidak pernah memukulinya lagi!" tegas Yusuf. "Wah ternyata kau orang yang pemurah ya... Aku berjanji tidak akan memukulinya lagi, tapi jika aku menginginkan sesuatu, aku akan datang padamu, jika kau tidak bisa memberikan yang aku ingin kan, siap-siap lah untuk merasakan genggaman tangan ku ini mendarat di wajah mu yang tampan itu hahahaha.." ucap Abraham dan berlalu, Yusuf pun merasa lega dengan kejadian barusan yang membuat nya sedikit berkeringat.


Yusuf yang tadinya hanya menengadah ke langit, kini mengambil payung yang sudah berada tepat di depan perutnya "sebenarnya aku ingin mencari pondok AL-MA'RUF, apa kau tahu di mana pondok itu? Seperti nya kau adalah salah satu pelajar di sana ya?" tanya Yusuf datar, tanpa melirik sedikit pun kepada anak yang berada di samping Noya. "iya, saya adalah salah satu pelajar AL-MA'RUF,letak pondok itu masih jauh dari sini,kau lurus saja, nanti ada dua gang, ambil yang sebelah kanan, dan tetap lurus lalu tidak jauh lagi ada gerbang bertuliskan AL-MA'RUF." jelas anak itu panjang lebar. Ya..memang harus panjang lebar, jika tidak, mungkin Yusuf merasa tidak jelas, jika arahan jalannya tidak jelas, maka bisa di pastikan Yusuf akan tersesat "hmmm..terimakasih" kata Yusuf sambil membuka payung "apa kau adalah santri baru?" tanya anak itu "iya" jawab Yusuf singkat "sebaiknya kau cepat! Karena sekarang mungkin jam pelajaran pertama sudah hampir habis" saran anak perempuan itu pada Yusuf. "Baiklah... Terimakasih" ucap Yusuf dan langsung berlari menerobos hujan meninggal kan si pemilik payung yang di pakai nya, Yusuf pun belum sempat mendengar jawaban 'sama-sama' dari anak perempuan itu.

__ADS_1


.


.

__ADS_1


__ADS_2