CINTA ANAK USTADZ

CINTA ANAK USTADZ
Cerita Dari Amir (2)


__ADS_3

Semenjak hari itu, sekarang hampir setiap minggu Amir dan Syauqon bertemu dengan Zahwa dan Salma, ringkas cerita sekarang Amir dan Zahwa sudah menjadi sepasang kekasih, lalu Syauqon dan Salma? Untuk hal itu sudah pasti mereka juga sepasang kekasih.


Satu minggu sebelum ujian semester 1, Amir bertemu dengan Zahwa, dan ia mengatakan pada Zahwa, bahwa saat libur ujian nanti ia akan memperkenalkan Zahwa pada orang tuanya, ya, berhubung rumah Amir dan Zahwa cukup dekat, hanya di pisah oleh gang kecil saja, jadi sangat mudah jika pada saat libur mereka ingin bertemu.


Sekarang sudah tiba libur semester 1, waktunya untuk para murid pulang ke kampung halaman mereka, sebelum pulang, para murid ke kantor untuk berpamitan dengan guru-guru sekaligus mengambil ponsel mereka yang dititipkan di kantor, sebelum Amir pulang, Amir sempat bertukar nomor ponsel dengan Zahwa, Ya..agar Amir dapat dengan mudah menghubungi Zahwa.


Amir pun sudah sampai di kampung halamannya, ia berlari bergegas menuju pintu rumahnya, ia ingin cepat-cepat bertemu dengan kedua orang tuanya, karena ada banyak hal yang ingin ia beritahukan, mulai dari nilainya sampai.. tentang santriwati yang ia sukai, siapa lagi jika bukan Zahwa.


Setelah ia masuk kerumah Amir dapat melihat keluarga kecil yang ia rindukan sedang santai di depan televisi, orang tuanya langsung menyambutnya dengan pelukan hangat. Amir menunjukkan raportnya pada orang tuanya, ia juga menceritakan bahwa sekarang ia memiliki pacar, lalu apa pendapat orang tua Amir?


Pendapat orang tuanya adalah, mereka menyuruh Amir untuk melamar Zahwa secepatnya, apa? Melamar? Berarti Amir di suruh menikah muda? Hello Amir baru duduk di bangku kelas 1 aliyah sekarang dan umurnya baru jalan 17, bagaimana bisa ABG labil sepertinya membina rumah tangga, ya yang di maksud orang tua Amir adalah, Amir di suruh menikahi Zahwa, namun tidak boleh berkumpul, jadi hanya ijab-qobul? Iya hanya ijab-qobul, karena mereka tidak ingin putra mereka berbuat dosa dengan hubungan haram yang di sebut pacaran itu,untuk resepsi, akan menunggu mereka lulus sekolah, ya begitu lah pendapat orang tua Amir.


Amir pun langsung menelpon Zahwa "assalamualaikum" ucap Amir ramah "waalaikumsalam, ada apa Mir?" sahut Zahwa di seberang sana "Begini.. e..apa kita bisa bertemu malam ini? Ada hal penting" tanya Amir masih ramah "e..dimana? Begini saja ya, aku akan datang ke rumahmu" ucap Zahwa dan "TUT..TUT.." panggilan di matikan secara sepihak oleh Zahwa.

__ADS_1


Malamnya, setelah sholat isya, Amir duduk di kursi yang berada di terasnya untuk menunggu Zahwa, hampir 45 menit Amir menunggu Zahwa tidak kunjung datang, Amir pun mengambil ponselnya dan mencoba menelpon Zahwa, namun beberapa kali Amir menelpon sama sekali tidak diangkat, Amir pun memutuskan untuk kerumah Zahwa, ya, sekaligus silaturahmi dengan calon mertua, hehe....


Setelah tiba di rumah Zahwa, Amir langsung di sambut oleh satpam "mencari siapa nak?" tanya pak satpam ramah "apa Zahwanya ada pak?" Amir balik bertanya "ada-ada, silahkan masuk nak" ucap pak satpam yang di balas oleh ucapan terimakasih dari Amir.


Amir pun memencet bel yang berada di samping pintu rumah Zahwa, beberapa detik kemudian, pintu di bukak, nampaklah seorang perempuan yang bisa Amir pastikan adalah ibunya Zahwa sedang berdiri di ambang pintu dengan senyum manis "biar bibi menebak, pasti kau mencari Zahwa bukan?" tanya ibunya Zahwa yang tepatnya sebuah pernyataan "i-iya bi" jawab Amir gugup "masuk lah tampan dan duduklah, bibi akan memanggil kan putri bibi"suruh ibunya Zahwa ramah. Amir pun duduk di sofa marun yang berada di ruang tamu.


Berselang beberapa menit ibunya Zahwa kembali pada Amir dengan raut wajah khawatir, Amir pun langsung berdiri "ada apa bi?" tanya Amir yang ikut khawatir "Zahwa, Zahwa tidak ada di kamarnya, tadi setelah sholat isya, kami makan bersama, setelah selesai makan Zahwa mengatakan dia ingin tidur, jadi bibi tidak mengkhawatirkannya, namun sekarang dia tidak ada di kamar nak" jawab ibunya Zahwa dengan raut wajah yang bertambah cemas.


"Apa Zahwa membawa ponselnya?" tanya Amir dengan serius. "Kau cek ke kamarnya, kamarnya di sebelah sana bibi akan memanggil ayahnya" jawab ibunya Zahwa dan berlalu, dengan cepat Amir menuju ke arah yang tepatnya adalah kamar Zahwa, setelah masuk kekamar Zahwa, betapa terkejutnya Amir, ada sangat banyak poster-poster artis k-pop di kamar Zahwa, kamar itu tidak bisa dikatakan kamar santriwati, karena sangat buruk, walaupun rapi, tapi yang membuat buruk adalah poster k-pop yang tidak masuk akal bagi seorang santriwati, Amir menyebarkan pandangannya keseluruhan ruang namun tidak ia jumpai ponsel Zahwa, karena merasa tidak menemukan barang yang di cari, Amir pun keluar dari kamar Zahwa.


Dengan cepat Amir menuju motor miliknya yang ia parkir di depan rumah Zahwa. Amir mengendarai motor dengan kecepatan maksimal menuju taman kota, Ya..karena Amir tidak punya nyali besar untuk kebut-kebutan.


Ssetelah tiba di taman kota, Amir memarkirkan motornya dan tidak lama ia berjalan ia sudah bertemu dengan Syauqon "apa-apaan ini, apa kau yakin tidak ingin mengganti bajumu dulu?" tanya Syauqon sambil meneliti pakaian Amir dari atas sampai ke bawah, Amir pun ikut meneliti pakaiannya sendiri, baru ia sadari bahwa ia masih memakai pakaian sholat, dengan peci, baju koko, dan sarung yang rapi dan bersih, Amir hanya bisa tersenyum kikuk, sambil menggaruk belakang kepala nya yang sama sekali tidak gatal "sudahlah,kita langsung ke pokok saja, apa yang ingin kau sampaikan?" ucap Amir serius "tadi kau mengatakan bahwa Zahwa menghilang bukan? Jika begitu, ayo ikut aku!" ajak Syauqon dan melangkah mendahului Amir.

__ADS_1


Amir pun mengikuti langkah Syauqon, melewati gerombolan banyak orang yang sedang menikmati ke indahan malam di taman kota, setelah tiba di belakang sebuah kursi taman, langkah Syauqon berhenti dan "siapa itu?" tanya Syauqon sambil menunjukan ke salah satu kursi taman yang di tempati oleh dua orang "siapa?" Amir balik bertanya "huh ...dasar kau ini Amir, itu Zahwa" jawab Syauqon kesal "apa? Tapi tidak mungkin" ucap Amir ragu " kenapa? Kau tidak percaya? Kenapa tidak kau lihat saja sendiri, cepat!" kata Syauqon sambil mendorong Amir kasar kearah kursi yang ia maksud, saat Amir berada tepat di belakang kursi taman yang di maksud Syauqon, Amir pun memberanikan diri untuk menyapa penghuni kursi taman itu.


"Assalamualaikum" sapa Amir agak ragu, dengan cepat penghuni kursi yang berjumlah dua orang itu pun menoleh bersamaan, dan wow ternyata benar itu Zahwa "Amir...??" ucap Zahwa terkejut, Ya..sepertinya Amir lebih terkejut daripada Zahwa, karena melihat pakaian Zahwa yang sama sekali tidak bisa di sebut sebagai anak pondok, dengan celana jeans dan jaket merah ati dan kerudung segitiga berwarna hitam.


"Siapa dia?" tanya laki-laki yang berada di samping Zahwa "apa tidak ada salam untuk menjawab salamku tadi?" gumam Amir dalam hati, "aku Amir, siapa namamu?" Tanya Amir dengan senyum ramah "aku Farhan, pacar Zahwa, kau? Apa hubungan mu dengan Zahwa" tanya Farhan normal "sudah berapa lama kalian berpacaran?" Amir balik bertanya "2 tahun, memangnya kau ini siapa? tiba-tiba datang dan meng introgasi ku?" jawaban dan pertanyaan dari Farhan dengan wajah normal "ya sudah aku pergi dulu, Zahwa orang tuamu mencarimu" ucap Amir dan berlalu meninggalkan raut wajah heran di muka Farhan dan raut wajah pucat di muka Zahwa.


Amir kembali pada Syauqon "bagaimana?" tanya Syauqon "iya, dia adalah Zahwa, aku akan mengabari orang tuanya, bahwa Zahwa ada di taman kota" jawab Amir dengan raut wajah yang sudah bisa Syauqon tebak itu adalah raut wajah GALAU ala santri.


Setelah mengabari orang tua Zahwa, Amir pun langsung pulang ke rumah, saat sampai di rumah Amir langsung masuk ke kamarnya tanpa mengucap salam, sikap Amir itu membuat orang tuanya heran, saat Amir berbaring di kasur dengan pikiran yang tidak menentu.


Tiba-tiba pintu kamarnya di ketok dari luar "nak .. apa ibu boleh masuk" tanya ibunya Amir dari luar "iya bu" jawab Amir dan bangun dari kasur nya "ada apa nak? Kau tidak seperti biasanya, apa Zahwa menolak ajakan mu?" tanya ibu Amir dengan lembut "maaf bu..Amir tidak mengucap salam saat masuk tadi, tentang Zahwa, dia sudah mempunyai pacar sejak 2 tahun yang lalu dan sampai sekarang" jawab Amir dengan suara tertahan "maaf kan Amir" sambungnya "sudahlah nak, tidak perlu di pikirkan lagi, kau juga masih terlalu labil dan bodoh dalam masalah perasaan, sekarang kau hanya bertugas untuk belajar, belajar, dan belajar, ibu akan bangga jika kau bisa masuk 3 besar saat haflah, tidurlah! Besok ibu ingin kau jadi imam sholat subuh" ucap ibunya untuk menutup perbincangan singkat mereka.


Semenjak malam itu, Amir tidak pernah lagi memikirkan Zahwa atau siapapun yang bernama kaum hawa yang masih remaja, apa itu yang di sebut trauma? Sepertinya iya, tapi suatu saat nanti Amir harus membuka hati nya untuk salah seorang kaum hawa yang akan menjadi pendampingnya, untuk saat ini Amir hanya memfokuskan dirinya pada pelajaran.

__ADS_1


.


.


__ADS_2