CINTA ANAK USTADZ

CINTA ANAK USTADZ
Karang Taruna AL-MAK'RUF (1)


__ADS_3

Yusuf pun duduk bersampingan dengan santri yang bernama Amir dan tidak lain adalah santri yang tadi menuntun Yusuf menuju mesjid, setelah kurang lebih 2 jam belajar akhirnya lonceng tanda pelajaran berakhir di pukul, dan sekarang jam menunjukkan pukul 12:00,maka tidak lama lagi,adzan akan di kumandang kan oleh salah satu senior muadzin, dengan bersamaan santri satu kelas Yusuf mengelilingi meja Yusuf dan Amir, Ya...mereka ingin berkenalan dan dengan cepat Yusuf sudah menemukan 5 orang teman yang tidak lain adalah teman satu kamarnya juga, mereka bernama Amir,Arif,Syauqon,Hakam,dan Hakim. Semua santri di sini bersih-bersih dan tampan-tampan, di antara ke 5 temannya, Yusuf bisa menilai bahwa Syauqon lah yang tertampan.


Sekarang Yusuf dan ke 5 temannya sedang berada di kamar, Ya...sambil menunggu adzan ashar, Yusuf bertanya kepada teman-temannya tentang kegiatan apa saja yang di adakan di pondok ini, memang ada banyak kegiatan, dari membersihkan aula untuk makan pagi, setiap Malam jum'at di adakan do'a arwah untuk para pendiri pondok, dan siangnya di adakan makan gabungan antara santri dan santriwati, setiap malam rabu di adakan MAULID HABSY, untuk para santri atau santriwati yang memiliki suara emas di anjurkan untuk mengisi acara MAULID HABSY dengan suaranya, dan yang terakhir adalah sebuah kegiatan untuk para santri atau santriwati menyalurkan karya mereka yaitu di sebuah perkumpulan yang di sebut karang taruna AL-MA'RUF .

__ADS_1


Selesai sholat ashar, para santri dan santriwati kembali belajar, tapi untuk kali ini mereka belajar di dalam mesjid, jadi hanya ada satu ustadz untuk menyampaikan pelajaran, hari ini pelajaran nya adalah BTA (baca tulis al-qur'an ) di antara sekian banyak murid, 4 orang di pilih untuk maju dan membaca al-qur'an, 2 dari santri dan 2 dari santriwati, karena waktu belajar tidak cukup jika semua murid di suruh maju satu persatu, jadi diadakan bergiliran setiap hari, selesai belajar, beberapa menit.


Kemudian adzan maghrib di kumandangkan, wow suara muadzin nya masyaallah, Yusuf saja ingin sepertinya, dari info teman-temannya muadzin itu adalah senior yang bernama Ismail dia memang sering mendapatkan gelar juara di setiap perlombaan adzan, baiklah tinggalkan tentang Ismail, kembali pada bagaimana nasib Yusuf di pondok ini. Selesai sholat maghrib, diadakan mothola'ah bersama, semua santri kebanyakan mengeluarkan suara yang agak keras membuat Yusuf sulit mendengar suaranya sendiri, lalu bagaimana dengan santriwati? Mereka berkumpul di luar mesjid. Ya..cara belajar santriwati sangat berbeda dengan para santri, jika santri saat belajar sama sekali tidak bercanda, maka para santriwati sangat asik bercanda, entah lah cara yang mana yang lebih bagus, tapi Yusuf tetap saja kesusahan dalam membaca karena gangguan suara yang cukup keras.

__ADS_1


Selesai sudah sholat isya, Yusuf kembali kekamarnya sendirian, Yusuf tidak tahu kemana ke 5 orang temannya pergi, Yusuf masuk kekamar dan ingin tau apa yang di rasakan Yusuf? Bosan, Ya...Yusuf merasa bosan, karena pada saat di AL-HIDAYAH Yusuf akan pergi ke perkumpulan nya untuk berlatih hadroh, atau ia memainkan ponselnya, tapi sayang di AL-MA'RUF, ponsel yang di bawa oleh santri atau santriwati akan di titip kan di kantor, hanya boleh di ambil, ketika para murid ingin pulang.


"Wah...Yusuf suaramu bagus juga Ya.." puji Amir dan sukses membuat Yusuf kaget setengah mati "kalian...sudah kembali, darimana saja?" tanya Yusuf sedikit kesal, "kami dari karang taruna, suaramu bagus Yusuf, bagaimana jika besok malam kau ikut kami bergabung di karang taruna" ucap Syauqon sambil menepuk bahu Yusuf, "bagus apanya suara ku ini seadanya Syauqon" jawab Yusuf malu-malu "jika suaramu sebagus itu kau sebut seadanya lalu bagaimana jika kau bersungguh-sungguh? Pasti lebih wow bukan" puji Arif yang di angguki oleh Amir dan Syauqon, dan kali ini sukses membuat Yusuf malu setengah mati "kau bersedia kan?" tanya Syauqon "untuk apa?" Yusuf balik bertanya, berpura-pura tidak mengerti, "bersedia untuk menjadi penggenap di kehidupan ku" jawab Syauqon bercanda dan sukses membuat seisi kamar tertawa, ya begitu lah Syauqon dia ahli dalam bidang merayu, bahkan santri saja ia rayu, bagaimana jika ia bertemu santriwati, sudah pasti 1000 kata-kata manis akan ia lontarkan.

__ADS_1


"Bersedia untuk ikut bergabung di karang taruna AL-MA'RUF Yusuf?" tanya Arif sambil menaiki ranjang nya menuju tingkat 2, "tentu saja aku mau" kata Yusuf dengan senyum manis yang terbit begitu saja di wajah tampannya "ya lagipula... sayangkan santri tampan dengan suara emas sepertimu di abaikan" ucap Amir santai dan menaiki tangga kecil ranjangnya menuju tingkat 3 "di mana si kembar?" tanya Yusuf pada Syauqon, ya karena hanya Syauqon yang belum tidur "mereka ada tugas qismul aman "jawab Syauqon dan berbaring di ranjang yang bersebelahan dengan Yusuf, Yusuf berada di tingkat paling bawah bersampingan dengan ranjang Syauqon, di paling bawah bukan berarti Yusuf berat, hanya karena Yusuf murid baru dan di kamar ini tidak ada yang kelebihan lemak.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2