CINTA ANAK USTADZ

CINTA ANAK USTADZ
Kenapa? (1)


__ADS_3

Mobil yang di tumpangi oleh Yusuf, Abraham, dan Humaira, yang tidak lain adalah mobil si penabrak, sekarang melaju kencang membelah jalanan kota, untuk menuju rumah sakit "maafkan aku, apa kau takut kakakmu yang bodoh ini akan marah jika kau terlambat, sehingga kau menyebrang dengan asal. Humaira, aku mohon bertahanlah, Humaira, kau harus kuat, aku yakin kau adalah anak yang kuat,bertahanlah,bertahan untuk ku" kata Abraham dengan isakan tangis dan sambil membersihkan darah di kepala Humaira menggunakan tisu yang tersedia di mobil, melihat hal itu, Yusuf merasa sangat bersalah, karena akibat kelengahannya, seseorang yang tidak sama sekali bersangkutan dengan nya, harus mengalami kecelakaan, dan Abraham sama sekali tidak tahu bahwa penyebab kecelakaan ini adalah Yusuf.


Yusuf memperhatikan Humaira yang sekarang berada di pangkuan Abraham, diiringi pertanyaan yang memenuhi kepala Yusuf "kenapa dia menolongku? Apa penyebabnya? Kenapa santriwati yang pernah aku marahi hanya karena hal sepele dan bahkan dia tahu bahwa aku membencinya, malah menolongku" sekarang hanya itu yang memenuhi kepala Yusuf, tiba-tiba Humaira memuntahkan darah yang tidak sedikit, sehingga membuat seisi mobil panik "kenapa dia kak?" tanya Yusuf pada Abraham tanpa bisa menutupi kepanikannya "aku tidak tahu Yusuf" jawab Abraham tidak kalah panik "hei..bodoh, apa kau tidak bisa menambah kecepatan mobil ini, adikku sudah hampir mati, bodoh" teriak Abraham pada si penabrak dengan penuh amarah "sabar Abraham, kau tidak ingin kita kecelakaan bukan? sabarlah, Humaira akan baik-baik saja" jawab si penabrak ramah.

__ADS_1


Suasana menjadi hening seketikak, semua penumpang mobil asik dengan pekerjaan mereka masing-masing, Abraham sedang menyapu bekas muntah Humaira yang ada pada bajunya, si penabrak fokus menyetir, sedangkan Yusuf, ia larut dalam pikiran nya sendiri, dengan kaki Humaira yang sekarang berada di atas kakinya.


Tidak lama kemudian, mereka sudah tiba di rumah sakit, Yusuf membukakan pintu mobil untuk Abraham, dengan cepat Abraham menggendong adiknya memasuki rumah sakit, Humaira dibaringkan di ranjang dan di dorong oleh para perawat menuju UGD, Abraham mengiringi dengan langkah lebarannya dan berhenti di depan pintu, begitu juga dengan Yusuf, Ya..bagaimana pun mereka tidak boleh ikut masuk ke UGD.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, seorang suster keluar menemui Abraham dan Yusuf "apa kalian keluarga pasien?"tanya suster ramah "saya kakaknya, bagaimana keadaan adik saya" jawaban dan pertanyaan dari Abraham "adikmu baik-baik saja, ia sekarang koma, ia harus di operasi bagian kepala nak.." jawab suster ramah "kapan dia akan di operasi sus" tanya Abraham gugup "secepatnya nak.. ya sudah kau setuju adikmu dioperasi bukan, tapi sebelum itu, kami harus mendata pasein dulu, nanti, di antara kalian silahkan ke depan untuk mengisi formulir. Baiklah saya pergi dulu" jawab suster dan berlalu.


Setelah selesai sholat dhuha dan tidak lupa Yusuf mendo'akan Humaira, Yusuf pun kembali menghampiri Abraham, "apa kau mendo'akan adikku" tanya Abraham memelas "alhamdulillah ka" jawab Yusuf sambil ikut menyandarkan punggungnya ke dinding "Abraham..bagaimana Humaira?" tanya si penabrak yang baru saja datang, Abraham tidak menjawab,ia hanya menatap si penabrak dengan tatapan tajam, dan..satu pukulan dari genggaman tangan Abraham mendarat mulus di wajah keriput si penabrak "astagfirullah kak, jangan!" ucap Yusuf sambil menahan tangan Abraham "lepaskan tanganku Yusuf" teriak Abraham "kak..jangan berisik ini rumah sakit" sekuat tenaga Yusuf menahan tangan Abraham dan sayang sekali Yusuf tidak kuat akhirnya beberapa pukulan mendarat sukses di tubuh si penabrak dan yang terakhir membuat si penabrak jatuh ke lantai "maaf Yusuf kau harus melihatnya" ucap Abraham dan entah kemana ia pergi,mungkin ia ingin mengisi formulir adiknya.

__ADS_1


.


.

__ADS_1


__ADS_2