CINTA ANAK USTADZ

CINTA ANAK USTADZ
Liburan Semester 2


__ADS_3

Satu hari setelah acara haflah, waktunya untuk para murid pulang ke kampung halaman mereka, Ya.. walaupun waktu libur mereka hanya 2 minggu, tapi mereka tidak akan menyia-nyiakan kesempatan mereka untuk melepas rindu dengan keluarga.


Hari ini semua murid berjejer di depan kantor untuk mengambil ponsel mereka, sekaligus berpamitan dengan para guru yang sudah membimbing mereka dengan kasih sayang dan penuh perhatian, tapi mereka tidak akan berpisah lama dengan para guru, karena bulan ramadhan mereka akan kembali mengikuti pesantren ramadhan.


Setelah mengambil ponsel para murid berlomba-lomba untuk keluar gerbang lebih awal, Yusuf dan kelima temannya berjalan bersama dengan murid lain menuju kota, setelah berjalan agak lama, akhirnya mereka sudah tiba di jalan raya, dengan cepat para murid menuju terminal bus yang tidak terlalu jauh dari gang tempat mereka keluar, mereka pun berdesak-desakan memasuki bus yang masih kosong.


Yusuf hanya berdiri agak jauh dari gerombolan santri dan santriwati AL-MA'RUF yang berdesak-desakan untuk masuk ke bus,ia bingung bagaimana caranya memasuki pintu bus yang penuh dengan manusia itu, Ya..jujur saja, Yusuf tidak terlalu ahli dalam bidang berdesak-desakan, apalagi harus bersenggolan bahu dengan perempuan, dan saat ia mondok di AL-HIDAYAH pun, ia tidak pernah naik bus untuk pulang, karena ia akan pulang bersama orang tuanya dengan mobil pribadi ayahnya, Ya..berhubung orang tuanya adalah pengajar di AL-HIDAYAH jadi Yusuf bisa pulang dengan orang tuanya dan tidak perlu berdesak-desakan seperti saat ini.

__ADS_1


"Yusuf..apa yang kau tunggu? Ayo cepat" ucap Amir dan langsung menarik tangan Yusuf menuju pintu bus yang sarat akan manusia, Ya..apa daya, Yusuf hanya bisa mengikuti langkah Amir,namun tiba-tiba ponsel Yusuf yang berada di saku baju gamisnya bergetar, dengan cepat Yusuf mengambil ponselnya yang sekarang layarnya sudah menyala dan menampakkan deretan huruf "Aby" itu berarti panggilan dari ayahnya "Amir,tunggu sebentar, ayahku menelpon" kata Yusuf sambil menepi di samping bus, Amir hanya bisa berdiri tidak jauh dari Yusuf, beberapa detik kemudian, Yusuf menghampiri Amir "Amir,ayahku akan menjemput ku,kau ikut aku saja ya" ucap Yusuf seraya tersenyum lebar "hmm..bagaimana Ya..terimakasih Yusuf, tapi aku ingin naik bus saja, Ya..lagi pula ayahmu masih lama bukan, baiklah assalamualaikum" jawab Amir sambil berlalu setelah mendapat jawaban salam dari Yusuf.


Yusuf berdiri di depan sebuah toko yang masih tutup, berulangkali ia memeriksa jam tangan yang melingkar rapi di pergelangan tangan nya dan sekarang jam menunjukkan pukul 07:55, "masih sangat pagi, sedangkan ayahku mengatakan bahwa akan menjemput ku setelah sholat dhuha, jadi aku harus menunggu kurang lebih 1-2 jam lagi" gumam Yusuf pelan.


Tiba-tiba Yusuf mendapat pukulan yang keras di bahunya, dengan cepat ia pun memalingkan tubuhnya kearah seseorang yang memukul bahunya sehingga terasa ngilu, dan wow.. ada Abraham dengan senyum angkuhnya berdiri menghadap Yusuf "sedang apa kau? kenapa kau tidak ke terminal untuk menunggu bus?" tanya Abraham ramah, apa? ramah? Ya..entahlah ada apa dengan senior yang satu ini, mungkin ia sedang bahagia "menunggu jemputan ka" jawab Yusuf "apa kakak juga menunggu jemputan" Yusuf balik bertanya "jemputan? Untuk apa? Aku tidak memerlukan jemputan seperti mu santri cengeng aku hanya menunggu adikku dia sangat lamban" jawab Abraham Angkuh,Yusuf hanya membalas dengan senyum manis khasnya.


Suasana menjadi hening beberapa menit, tiba-tiba "hei kau, cepat kemari" teriakan Abraham itu membuat Yusuf kaget, ternyata Abraham memanggil Humaira "kenapa sangat lama, aku yakin kau bergosip dulu bukan" ucap Abraham setelah Humaira berada tepat di sampingnya.

__ADS_1


Yusuf memeriksa kembali jam tangannya dan sekarang sudah pukul 08:15 "ayahku akan menjemputku sekitar 45 menit lagi, jika aku tetap bersama kedua kakak beradik ini, aku rasa itu tidak bagus" gumam Yusuf dalam hati, Ya..wajar saja Yusuf begitu karena ia tidak pernah menyukai kedua kakak beradik yang berada di dekat nya sekarang, ia hanya menganggap mereka sebagai pengganggu hidup nya saja. "maaf kak, aku harus pergi, aku ingin membeli paket internet untuk ponselku" kata Yusuf sambil tersenyum pada Abraham "Ya..pergilah, aku berharap kita bisa bertemu lagi nanti, entah kapan" jawab Abraham dengan senyuman yang tak kalah ramah dari senyum Yusuf, Ya..wajar saja Abraham berkata begitu, karena hari ini adalah hari terakhir nya di AL-MA'RUF Abraham baru saja lulus bukan.


Dengan cepat Yusuf menyebrang menuju toko yang ia inginkan. "huh...sepertinya aku akan berkubang di lumpur lagi nanti, Humaira, belikan aku sarung tangan agar tanganku tidak lecet saat bertani nanti" ucap Abraham pada Humaira "jadi aku harus ke seberang sana?" tanya Humaira, sambil menunjuk ke toko kecil yang menjual alat-alat bertani, termasuk sarung tangan yang di maksud Abraham, toko itu berada di sebrang jalan "tentu saja, gunakan uangmu, Ya..sekali-sekali kau gratis kakakmu ini, lagi pula, aku bertani, hasilnya juga untuk kita bukan" jawab Abraham sinis, dengan cepat Humaira menyebrang menuju toko yang di maksud kakaknya, toko itu bersebelahan dengan toko yang Yusuf datangi, sehingga Humaira bisa sangat jelas melihat wajah kakak kelas yang tidak mau ia panggil kakak itu, Ya..walaupun begitu, Humaira tetaplah adik kelas Yusuf bukan.


.


.

__ADS_1


__ADS_2