
Zulaikha Humaira, itulah nama panjang seorang santriwati yang mendorong Yusuf ke tepi jalan untuk menghindarkan Yusuf dari sebuah kecelakaan, Humaira adalah adik kelas Yusuf, sekarang dia baru naik ke kelas 3 tsanawiyah (SMP), dia lahir dari keluarga yang berpenghasilan sangat mencekik leher, di rumahnya Humaira tinggal bersama ibu, ayah, nenek yang tidak lain adalah ibu dari ayahnya, dua paman saudara ayahnya, dan Abraham kakak kandungnya, dia tinggal di rumah yang berukuran tidak terlalu besar ada 3 kamar dengan ukuran minimalis, tidak ada ruang tamu, hanya ada lorong kosong yang berada antara pintu depan dan dapur.
Semua orang penghuni rumah itu tidak ada yang Humaira sayangi kecuali ibunya, lalu bagaimana dengan ayahnya? Jawabannya adalah semua penghuni rumah itupun tidak ada yang menyayangi ayahnya, setiap hari pasti ada keributan di bangunan rapuh yang di sebut keluarga Humaira sebagai rumah itu, seperti ibunya yang selalu memarahi orang yang ada di rumah, neneknya yang sudah mulai pikun selalu mengomentari apa saja yang di lakukan oleh sang menantu, di tambah dua orang pamannya yang seperti orang gila, selalu membuat rumah yang sudah tidak tenang itu bertambah berisik dengan radio musik yang dibunyikan dengan volume keras,dan ayahnya yang jarang pulang ke rumah, jika ia pulang selalu dalam keadaan mabuk dan tidak membawa sedikitpun hasil, jika ayahnya berada di rumah sudah pasti ia akan memarahi Abraham entah apa kesalahan yang di buat oleh Abraham, Ayahnya juga sering memukuli ibunya dan berakhir pada pembelaan Abraham pada ibunya sehingga membuat Abraham yang terkena imbas dari kemarahan ayahnya.
__ADS_1
Humaira memiliki 2 saudara dan ialah yang paling adik, karena ekonomi yang tidak tercukupi, sehingga membuat ibunya Humaira harus terjun mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, sejak kecil Humaira dan Abraham tidak pernah merasakan yang namanya sentuhan dari seorang ayah, walaupun ayah mereka masih ada di sisi mereka, tapi rasa memiliki seorang ayah tidak pernah ada di sisi mereka.
Setiap pulang sekolah Humaira hanya mengurung dirinya di kamar, ia sangat bosan berada di bangunan bising itu. Sehingga suatu hari Jamilah yang tidak lain adalah kakak tertua Humaira berkunjung ke rumah, Jamilah yang sudah menikah dan mempunyai satu anak itu pun merasa kasihan pada kedua adiknya yang terjebak dalam bangunan aneh yang mereka sebut rumah itu, Jamilah hanya bisa membantu dengan menyuruh Abraham dan Humaira untuk bersekolah di pondok pesantren saja, tentu dengan lapang dada kedua adiknya menyetujui hal itu, akhirnya Humaira dan Abraham pun dimasukkan ke pondok AL-MA'RUF semenjak tingkat ibtidaiyah(SD).
__ADS_1
Karena Abraham terlahir dari keluarga yang tanpa kasih sayang membuatnya tumbuh menjadi anak yang keras pada siapapun ia selalu menindas santri santri junior dan mengajak duel santri-santri senior bahkan adik perempuan nya pun sering ia pukuli, lain halnya dengan Humaira, jika Abraham tumbuh menjadi anak yang kasar, Humaira tumbuh menjadi anak yang sangat baik hati, murah senyum, lemah lembut, namun tidak sedikit teman-temannya yang merasa aneh dengannya Ya..mungkin karena sikap nya yang pendiam, dan wajahnya yang selalu tampak mengerikan selalu pucat, kadang ada banyak memar di wajahnya, Ya..karena apalagi jika bukan karena pukulan Abraham yang memintainya uang.
Sekarang Humaira masih terbaring di rumah sakit dalam keadaan koma, dengan beberapa selang kecil yang sudah me nempel erat di tubuh nya,anak perempuan berumur 14 tahun itu kelihatan sangat menyedihkan. Pertanyaannya kenapa dia mau menolong Yusuf? Hanya satu alasannya karena Yusuf peduli padanya. Hampir setiap hari, Humaira selalu di pukuli Abraham, bahkan di depan santri senior pun juga pernah, tapi tidak ada yang berminat untuk membantu nya, tapi Yusuf, Yusuf menolong nya,lalu apa salahnya jika Humaira juga menolong Yusuf, walaupun akhirnya Ya..begitu dia koma.
__ADS_1
.
.
__ADS_1