
Yusuf pun memarkir kan motornya di halaman rumah, tapi ada yang berbeda dengan halaman rumah nya, ada sebuah mobil yang ia tidak kenal, tanpa pikir panjang, Yusuf langsung memasuki pintu rumah yang sudah terbuka "assalamualaikum" ucap Yusuf, ternyata orang tuanya sedang menerima tamu "waalaikumsalam, Yusuf akhirnya kau datang juga, ada yang ingin ayah sampaikan padamu, tapi kau sholat ashar dulu" jawab ayahnya, dengan cepat Yusuf masuk dan melaksanakan sholat Ashar.
Setelah selesai, ia pun ke ruang tamu untuk menemui ayahnya "ayo duduklah" kata ayahnya sambil menunjuk sofa kosong yang berada berhadapan dengan tamu ayahnya "apa kau mengingatku Yusuf?" tanya tamu itu pada Yusuf setelah mereka berhadapan, Yusuf diam sebentar mencoba untuk mengingat siapa tamu ayahnya ini, "pak Tio?" tebak Yusuf yang 100% benar "ternyata kau masih mengingatku" jawab pak Tio ramah "Yusuf, tadi pak Tio bersilaturahmi ke sini, karena ayah yang memintanya, saat kami berbincang-bincang, akhirnya kami sepakat untuk menjodohkanmu dengan putri pak Tio".
__ADS_1
Saat mendengar kata menjodohkan yang keluar dari mulut ayahnya tadi membuat Yusuf terkejut setengah mati, kenapa? Karena ia akan dijodohkan dengan perempuan yang sama sekali tidak ia kenal "bagaimana Yusuf?" sekarang pak Tio bertanya "e-eh begini, apa putri bapak sudah mengetahuinya?" Yusuf malah balik bertanya "nak, kami ingin mendapatkan jawaban darimu dulu, jika kau mau, maka pak Tio akan memberitahukannya pada putrinya, jika kau tidak mau, maka tidak perlu di beritahukan pada putri pak Tio, Ya..kami hanya takut jika dia diberitahu sebelum mendapat jawaban darimu dia akan berharap" jelas ustadz Usman "kau tidak perlu menjawab sekarang, masih ada waktu 3 hari untuk kau memikirkannya, senin nanti aku akan ke AL-HIDAYAH untuk silaturahmi" sekarang pak Tio yang menjelaskan, Yusuf hanya mengangguk-ngangguk dengan diiringi senyum kecil.
Mereka pun memindah topik obrolan mereka tidak lama kemudian pak Tio pamit pulang. Sekarang Yusuf baru selesai melaksanakan sholat isya bersama ibu dan ayahnya, ia mencoba mencari posisi berbaring yang nyaman, namun tetap saja ia gelisah, bukan karena kasurnya keras tapi karena pikirannya yang sedang tak menentu, Ya..walaupun sebenarnya kasur Yusuf juga keras tetapi ia sudah terbiasa, keluarga Yusuf memang tidak menyukai hal-hal yang berlebihan mereka ingin meniru gaya hidup manusia pilihan (Rosulullah) bukankah beliau hidup serba kekurangan? Bahkan Rosulullah pernah tidak makan beberapa hari, beliau tidur hanya beralaskan kulit pohon kurma, setelah beliau bangun dari tidur kulit beliau yang lembut itupun menjadi berbekas kulit pohon kurma.
__ADS_1
.
.
__ADS_1