
Setelah mendengar cerita Amir tadi, Yusuf merasa bersalah karena di balik sikap Amir yang tidak pernah memperdulikan santriwati, mempunyai motto bahwa semua santriwati itu sama, selalu marah jika Yusuf menceritakan tentang Najwa, semua itu ada alasannya, alasannya adalah ia tidak mau Yusuf mengalami nasib sepertinya, namun apa daya Yusuf sudah mengalami hal itu, Yusuf juga merasa bersalah karena pernah mengejek Amir dengan mengatakan bahwa Amir bukan laki-laki normal.
Tentang perasaan Yusuf pada Najwa, Yusuf sudah tidak memikirkannya lagi, apa itu berarti Yusuf sudah MOVE ON? Tentu saja, secepat itu kah Yusuf bisa melupakan Najwa? Bukankah banyak yang mengatakan bahwa cinta pertama itu susah MOVE ON nya? Bukankah Najwa adalah santriwati pertama yang Yusuf sukai, lalu kenapa Yusuf bisa secepat itu melupakan Najwa? Maka jawabannya adalah Najwa memang santriwati pertama yang Yusuf sukai, tapi Najwa bukan cinta pertama Yusuf, karena cinta pertama nya adalah TUHAN, Ya..memang semua orang harus meletakkan TUHAN pada tingkat pertama di dalam hatinya,maka Yusuf begitu, ia mencintai TUHAN dan tidak akan pernah bisa MOVE ON dari TUHAN .
__ADS_1
Sejak hari itu Yusuf tidak pernah lagi melirik satu pun santriwati, sepertinya Yusuf sekarang sudah seperti Amir yang tidak pernah memperdulikan santriwati, Ya..bukankah itu bagus, karena bagaimana pun, Yusuf berstatus sebagai pelajar, maka ia bertugas mencari ilmu hanya mencari ilmu, bukan memuaskan Nafsu.
Tidak terasa waktu ujian sudah di depan mata, bahkan sekarang Yusuf sudah duduk di kelas bersama teman-temannya untuk menunggu soal ujian di bagikan, lalu apa yang dirasakan Yusuf? Gugup, takut, dan takut hanya itu yang ia rasakan, kenapa ia takut? Karena ia merasa saat di AL-MA'RUF ini, terlalu banyak masalah yang ia alami, dari hampir setiap kali ia bertugas menjadi qismul aman, maka ia akan dapat pukulan dari senior kasar, siapa lagi jika bukan Abraham, sampai masalahnya dengan seorang santriwati yang pernah bertempat di hatinya.
__ADS_1
Dan sekarang kertas soal ujian sudah berada di atas meja para murid dan siap untuk di beri coretan tinta dari para santri dan santriwati, untuk hari pertama ada dua mata pelajaran dan Yusuf bisa menjawabnya dengan cepat, lalu bagaimana dengan hari kedua, ketiga, dan seterusnya? Untuk masalah itu, Yusuf akan mengerahkan seluruh tenaganya untuk muthola'ah, karena ujian berlangsung 10 hari, maka 10 hari juga Yusuf dan kelima temannya tidak pergi dulu ke karang taruna, karena harus fokus belajar, dan tentang Abraham, sepertinya ia juga fokus belajar, bagaimana pun Abraham adalah murid kelas 3 aliyah (SMA) yang tepatnya akan mengadakan perpisahan tahun ini, jadi akan sangat malu jika tidak lulus.
Tibalah hari yang di tunggu-tunggu oleh para murid AL-MA'RUF,yaitu hari perayaan haflah, kenapa mereka menunggu perayaan haflah? Ya,sudah pasti karena mereka ingin melihat raport mereka dan ingin cepat pulang ke kampung halaman. Semua murid duduk di kursi menghadap panggung dengan meja yang berjejer sebagai pembatas antara santri dan santriwati, susunan acara nya di mulai dari pembacaan ayat suci al-qur'an oleh qory handal andalan AL-MA'RUF, pelaksanaan MAULID HABSY yang di bawakan bergantian oleh santri dan santriwati terpilih,ceramah yang di bawakan oleh ustadz Siddiq, pembacaan pidato perpisahan dari santriwati senior kelas 3 aliyah,dan yang terakhir pembagian raport sekaligus pengumuman peringkat 1-3.
__ADS_1
Saat pengumuman peringkat, Yusuf mendengarkan dengan seksama, sampai pengumuman peringkat untuk kelas 2 aliyah bagian putra, yang tidak lain adalah kelas Yusuf, Yusuf mendengarkan setiap kalimat yang keluar dari pembawa acara yaitu Yunus "untuk kelas 2 aliyah bagian putra, peringkat ke 3 di dapat oleh Muhammad Amir, peringkat ke 2 di dapat oleh Syahrul anwar dan peringkat pertama di dapat oleh santri yang bernama Muhammad Yusuf, untuk para santri yang namanya saya sebut kan, silahkan ke atas panggung" setelah mendengar pengumuman dari Yunus itu, jantung Yusuf serasa ingin copot dan menari-nari di tanah karena saking terkejutnya dan gembira, Ya..walaupun sebenarnya saat di AL-HIDAYAH Yusuf sudah menjadi juara bertahan peringkat 1, tapi tetap saja ia terkejut, karena kehidupan nya di AL-MA'RUF tidak semulus saat ia di AL-HIDAYAH.
Yusuf, Anwar dan Amir pun naik ke panggung beriringan untuk menerima raport dan piagam, saat Yusuf di atas panggung, apa yang ia rasakan? Gugup, itulah yang ia rasakan, karena terlalu banyak mata santriwati yang memperhatikan nya, lalu kenapasaat membawakan sya'ir tadi Yusuf tidak terlalu gugup? Karena ia tidak melihat ke arah penonton, matanya hanya fokus pada kitab sya'ir MAULID HABSY. Setelah menerima raport dan piagam Yusuf, Anwar dan Amir pun kembali ke tempat duduk mereka.
__ADS_1