
Yusuf sudah sampai di kampung halamannya dan ia bisa melepas rindu dengan keluarga kecilnya hanya ibu dan ayah, Ya..karena Yusuf putra semata wayang.
Setelah 4 hari libur ayahnya mengajaknya untuk berziarah tentu dengan senang hati Yusuf setuju, saat di perjalanan menuju makam-makam yang akan mereka ziarahi, Yusuf hanya fokus pada layar ponselnya, apalagi yang ia lakukan selain membuka sosial media.
Saat tiba di tempat Ziarah pun yang di lakukan Yusuf masih sama sampai mendapat teguran dari ayahnya, setelah pulang dari ziarah Yusuf juga masih fokus pada layar ponselnya, sehingga ia tidak terlalu memperdulikan kedua orang tuanya, apa yang menyebabkan Yusuf terlalu khusyu' pada ponselnya? Penyebabnya adalah ada banyak santriwati AL-MA'RUF yang ingin berkenalan dengan santri populer seperti Yusuf, Ya..karena Yusuf masih remaja, tentu saja ia tergiur untuk membalas setiap pesan dari santriwati yang disebut Amir sebagai makhluk yang sama,sama-sama membuat sakit hati.
__ADS_1
Melihat kelakuan Yusuf yang sudah menjadi salah satu pecandu layar ponsel, membuat ayahnya Yusuf naik darah dengan cepat ustadz Usman merebut ponsel yang sedang di ketik oleh Yusuf membuat Yusuf terkejut setengah mati "Aby.." ucap Yusuf kaget "memangnya ada apa pada kotak hitam persegi ini, sehingga kau begitu fokus memainkannya, apa di sini ada pahala, atau surga, atau wajah kekasih kita baginda rosul? Tidak Yusuf, apa kau tidak ingat, karena ponsel inilah kau telah membuat seseorang sedang meregang nyawa di rumah sakit, kau keterlaluan Yusuf, ayah memindahmu ke AL-MA'RUF agar kau bisa lebih fokus belajar, tapi apa, kau malah mengecewakan ayah."
Tunggu, apa tadi ustadz Usman mengatakan bahwa Yusuf mengecewakannya? Jika benar, maka itu sangat berbahaya, dengan cepat Yusuf meminta maaf pada ayahnya "Aby, maafkan Yusuf, Yusuf mengaku Yusuf salah bahkan sangat salah by,apa Aby memaafkan Yusuf" pinta Yusuf memelas, tidak ada jawaban dari ayahnya, ustadz Usman berlalu meninggal kan rasa bersalah di dalam hati Yusuf.
Karena merasa tidak ada Pekerjaan, Yusuf pun ke dapur menghampiri ibunya yang sedang asik memotong buncis "Umy.." panggil Yusuf setelah berada tepat di belakang ibunya "kenapa nak? Aby mu marah?" tanya ibunya yang tidak meleset dari kejadian sebenarnya "iya umy, apa nanti aby akan menyita ponsel Yusuf?" jawaban dan pertanyaan dari Yusuf "kenapa kau bertanya pada umy, tanyakan langsung pada aby mu" jawab ibunya Yusuf masih dengan pekerjaannya.
__ADS_1
Yusuf mengetuk pintu kamar orang tuanya menggunakan ujung jari agar tidak terlalu keras, ya itu juga termasuk adab, bukankah shohabat mengetuk pintu rumah rosulullah menggunakan ujung jari mereka, Ya..Yusuf menjadikan shohabat sebagai tauladannya.
Ketukan pertama, ayahnya tidak membukakan pintu, Yusuf menunggu beberapa detik untuk meluncurkan ketukan kedua,belum sempat Yusuf meluncurkan ketukan kedua "tunggu aby sedang menerima telpon nak" kata Ayahnya dari dalam kamar, Yusuf menunggu dengan sabar di depan pintu kamar orang tuanya dan beberapa menit kemudian...pintu di buka "aby..apa aby masih marah pada Yusuf?" tanya Yusuf memelas "masuk nak! Ada yang ingin aby sampaikan" suruh ayahnya Yusuf tegas, dengan cepat Yusuf masuk dan duduk di lantai yang beralaskan karpet dari anyaman bambu, Ya..keluarga Yusuf memang tidak menyukai akan barang-barang yang modern.
.
__ADS_1
.