
Humaira hanya diam di tempat seraya memandangi tubuh Yusuf yang sudah hampir tidak kelihatan, setelah Yusuf menghilang dari pandangan nya, Humaira menepi dan menyenderkan tubuhnya ke pohon besar, semua perkataan yang keluar dari mulut Yusuf tadi, sukses membuat hati Humaira serasa di cakar-cakar harimau, bagaimana tidak, seseorang yang ia idamkan, kagumi, sukai bahkan ia cintai, telah mengatakan bahwa tidak ingin lagi bertemu dengannya dan satu lagi yang harus Humaira sadari bahwa Yusuf menyayangi Najwa, dan itu artinya hati Yusuf sudah di miliki, tunggu..apa Humaira ingin memiliki hati Yusuf? Untuk hal itu semua santriwati di AL-MA'RUF pun ingin. Ya..alasannya yaitu karena Yusuf adalah santri yang tampan, ramah, sopan, berprestasi, ceria, dan yang terakhir adalah Yusuf itu anak ustadz pemimpin pondok AL-MA'RUF.
Tapi berbeda dengan Humaira yang menyukai Yusuf semenjak ia di tolong oleh Yusuf, pada saat itu Humaira sempat mencuri pandang kepada Yusuf, jadi alasan Humaira menaruh perasaan pada Yusuf hanya satu yaitu karena Yusuf peduli. Humaira pun kembali ke pondok AL-MA'RUF, ia mengurungkan niat nya untuk pergi ke pasar, yaa..karena uang yang ia bawa yang tidak lain adalah hasil ia bekerja di koperasi AL-MA'RUF sudah habis ia berikan pada kakaknya.
__ADS_1
Yusuf sekarang sudah sampai di jalanan kota atau jalan raya, ia bisa melihat ke empat temannya yang berada di depan sebuah toko, Yusuf pun bergegas menghampiri mereka, "hei..apa kalian lama menunggu ku? Ma'af ya" ucap Yusuf pada ke empat temannya "iya Yusuf kau lama sekali, aku yakin pasti kau bertemu dengan.." belum sempat Arif menyelesaikan bicaranya langsung di potong oleh Yusuf "senior itu,aku bertemu dengan Abraham, dia memukul ku" jelas Yusuf santai "apa?..lalu bagaimana keadaanmu?" tanya Hakam dengan raut wajah yang bisa di katakan lebay "sudahlah..aku sudah biasa, ayo kita menyebrang!" jawab Yusuf santai, mereka pun menyebrang, ya karena pasar berada di seberang jalan, jadi mereka harus menyebrang dulu.
Saat tiba di pasar Yusuf dan Hakim berpisah dengan Amir, Arif, dan Hakam karena tujuan mereka berbeda Yusuf dan Hakim ingin ke toko kitab sedangkan Amir, Arif, dan Hakam ingin ke toko pakaian. Setelah Yusuf dan Hakim selesai memberi kitab, Hakim mengajak Yusuf untuk mampir ke toko roti, namun Yusuf menolak, jadi selama Hakim di toko roti, Yusuf berkeliling ke toko-toko asesoris. Ya..karena hanya toko aksesoris yang dekat dengan toko roti.
__ADS_1
"Baiklah..biar aku jelaskan" ucap Syauqon, dan menarik nafas dalam-dalam lalu mengeluarkan nya di mulut "begini, Yusuf, saat pertama kali aku melihat Najwa, jantungku berdetak begitu kencang, aku mencoba untuk tidak menghiraukan detakan aneh itu, namun semakin aku mencoba menghilangkan nya maka perasaan itu semakin banyak dan akhirnya aku menyatakan perasaan ku pada malam minggu kemarin,jadi hubungan ku dengan nya baru berlangsung sekitar 6 hari saja" jelas Syauqon, "jam berapa kau menyatakan perasaan mu padanya?" tanya Yusuf penuh selidik "setelah datang dari karang taruna" jawab Syauqon santai "apa kau menyatakan Perasaan mu di tempat wudhu santri? Apa pada saat itu Najwa memakai sar'i berwarna pink dan jubah hitam?" "benar sekali..A+ untuk tebakan mu itu Yusuf, tunggu jangan katakan bahwa kau mengikutiku", "ya, ampun Syauqon ..kau pikir aku santriwati yang begitu mencintai mu dan mengikuti kemana pun kau pergi, baiklah aku harus menemui Hakim, assalamualaikum" ucap Yusuf dan berlalu.
.
__ADS_1
.