CINTA ANAK USTADZ

CINTA ANAK USTADZ
Putri Pak Tio (2)


__ADS_3

Tapi itulah masalahnya hati Yusuf sudah dimiliki penyelamatnya, namun ayahnya ingin menjodohkannya dengan putri pak Tio, jika Yusuf menolak, Yusuf merasa tidak enak karena pak Tio adalah sahabat karib ayahnya dan pak Tio juga yang menjadi saksi mata kecelakaan 5 tahun yang lalu, jika Yusuf menerimanya tapi hati Yusuf sudah di miliki Zulaikha, Yusuf tidak ingin jika dia menerimanya namun dia tidak bisa memberikan hatinya untuk istrinya kelak, masalah itu membuat Yusuf pusing setengah mati, Yusuf memilih untuk tidur lebih cepat agar dia bisa bangun di sepertiga malam terakhir untuk melaksanakan sholat istikhoroh.


Yusuf bersyukur karena ia bisa bangun di sepertiga malam, ia melaksanakan sholat sunat wudhu terlebih dahulu, lalu sunat taubat, dan istikhoroh. Selesai sudah, keputusan Yusuf sudah bulat ia akan menerima perjodohan itu.


Paginya Yusuf berangkat ke AL-HIDAYAH untuk apa lagi jika tidak untuk mengajar, hari ini Yusuf ikut di mobil orang tuanya karena mereka akan pulang bersamaan, saat di perjalanan "bagaimana Yusuf? Apa kau menerima perjodohan itu?" tanya ayahnya tanpa memandang ke arahnya dan ibunya karena sedang menyetir,Yusuf menghela nafas panjang dan "insya Allah By, Yusuf siap" jawab Yusuf dengan suara tertahan, hanya itu saja, ayahnya tidak menjawab sampai mereka tiba di AL-HIDAYAH.


Saat Yusuf keluar dari mobil, ayahnya langsung menyerahkan amplop kecil padanya "apa ini by?" tanya Yusuf "di amplop itu kau bisa mengetahui siapa putri pak Tio" jawab ayahnya sembari berlalu, Yusuf memandang sebentar amplop itu "andai saja putri pak Tio itu penyelamatku" gumamnya pelan.

__ADS_1


Yusuf pun melanjutkan langkah nya menuju kelas 2 aliyah bagian putra, Yusuf sudah di sahkan menjadi wali kelas itu. Yusuf duduk dan memulai pelajaran, selesai menjelaskan, ia pun memberi tugas pada para santri untuk menjawab soal-soal yang sudah ia tulis di papan tulis,pada buku mereka masing-masing, untuk menunggu murid-muridnya selesai mengerjakan soal, Yusuf memilih untuk mencari soal-soal lain yang akan ia tanyakan secara lisan pada muridnya nanti.


Saat Yusuf asik membolak-balikkan buku "assalamualaikum"ucap seseorang, tapi sayang Yusuf tidak mendengarnya "ustadz, itu.." kata seorang santri yang duduk paling depan sambil menunjuk ke pintu, Yusuf menoleh ke arah yang dimaksud muridnya, dan "BRUK..." sekarang alat tulis yang berada di meja Yusuf berserakan di lantai, karena saat Yusuf melihat ke arah pintu tidak sengaja tangannya tersenggol tempat alat tulis yang berada di mejanya, Yusuf pun berdiri untuk menghampiri Zulaikha, ya, Zulaikha yang sekarang berdiri di ambang pintu, saat Yusuf berdiri tidak sengaja kakinya tertendang kaki meja sehingga membuat mejanya bergoyang dan sudah pasti kaki Yusuf juga sangat sakit, sekarang tasnya yang jatuh, dengan cepat Yusuf mengambil tasnya yang baru saja terjatuh dan mencoba memunguti alat tulis namun "ustadz temui saja kak Zulaikha, biar saya saja yang membereskan ini" ucap muridnya yang sekarang ikut memunguti alat tulis di lantai, Yusuf pun berdiri dan berjalan menuju ambang pintu.


"A-a-ada apa ustadzah?" tanya Yusuf gugup "ini undangan dari ustadz Sidiq AL-MA'RUF, undangan pernikahan putranya" jawab Zulaikha sambil menyerahkan undangan yang berwarna coklat muda "terima kasih" ucap Yusuf yang di balas senyuman kecil dari Zulaikha sebelum ia berlalu, Yusuf pun kembali ke tempat duduknya "terima kasih" ucap Yusuf pada muridnya yang tadi membantunya.


Hari ini perasaan Yusuf masih tidak karuan, setelah pulang dari AL-HIDAYAH, Yusuf langsung membersihkan tubuhnya dan bersiap untuk melaksanakan sholat maghrib berjamaah bersama orang tuanya,selesai sholat maghrib dan isya, Yusuf makan malam bersama ayah ibunya, makan malam berlalu dengan hening tidak ada yang berbicara, karena mereka tahu adab ketika makan, saat makan tidak boleh berbicara, hanya fokus pada sepiring rezeki yang ada di depan mata saja.selesai makan, Yusuf kembali kekamar dengan pikiran yang masih berkecamuk, saat Yusuf membaringkan tubuhnya di ranjangnya, tiba-tiba ia teringat akan amplop yang pagi tadi di berikan ayahnya, sebenarnya Yusuf sangat ingin tahu siapa putri pak Tio, tapi ia sangat malas untuk bangkit dari ranjang kerasnya. Akhirnya Yusuf memutuskan membaca do'a-do'a yang sering ia baca sebelum tidur, itu artinya Yusuf ingin tidur.

__ADS_1


Hari ini adalah hari minggu dimana hari diselenggarakannya resepsi pernikahan putra ustadz Sidiq, Yusuf pergi bersama dengan teman-temannya di karang taruna dulu,saat di tempat resepsi, Yusuf duduk sendirian menikmati hidangan pernikahan, karena meja yang ditempati oleh teman-temannya sudah penuh, saat Yusuf asik dengan sepiring nasi kuning, tiba-tiba "bagaimana nak?" ternyata itu adalah pak Tio yang sekarang sudah duduk berhadapan dengannya "bapak" sapa Yusuf ramah "maksud bapak apa?" sambungnya "bagaimana, apa kau menerima perjodohan itu?" apa-apaan ini, pak Tio menanyakan hal yang selalu bergentayangan di pikiran Yusuf "e-iya pak saya menerima perjodohan itu, bagaimana dengan putri bapak?" "betulkah nak? kau menerimanya? Apa ayahmu sudah menyerahkan biodata putriku padamu?" "sudah pak, ayah saya sudah memberikannya pada saya, bagaimana pendapat putri bapak mengenai perjodohan itu?" "putriku? putriku menyerahkan semuanya padamu, dia mengatakan bahwa, jika kau mau menerimanya maka begitu juga dengan dirinya" setelah mendengar jawaban dari pak Tio tadi membuat Yusuf merasa sangat bersalah karena hatinya benar-benar sudah di miliki oleh Zulaikha bukan yang lain.


"Baiklah nak, datanglah besok ke rumahku, agar kau bisa melihat putriku, bukankah lebih cepat lebih baik" ucap pak Tio untuk menutup perbincangan singkat mereka di resepsi pernikahan putra ustadz Sidiq. Yusuf kembali ke rumahnya setelah selesai sholat ashar di pondok, sepertinya akhir-akhir ini pikiran Yusuf selalu kacau, saat Yusuf duduk di lantai kamarnya, ia teringat amplop yang diberikan ayahnya kemarin, sekarang amplop itu sudah berada di tangannya, di dalam amplop itu ada biodata putri pak Tio, Yusuf memutuskan untuk membuka amplop itu sekarang, dengan tangan yang bergetar, ia mencoba membuka amplopnya, kenapa membuka amplop sekecil itu saja, Yusuf merasa sangat sulit.


Akhirnya amplop itu bisa Yusuf buka, Yusuf memulai dengan membaca deretan huruf yang tertulis di kolom nama, awalnya Yusuf biasa saja, namun setelah ia mengulang membaca nama putri pak Tio membuat hatinya terkejut setengah mati, tidak percaya bercampur rasa bahagia. Siapakah putri pak Tio?


.

__ADS_1


.


__ADS_2