
Abraham yang mulai bosan menunggu adiknyapun, memutuskan untuk mencari tempat duduk yang agak jauh dari tempat ia berdiri tadi. Setelah selesai membeli paket internet, dengan cepat Yusuf membuka ponselnya, dan wow banyak sekali pesan dari whatsapp yang masuk dan pesan itu dari nomor yang tidak ada pada daftar kontaknya, Yusuf pun membalas pesan itu satu-persatu, dengan isi pesan yang sama yaitu "siapa?" sambil berjalan menuju jalan raya.
Yusuf hanya fokus pada layar ponselnya, saat ingin menyebrang Yusuf sempat melihat kiri kanan dulu, saat sudah pasti aman Yusuf pun menyebrang dengan langkah normal, namun setelah seperdua jalan, langkah Yusuf melamban karena terlalu fokus pada layar ponsel nya, tanpa ia tahu dan sadari, mobil sedan berwarna hitam pekat, sudah berada di samping tubuhnya dengan jarak kurang lebih 30cm, dan siap menabraknya.
Tiba-tiba.. "brukk.." Yusuf terjatuh ke tepi jalan kota, ponselnya terhempas ke trotoar, dan ia juga merasakan dorongan keras pada tubuhnya sebelum ia terjatuh ke tepi jalan, beberapa detik kemudian, terdengar decitan rem yang sangat memekakkan telinga, diiringi dengan debaman keras, tidak jauh dari tempat Yusuf terjatuh, tetapi Yusuf tidak memperdulikan bunyi-bunyian yang tidak merdu itu, sekarang Yusuf mencoba berdiri dengan kaki yang agak nyeri akibat tergesek ke aspal, dengan cepat ia langsung meraih ponselnya dan memeriksanya "huh.. siapa orang tanpa pikiran yang telah membuat ponselku lecet seperti ini, syukurlah masih bisa di nyalakan" gumam Yusuf pelan, sambil membolak-balikkan ponselnya, untuk memeriksa ada berapa lecet.
"Hai..anak tampan yang lengah" sapaan kasar itu diiringi dengan pukulan keras di bahu Yusuf, membuat Yusuf dengan cepat menoleh ke arah suara itu berasal, Yusuf melihat seorang laki-laki paruh baya dengan postur tubuh seperti seorang militer berpakaian kemeja rapi dan ada tag nama pada bajunya "Tio Wijaya" Yusuf mengeja nama itu di dalam hati, Yusuf merasa ia pernah melihat laki-laki yang berada di hadapannya ini sebelumnya, Yusuf memutar bola matanya untuk mengingat siapa laki-laki itu, dan Ya..Yusuf mengingatnya, laki-laki dihadapannya ini adalah sahabat ayahnya, terakhir kali Yusuf bertemu dengan pak Tio adalah pada saat usia Yusuf 7 tahun dan sekarang usia Yusuf sudah 17 tahun, berarti itu 10 tahun yang lalu.
__ADS_1
"Pak Tio? ada apa pak?" tanya Yusuf ramah "dasar lengah.. lihat! Apa yang kau lakukan" bukannya menjawab, pak Tio malah menatap Yusuf dengan tatapan tajam sambil mengarahkan telunjuknya ke gerombolan orang yang berada di tepi jalan, Yusuf pun melihat ke arah yang ditunjukkan oleh pak Tio "apa yang terjadi pak?" tanya Yusuf polos "kenapa tidak kau lihat saja sendiri!! Anak lengah" mendengar ucapan pak Tio yang begitu kasar padanya, membuat kaki Yusuf seakan di tarik untuk mendatangi gerombolan itu, padahal sebenarnya Yusuf sangat tidak berminat dalam hal masuk ke kerumunan banyak orang apalagi harus berdesak-desakan dengan orang yang tidak ia kenal, saat Yusuf mencoba menerobos kerumunan, untuk melihat apa yang ada di balik banyak orang itu, ia sama sekali tidak mendapat ruangan untuk lewat.
"Nyonya ada apa ini?" tanya Yusuf pada seorang wanita yang berada di sampingnya "ada kecelakaan nak" jawab nyonya itu ringkas, karena merasa nafas nya tidak lancar, Yusuf memutuskan untuk keluar dari kerumunan orang-orang bodoh yang hanya menonton dan mengangkat ponsel mereka ke udara seraya mengambil gambar korban kecelakaan itu.
Setelah Yusuf keluar dari gerombolan tersebut, pak Tio sudah berdiri di depannya "bagaimana? apa kau melihatnya?" tanya pak Tio dengan sinis "saya tidak bisa melihat korbannya pak, Ya..karena orang-orang aneh itu, mereka hanya mengambil gambar tanpa ada niat untuk menolongnya, begitulah" jawab Yusuf normal "Ya..mereka sama sepertimu, yang hanya mengurus ponsel saat dimana pun, kapan pun, bahkan saat menyebrang pun, kau tidak memperhatikan jalan" bentak pak Tio "iya pak, saya juga begitu" jawab Yusuf pasrah, karena bagaimana pun,yang di katakan pak Tio itu memang benar.
Baru satu langkah Yusuf berjalan ingin pergi, namun "kenapa kau pergi? seharusnya kau menolong orang yang sudah menolongmu, anak lengah" perkataan pak Tio itu sukses membuat langkah Yusuf berhenti "me-menolong saya?" tanya Yusuf gugup "iYa..kau terlalu lamban saat menyebrang, andai saja dia tidak mendorong mu ke tepi jalan, mungkin sekarang kau yang di geromboli orang-orang" jawab pak Tio masih tanpa keramahan.
__ADS_1
Seketika Yusuf mengenali anak perempuan itu "Humaira...?" gumam Yusuf pelan, dengan cepat Yusuf berjalan menuju tubuh Humaira yang benar-benar tidak berdaya, ia berniat menggendong tubuh Humaira,dan membawanya ke rumah sakit, ya, walaupun ia tidak terlalu yakin dengan niatnya, belum sempat Yusuf mendatangi Humaira, Abraham datang bersama seorang laki-laki yang tidak lain adalah si penabrak.
Abraham langsung menggendong tubuh adik nya menuju mobil si penabrak, diikuti Yusuf dengan jarak dekat, menyadari Yusuf ada di belakangnya, Abraham langsung meminta Yusuf untuk membukakan pintu mobil dan menyuruh Yusuf menaruh tas ranselnya dan tas ransel Humaira, di bagasi mobil, saat Yusuf sedang menutup bagasi, tiba-tiba pak Tio ada di belakangnya "nak..ikut lah kerumah sakit! Antarkan penyelamatmu!" kali ini pak Tio sangat ramah, mungkin karena Yusuf sudah melakukan hal yang benar, "i-iya pak,terimakasih karena sudah memberi tahu saya"jawab Yusuf dengan senyum kikuk, Yusuf pun menuju pintu mobil yang akan membawa Humaira kerumah sakit.
"Yusuf, aku mohon temani aku membawa adikku" perkataan Abraham tersebut membuat Yusuf terkejut, karena selama di AL-MA'RUF,Abraham tidak pernah meminta Yusuf untuk Menemaninya, dengan cepat Yusuf mengangguk dan duduk di samping Abraham, Ya..walaupun tempat Yusuf sempit, karena sebagian kursi mobilnya di tempati oleh kaki Humaira.
.
__ADS_1
.
.