
Setelah sholat dhuha Yusuf dan Amir kembali kekamar mereka, Ya..karena hari ini adalah hari jum'at, jadi tidak ada pak pelajaran sebelum sholat ashar, dan ini adalah waktu untuk para murid beristirahat, seperti tidur, atau pergi ke luar pondok untuk membeli barang-barang mereka yang penting, sekarang hanya ada Yusuf dan Amir di kamar. Ya..karena Arif, Syauqon, Hakam dan Hakim sedang pergi ke luar, sebenarnya tadi Arif sempat mengajak Yusuf, namun Yusuf menolak karena alasan tidak ada yang ingin ia beli.
Yusuf duduk selonjor di lantai sambil menyandarkan punggungnya ke dinding, Amir duduk di sebelah nya dengan posisi yang sama, "tidak terasa ya Mir..sudah hampir empat bulan, aku berada di pondok ini, dan dua bulan lagi akan di adakan ujian semester dua" kata Yusuf memulai pembicaraan "iya..aku berharap kita bisa fokus belajar dan satu bulan sebelum ujian, kita harus sudah hafal beberapa pelajaran" jawab Amir melamun, "amin..." kata Yusuf sambil menyapu kedua telapak tangannya ke wajah tanda berdo'a sudah selesai.
__ADS_1
"E..Amir bagaimana pendapat mu tentang Najwa?" pertanyaan Yusuf itu membuat Amir memutar lehernya 180 derajat ke arah Yusuf "apa maksud mu? Jangan katakan bahwa kau menyukai santriwati centil itu" ucap Amir dengan tatapan tajam "santriwati centil ? Apa maksud mu ?" tanya Yusuf heran kenapa Amir bisa dengan mudah mengatakan santriwati yang di sukai nya dengan sebutan santriwati centil, apa di sukai nya?apa Yusuf menyukai Najwa?sepertinya iya, "maksud ku adalah.. Najwa itu santriwati yang centil" jawab Amir santai."bagaimana kau bisa tahu bahwa Najwa adalah santriwati centil? Sedangkan kau saja tidak pernah memperdulikan santriwati" kata Yusuf dengan kesal, ia tidak suka perempuan yang di cintai nya di hina, "apa kau tidak melihat? Salma dan Zahwa itu adalah santriwati yang centil dan otomatis, Najwa juga" jawab Amir masih dengan ekspresi andalannya, yaitu santai "tapi Amir..." belum sempat Yusuf meneruskan bicaranya, lalu di sela oleh Amir "baiklah Yusuf, jika kau menyukai Najwa, terserah... tapi aku beritahu pada mu sekali lagi bahwa semua santriwati itu sama" jawab Amir dan beranjak dari tempat duduknya "kau ingin kemana?" tanya Yusuf cepat "mandi,bukankah sebelum sholat jum'at di sunnat kan mandi hari jum'at,kau juga cepat mandi! Jika ingin datang lebih awal dan mendapatkan pahala sebesar unta, jangan hanya memikirkan santriwati saja, yang sifatnya rata-rata sama" jawab Amir dan berlalu meninggalkan Yusuf yang masih bengong dengan posisi seperti sediakala, "tidak Amir..ada santriwati yang berbeda" ucap Yusuf sangat pelan. Setelah diam beberapa detik Yusuf pun beranjak dari tempat duduk nya dan mengejar Amir, dia tidak mau jika ia kalah dari Amir,jika Amir bisa mendapatkan pahala sholat jum'at sebesar unta, maka ia juga harus bisa.
Sekarang adalah malam minggu di mana Yusuf bertugas menjadi qismul aman yang berarti bagian keamanan, Yusuf tidak kembali kekamar setelah sholat isya, karena ia harus berpatroli bersama beberapa senior dan junior dari kamar ke kamar untuk memastikan tidak ada yang mencoba kabur dari pondok, memang tidak jarang di salah satu kamar santri pasti ada saja yang mencoba kabur, mungkin bisa di perkirakan dalam satu minggu ada 4 sampai 7 santri yang mencoba kabur, baik itu sendirian atau berkelompok, bagi para santri yang mencoba kabur akan di pastikan mendapat hukuman dari senior, entah apa yang membuat banyak santri di sini mencoba kabur, tentang masalah itu Yusuf tidak mau memikirkan, ia hanya menjalani tugasnya.
__ADS_1
.
.
__ADS_1
.