CINTA ANAK USTADZ

CINTA ANAK USTADZ
Hadramout I'm Coming


__ADS_3

Tibalah hari di mana Yusuf akan pergi ke Hadramout, setelah selesai memasukkan pakaian dan perlengkapan lainnya ke koper, Yusuf pun berangkat ke bandara menggunakan mobil ayahnya bersama keluarga kecilnya.siapa lagi jika bukan ibu dan ayahnya.


Setelah tiba di bandara, Yusuf berpamitan dengan kedua orang tuanya, ribuan bulir air mata membasahi pipi Yusuf, ia terus saja menangis, bagaimana tidak, Hadramout terlalu jauh, dan tidak ada siapapun di sana, kecuali pamannya yang sedang kuliah di salah satu universitas Hadramout, Yusuf akan sangat merindukan orang tuanya, teman-temannya, guru-gurunya, dan seluruh apa yang ada di tempat kelahirannya.


Saat Yusuf dan orang tuanya menunggu waktunya untuk berangkat, ayahnya Yusuf mendapatkan telpon dari Abraham, ternyata Abraham memberi kabar bahwa Humaira kembali drop, Ya..Abraham mengabarkan karena pesan dari ustadz Usman, jika ada sesuatu pada Humaira, langsung kabari saja dia.


Setelah mendengar kabar bahwa Humaira kembali drop, perasaan Yusuf berubah menjadi khawatir, ia takut Humaira tidak bisa di selamatkan lagi, apa? khawatir? Kenapa ia khawatir, bukankah bagus jika Humaira mati saja, bukankah Yusuf menganggap Humaira hanya pengganggu hidupnya saja, lalu kenapa sekarang ia khawatir? Ya..begitulah Yusuf aneh.

__ADS_1


Saatnya Yusuf untuk berangkat, ia berjalan menuju pesawat dengan air mata yang masih mengalir, saat di dalam pesawat, Yusuf pun masih menangis, Yusuf duduk bersampingan dengan seorang kakek tua "kenapa kau menangis nak?" tanya kakek itu ramah, Yusuf langsung menyapu air matanya, "saya tidak bisa jika harus berpisah lama apalagi jauh dengan orang tua seperti sekarang pak" jawab Yusuf lesu "apa kau ingin bersekolah di Hadramout nak?" lagi-lagi tanya si kakek "iya pak, bapak sendiri?" jawaban dan pertanyaan dari Yusuf "kakek,mempunyai keluarga disana dan.." kakek itu pun bercerita panjang lebar sehingga Yusuf tidak terlalu merasakan kesedihan dan beberapa jam kemudian pesawat mendarat.


Akhirnya Yusuf sudah tiba di tempat tujuannya. Ia sudah di tunggu oleh pamannya yang bernama Akbar dan pamannya juga yang akan mengantarnya ke pondok barunya, apa? pondok baru lagi? ya, begitulah. Yusuf di perkenalkan pamannya pada kepala sekolah, Yusuf juga sudah mendapatkan kamar, jika di AL-MA'RUF kamarnya sangat kecil maka di pondok barunya ini kamarnya cukup besar, ia satu kamar dengan 2 orang temannya yang asli Hadramout, itulah yang membuat Yusuf agak sulit jika berkomunikasi dengan teman-temannya, Ya..karena ia masih aliah (SMA) jadi semua teman-temannya adalah asli penduduk Hadramout, untung saja ,saat di Indonesia, Yusuf unggul dalam pelajaran lugat (bahasa Arab), jadi tidak terlalu sulit, kadang Yusuf juga hanya menggunakan bahasa isyarat ketika berkomunikasi dengan teman-temannya.


Hari pertama Yusuf berada di pondok Hadramout ini, ia sudah merasakan kalah banding dengan teman-temannya dari wajah, tinggi badan, dan suara, teman-temannya sangat pasheh saat membaca,terlebih lagi teman dekatnya yang bernama Khalid, jika di AL-HIDAYAH dan AL-MA'RUF, Yusuf adalah yang terdepan, mungkin di pondok ini dia adalah barisan ke 3 dari belakang, karena sebab itu, Yusuf sangat giat belajar ia tidak ingin kalah dari teman-temannya, jika ia kalah banding dalam rupa dan postur tubuh, maka ia tidak mau jika harus kalah banding dalam kecerdasan.


Sekarang Yusuf sudah berkuliah di universitas yang sama seperti pamannya, Yusuf sekarang tinggal bersama pamannya, dan juga ikut berdagang, agar tidak terlalu mengharapkan kiriman dari orang tuanya, jika orang tuanya mengirimkan uang, maka Yusuf akan menyimpan nya saja. Yusuf bertekad untuk meluluskan kuliah S1 nya di Hadramout.

__ADS_1


Setiap hari Yusuf menjalani hidupnya dengan penuh semangat, ia tidak mau ketinggalan dari teman-temannya, jika dia sudah hafal Al Qur'an 30 juz, maka sekarang ia ingin menghafal hadist 2 shohyh (Bukhori Muslim).


Empat tahun Yusuf jalani untuk menyelesaikan kuliahnya, dan akhirnya tiba waktu untuk Yusuf wisuda, orang tuanya tidak bisa datang jadi Akbar lah yang menemaninya saat wisuda, sedangkan Khalid sahabat karibnya sudah menikah beberapa bulan sebelum wisuda, jadi istrinyalah yang menemaninya. Hah, beruntung sekali Khalid sudah menemukan jodohnya di usia yang cukup muda.


Lalu bagaimana dengan Yusuf? Sepertinya ia tidak tertarik pada wanita asli Hadramout, Yusuf akan mencari jodoh di Indonesia saja, sudahlah tinggalkan tentang jodoh, kembali pada tentang pelaksanaan wisuda, alhamdulillah berjalan dengan lancar. Setelah wisuda, Yusuf tidak memiliki pekerjaan lagi, kecuali berdagang kain dengan pamannya yang tidak lain adalah Akbar.


.

__ADS_1


.


__ADS_2