
Yusuf berlari menerobos hujan yang semakin deras, tanpa memikirkan si pemilik payung yang sekarang di pakainya, apakah anak itu akan menerobos hujan tanpa payung atau ia akan menunggu hujan sampai reda? Entahlah Yusuf tidak memikirkannya.
Setelah cukup lama Yusuf berlari menerobos hujan, akhirnya ia bisa melihat sebuah gerbang dengan tulisan AL-MA'RUF, langkah nya di hentikan oleh seorang satpam penjaga gerbang pondok AL-MA'RUF. "Ada perlu apa nak?" tanya satpam itu ramah dan sedikit berteriak karena hujan sangat deras membuat suara sulit di dengar, "saya murid pindahan pak" jawab Yusuf sopan. "ya sudah... mari bapak antar ke kantor" ajak pak satpam dan membukakan gerbang walau kehujanan.
Setelah tiba di kantor pak satpam pun pergi, Yusuf meletakkan payung yang masih basah di teras kantor dan mengetuk pelan daun pintu yang sudah terbukak, "assalamualaikum" ucap Yusuf sopan, "waalaikumsalam... Masuk nak!" suruh ustadz yang ingin keluar dari kantor, Yusuf pun masuk dengan langkah kecil, "duduk!" ucap seorang ustadz yang tengah duduk di belakang meja yang bertuliskan 'pemimpin pondok' Yusuf pun langsung duduk di kursi yang berada tepat di hadapan sang ustadz "ada perlu apa nak?" tanya ustadz itu sambil menatap Yusuf "saya murid pindahan ustadz, ayah saya sudah mendaftarkan saya pada awal semester 2 kemarin, nama saya Muhammad Yusuf" jawab Yusuf sopan, "oh... Iya.. Kau pasti anak ustadz Usman pimpinan pondok AL-HIDAYAH Kan? Saya ustadz Siddiq" kata ustadz itu, Yusuf pun mengangguk dan tersenyum manis kepada ustadz Siddiq "ini...kunci kamarmu, jika tidak tau letak ruangan-ruangan di pondok ini, kau bisa tanya kan pada satpam atau melihat denah ini, simpan denahnya karena semua pelajar disini harus memiliki denah, setelah selesai berbenah, masuk lah pada jam ke 2 pelajaran, karena sekarang jam pelajaran pertama sudah hampir habis" jelas ustadz Siddiq panjang lebar sambil menyerahkan beberapa lembar kertas dan kunci kamar.
__ADS_1
Yusuf pun bergegas menuju kamarnya setelah berpamitan dengan ustadz Siddiq, setelah Yusuf tiba di kamar yang bernomor 13, Yusuf yakin bahwa itu adalah kamarnya, Ya..karena nomor kamarnya sudah tertera pada kunci yang sekarang di tangannya, Yusuf langsung masuk ke kamar setelah susah payah membuka pintu dengan kunci yang sudah berkarat, "kecil...tidak ada alat-alat untuk memasak, lemari hanya satu, lalu di mana para santri pondok ini makan?" ucap Yusuf pelan, Ya..memang sebenarnya kamar di AL-MA'RUF ini lebih kecil daripada kamar yang ada di AL-HIDAYAH, jika di AL-HIDAYAH para santri mempunyai kompor masing-masing untuk memasak, maka di pondok baru nya ini Yusuf sama sekali tidak ada melihat alat-alat dapur,hanya ada 2 ranjang tingkat 3, satu rak untuk menaruh kitab bersama, dan beberapa kardus yang Yusuf bisa perkirakan itu adalah tempat para santri menaruh pakaian mereka.
Yusuf pun mengganti baju nya yang agak basah karena terkena air hujan tadi dengan seragam pondok AL-MA'RUF yang di beli kan ayahnya saat mendaftarkan nya, Yusuf melirik ke arah jam beker yang bertengger di rak kitab bersama, sekarang jam sudah menunjukkan pukul 09:34, Yusuf mendengar lonceng di pukul tanda waktu istirahat sudah tiba,Yusuf keluar dari kamarnya dan berniat ingin ke mesjid pondok untuk melaksanakan sholat dhuha,Yusuf terus berjalan menyusuri deretan kamar para santri dengan membawa denah yang di berikan oleh ustadz Siddiq tadi, Yusuf belok di persimpangan yang tepat nya untuk menuju halaman sekolah, jika saat Yusuf baru sampai tadi jalanan masih kosong, maka sekarang sangat padat, para santri dan santriwati berhamburan di mana-mana. Ya..wajar saja, bukan kah sekarang jam istirahat .
Santri itu menuntun Yusuf melewati samping samping kamar para santri dan wow...mereka sudah sampai tepat di samping mesjid, jika Yusuf tidak bertemu dengan santri itu mungkin Yusuf sekarang masih berkeliling dengan raut wajah polos nya. Santri itu masuk mendahului Yusuf karena Yusuf harus mengambil air wudhu dulu, setelah masuk ke mesjid Yusuf pun melaksanakan sholat dhuha 8 rakaat Ya...bukankah sholat dhuha itu paling afdhol 8 rakaat, jadi Yusuf istiqomah mengerjakan yang terafdhol, selesai sudah Yusuf sholat dhuha dan ia bergegas menuju sekolah nya untuk mencari kelas barunya, Yusuf berjalan menyusuri koridor sekolah ia mengeja setiap tingkatan kelas yang ada di atas pintu setiap kelas dan alhmdulillah sudah Yusuf temukan kelas dengan tulisan "al-fashlu tsani aliyah 'I' " yang berarti: kelas 2 aliyah (SMA) bagian putra.
__ADS_1
Karena tadi lonceng tanda waktu istirahat berakhir sudah di pukul, jadi di dalam kelas nya sudah ada ustadz yang siap membagikan ilmunya untuk para murid, Yusuf pun mengetuk pelan daun pintu yang sudah terbuka "asslamualaikum" ucap Yusuf sopan, ustadz pun menjawab salamnya dan mempersilahkan Yusuf untuk masuk,"apa masih ada kursi kosong?" tanya ustadz pada para santri, "ada ustadz.... di samping saya" jawab seorang santri dengan senyum kecil, Yusuf pun langsung duduk setelah dipersilahkan oleh ustadz, Yusuf memulai belajar di pondok barunya, ingin tau bagaimana nasib Yusuf di pondok barunya? Baiklah langsung saja.
.
.
__ADS_1