
Sekarang adalah pagi jum'at dimana hari diadakannya makan gabungan antara santri dan santriwati, semua murid bergotong-royong mempersiapkan untuk makan gabungan, para santri bertugas membersihkan aula, seperti menggeser meja santri dan santriwati yang tadinya terpisah agar menyatu membentuk meja panjang, dan mengangkat kursi-kursi, sebenarnya memang melelahkan, tapi para santri menganggap ini sebagai olahraga jum'at,sedangkan para santriwati bertugas memasak makanan di dapur dan membagikan nya.
Setelah selesai bergotong-royong, semua murid duduk pada kursi yang sudah di tempeli nomor absen masing-masing agar tidak tertukar, mereka makan dengan hening setelah berdo'a, santri dan santriwati duduk berhadapan, sedangkan ustadz dan ustadzah berada di ujung meja, sesekali para murid saling melirik, kadang santri mencuri pandang pada santriwati atau sebaliknya, tapi itu bukanlah Yusuf, karena Yusuf sangat menjaga pandangan matanya, walaupun banyak mata para santriwati yang mencuri pandang pada nya tapi seperti minggu-minggu yang lalu, mata Yusuf hanya fokus pada sepiring nasi putih dengan lauk tempe yang terlihat begitu menggiurkan jika perut sedang lapar dan Yusuf tidak mau kecerobohannya terulang seperti saat pertama kali ia membawakan sya'ir untuk mengisi acara MAULID HABSY, bukankah pada saat itu Yusuf tidak sengaja telah melirik satu orang santriwati berwajah pucat yang sampai sekarang Yusuf masih mengingat wajah nya, Ya..itu khilaf, Yusuf tidak ingin kecerobohan nya terjadi lagi.
__ADS_1
Kembali pada makan gabungan, makan gabungan ini bukanlah kebebasan untuk para santri dan santriwati saling berpandangan, karena tanpa sepengetahuan mereka, Ya..bahkan tidak ada yang mengetahui, hanya para guru yang tahu, bahwa, makan gabung adalah salah satu penambah dan pengurang nilai mereka.
Setelah usai makan, para murid pun kembali bergotong-royong. Sekarang Yusuf sedang duduk di kursi sambil mengipas-ngipaskan kertas kardus yang ia dapat saat bersih-bersih tadi, Ya..memang sekarang sudah selesai bergotong-royong, tapi tidak sedikit murid yang masih berada di aula dan belum kembali ke kamar.
__ADS_1
Saat Yusuf sedang asik merasakan tiupan angin dari kertas kardus yang ia kipas-kipaskan, tiba-tiba "ma'af permisi..." suara itu terdengar seperti suara santriwati, Yusuf pun menoleh, ternyata memang benar ada dua orang santriwati di samping kursinya. Yusuf masih mengingat dua orang santriwati itu, mereka adalah santriwati yang pernah mencoba menggoda Yusuf minggu kemarin, yang berakhir dengan dua orang santriwati itu di beri hukuman oleh ustadzah untuk membersihkan kantor.
"sebenarnya kami hanya ingin berkenalan" ucap santriwati yang badannya lebih tinggi dari teman di sebelahnya, Yusuf mengangkat alis sebelah kanannya tanda tak mengerti dan sedikit kaget, Ya..karena pada minggu kemarin dua santriwati ini hanya berteriak teriak tidak karuan, Maka hari ini kenapa mereka sangat sopan "begini ...perkenalkan namaku Zahwa dan ini Salma" sambung santriwati itu lagi, "jadi...?" tanya Yusuf heran "Em...begini, apa kau mempunyai pacar? a-atau mantan pacar?" sekarang Salma yang bertanya.
__ADS_1
.
.
__ADS_1