CINTA ANAK USTADZ

CINTA ANAK USTADZ
Karang Taruna AL-MAK'RUF (2)


__ADS_3

Keesokan malamnya, seperti janji mereka Yusuf di ajak pergi ke karang taruna yang terletak tidak jauh dari kamar mereka, hanya perlu berjalan kearah kanan sekitar 56 meter, saat di perjalanan mereka beriringan dengan rombongan santriwati yang ingin menuju karang taruna putri, Ya...karena karang taruna putri dan putra bersebrangan, mungkin jika Syuqon ada dia akan berteriak merayu rombongan santriwati yang berada di depan rombongan Yusuf sekarang, namun malam ini Syauqon ada tugas qismul aman jadi ia tidak hadir ke karang taruna dulu.


Setibanya di tempat yang di tuju, Amir langsung memperkenalkan Yusuf pada senior yang tidak lain adalah muadzin andalan AL-MA'RUF yaitu Ismail tapi sayang bidang Yusuf berbeda dengan Ismail, karena Yusuf di suruh ikut membawa sya'ir saat MAULID HABSY bukan adzan jadi Yusuf di suruh oleh Amir untuk berlatih dengan Yunus, Yunus adalah alumni AL-MA'RUF yang sudah lulus 2 tahun yang lalu, namun karena ia di perlukan di AL-MA'RUF, jadi ia memilih untuk tinggal di AL-MA'RUF, awalnya Yusuf merasa aneh dengan Yunus, karena senior yang satu ini penampilan nya agak keliru, dari peci seragam yang ia kenakan hampir menutupi keningnya, baju seragam yang kebesaran dan badannya yang kurus membuat Yunus seperti orang-orangan sawah,tapi lama-kelamaan Yusuf malah sangat menempel pada Yunus mungkin karena sikap Yunus yang halus, lemah lembut, tidak pernah marah walau Yusuf sering sumbang dalam melantunkan sya'ir dan yang paling membuat Yusuf menempel padanya adalah Yunus selalu memanjakan Yusuf seperti adiknya, bukankah Yusuf memang santri yang manja.

__ADS_1


Tidak terasa sudah 1 bulan Yusuf berada Di AL-MA'RUF, malam ini adalah malam rabu dan menjadi malam paling berkesan bagi Yusuf, karena malam ini Yunus mengajak nya untuk membawa kan sya'ir dalam acara MAULID HABSY wow bukankah itu sangat menyenangkan apalagi bagi seorang penggemar sya'ir seperti Yusuf.


Acara MAULID HABSY ini di laksanakan di dalam mesjid pondok, seperti biasa, para santri berhadapan dengan santriwati dan ustadz dan ustadzah berada di antara mereka, untuk para murid yang bertugas mengisi acara, harus berada di depan murid yang tidak bertugas, kenapa malam ini Yusuf sangat gugup? Bukankah ia sudah 1 bulan mengikuti acara ini, tapi tidak sebagai vokalis, namun malam ini Yusuf harus duduk di depan, dan ini adalah pengalaman pertama Yusuf ikut mengisi acara di AL-MA'RUF.

__ADS_1


Yusuf berusaha untuk tidak mendongak, walau tulang lehernya sudah mulai terasa pegal, dan seperti nya tulang lehernya sudah bosan sehingga membuat Yusuf dengan refleks mendongak, rasanya sangat lega, Yusuf merasa lehernya tidak pegal lagi, tapi sayang, Yusuf ceroboh, tak sengaja ia melihat seorang santriwati dengan wajah pucat berada di barisan ke 3, entah kenapa matanya berhenti pada santriwati itu, Yusuf menatap penuh selidik ke arah santriwati itu, di pikiran nya adalah ia merasa pernah melihat santriwati itu sebelumnya, dan "BUKK.." bahu Yusuf di pukul oleh Amir yang juga menjadi salah satu pembawa sya'ir malam ini, "kau boleh kagum pada seorang santriwati pembawa Rowy itu... tapi jangan sekarang" bisik Amir dan kata-kata Amir itu salah total Yusuf sama sekali tidak memperhatikan santriwati pembawa Rowy,melainkan seorang santriwati yang bisa Yusuf tebak adalah junior, Yusuf kembali menunduk dengan rasa gugup yang menjalari tubuh nya,karena ia baru sadar bahwa tadi tidak sedikit santriwati yang memperhatikan nya, berharap Yusuf akan melirik mereka.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2