
Sekitar kurang lebih 1 tahun 10 bulan yang lalu, atau tepatnya saat Amir baru menduduki bangku kelas 1 Aliyah (SMA).
Pada saat itu adalah hari jum'at, berhubung sekarang masih tahun ajaran baru, banyak santri dan santriwati yang pergi ke kota untuk membeli perlengkapan kamar, karena perabotan rumah tidak tersedia di koperasi, atau mereka membeli kitab yang stok nya sudah habis di koperasi.dulu, Amir sangat akrab dengan Syauqon, Ya..berhubung mereka satu kampung dan satu kamar, jadi hari ini Amir dan Syauqon berangkat ke kota bersama, saat di perjalanan menuju kota, Amir melihat sebuah kunci dengan gantungan tasbih berwarna marun tergeletak di tanah, Amir pun langsung mengambilnya.
"Apa itu Mir?" tanya Syauqon penasaran "kunci,sepertinya seseorang tidak sengaja menjatuhkannya" jawab Amir sambil meneliti setiap bagian dari kunci mungil itu dan ia mendapati deretan huruf yang terukir rapi di belakang kunci itu dengan kalimat 'Zahwa' "apa ini nama pemiliknya?" tanya Amir pada Syauqon, Syauqon pun mengeja deretan huruf yang di tunjukkan oleh Amir "Z-a-h-w-a, jika tidak salah dia itu santriwati AL-MA'RUF, yang sekarang duduk di kelas 1 aliyah seperti kita Mir,dan aku rasa, aku ingat bagaimana tampangnya", "lalu bagaimana kita bisa Mengembalikannya nya Syauqon?" lagi-lagi Amir bertanya "tidak perlu di kembalikan... mudah bukan" jawab Syauqon sambil tertawa keras, membuat Amir berdecak kesal "Syauqon..ini adalah kunci, kunci itu penting, tanpa kunci kita tidak bisa membuka sesuatu, kau mengerti" ucap Amir serius "Ya..sudah, kau simpan saja dulu, nanti kita serahkan pada satpam" jawab Syauqon dan kembali meneruskan langkah kakinya menuju kota, Amir pun mengangguk dan mengikuti langkah Syauqon.
__ADS_1
Setelah sampai di kota, mereka berdua pun menyebrang menuju pasar, dan langsung menghampiri toko yang menjual perlengkapan mereka perlukan, tidak terlalu lama, mereka sudah selesai berbelanja, berhubung hari nya sangat panas Syauqon pun mengajak Amir untuk membeli air minum di sebuah toko, saat di toko Syauqon melihat empat orang santriwati dan salah satunya adalah Zahwa, Syauqon bisa mengetahui bahwa itu adalah Zahwa karena tag nama yang ada pada kerudung Noya.
"Amir..." panggil Syauqon sambil menepuk bahu Amir yang sedang asik memilih air minum "hmmm.." jawab Amir tanpa melirik Syauqon "Amir..lihat! Siapa itu" lagi-lagi Syauqon menepuk bahu Amir, "siapa?" tanya Amir,masih tidak menoleh pada Syauqon "Amiiirr,coba lihat dulu!" ucap Syauqon jengkel dan memalingkan tubuh Amir dengan kedua tangannya agar menghadap kearah yang ia maksud "bukan kah itu santriwati AL-MA'RUF, nah diantara mereka adalah Zahwa" sambung Syauqon sambil mengarahkan telunjuknya ke empat santriwati itu, "yang mana?" tanya Amir dengan wajah meneliti "Ya..sudah, ayo kita hampiri saja" ajak Syauqon dan mulai melangkah kan kakinya.
"Tunggu! Untuk apa?" pertanyaan Amir itu sukses membuat Syauqon menghentikan langkah nya, lalu Syauqon menatap Amir dengan tatap kesal "Amir..shohib ku ..bukankah tadi kau menemukan kunci di jalan,dan pemiliknya adalah Zahwa bukan? Lalu kau mengatakan bahwa kau ingin mengembalikannya, dan sekarang kita melihat Zahwa,ya sudah ayo kembalikan.. polos" jelas Syauqon panjang lebar dan berusaha sabar menghadapi shohibnya yang satu ini "tapi, Syauqon, apa kita harus berbicara dengan mereka?"tanya Amir gugup "tentu saja,ayolah Amir,Ya..sekaligus berkenalan, mungkin saja diantara mereka masih ada yang JOMBLO" jawab Syauqon dan menarik Amir untuk mengikuti langkah nya, "dasar kau ini MODUS" ucap Amir pelan, namun Syauqon bisa mendengarnya, dan ia hanya merespon dengan senyum kecil,karena bagaimana pun, yang dikatakan Amir itu memang benar.
__ADS_1
"Ehmm..jadi begini, tadi kami, e.. maksudku Amir, menemukan kunci di jalan, nah kami pikir kunci itu adalah milik salah satu dari kalian, betulkan Mir" kata Syauqon sambil menyenggol bahu Amir,Amir yang sedari tadi hanya menunduk, sekarang ia harus mendongak, setelah ia mendongak dan masyaAllah, Amir serasa melihat bidadari dunia,bukan bidadari surga Ya..karena Amir tidak tahu bagaimana tampang bidadari surga, bidadari itu adalah Zahwa, Amir bisa membaca tag namanya, ternyata Amir sekarang berhadapan dengan Zahwa, walaupun jarak mereka kurang lebih 60cm namun itu tetap membuat Amir gugup, Amir diam sepersekian detik, sambil menatap wajah santriwati di hadapannya yang kini sudah tersenyum padanya.
"Amir..cepat tunjukkan pada mereka kunci itu" bisik Syauqon dan berhasil membangunkan Amir dari lamunan nya, dengan cepat Amir merogoh saku seragamnya, untuk mengambil kunci yang tidak lain adalah milik Zahwa,santriwati yang beberapa detik lalu telah membuat Amir jatuh cinta padanya, apa,jatuh cinta? Iya,Amir jatuh cinta pada Zahwa, apa secepat itu? Sepertinya juga iya, Amir jatuh cinta pada Zahwa sangat cepat, ya bagaimana lagi,sudahlah tidak perlu di bahas. Dengan cepat Amir menyerah kan kunci mungil itu pada Zahwa "terima kasih" ucap Zahwa sembari tersenyum manis kearah Amir, "terimakasih" jawab Amir gugup,tunggu! Bukankah seharusnya Amir menjawab 'sama-sama'? Huh...dasar Amir, ya wajar saja mungkin Amir salah tingkah, bagi Syauqon ia maklum saja,karena ia sudah tahu pasti bahwa shohib nya yang satu ini, memang tidak mahir dalam bidang menghadapi perempuan, Syauqon pun menyenggol lengan Amir untuk memberi kode agar Amir mengulang kata-katanya "e..maksudku sama-sama" ucap Amir pada Zahwa, sambil tersenyum kikuk.
"Namaku Syauqon dan ini Amir, dia baik, cerdas, memiliki suara emas, dan yang pasti dia tampan, walau sebenarnya masih kalah dariku" kata Syauqon memperkenalkan dirinya dan Amir "aku Zahwa, ini Salma, Laila dan Salina" sekarang Zahwa yang memperkenalkan teman-temannya "jika aku boleh tahu,apa kalian masih JOMBLO" tanya Syauqon dengan penuh percaya diri "dasar Syauqon,mulai sudah" gumam Amir dalam hati, " kami masih JOMBLO kecuali Laila" jawab Zahwa sambil tertawa pelan, entah kenapa ketika melihat Zahwa tertawa membuat hati Amir serasa berbunga-bunga "apa ini yang di nama kan jatuh cinta?" gumam Amir dalam hati, memang terdengar sangat lebay bukan? Tapi mau bagaimana lagi, sudahlah.
__ADS_1
.
.