
Tiba-tiba, "hei...jangan mengobrol saja, seperti ibu-ibu, cepat cuci piring nya!" suara itu terasa tidak asing di telinga Yusuf, Yusuf dan Amir pun menoleh kearah suara itu berasal dan woww ternyata ada Abraham yang berdiri dengan tatapan tajam di belakang mereka berdua "kau??" tanya Yusuf heran sambil mengacungkan jari kearah tubuh senior kasar itu, "iya,iya, aku tahu aku mempunyai hutang pada mu, tenang saja.. aku akan membayar nya segera" ucap Abraham dengan raut wajah santai, "tidak, tidak, anak perempuan itu sudah membayarnya" jawab Yusuf sopan dan cepat, "ya sudah.. kalau begitu kalian tidak perlu basa basi lagi kan? Cuci piring nya sekarang! jika tidak kalian akan merasakan genggaman tangan ku memukul wajah tampan kalian"ancam Abraham dan berlalu meninggalkan Yusuf, Amir, dan setumpuk piring kotor. "Amir..bagaimana ini?" rengek Yusuf pada Amir, ia sama sekali tidak merasa bahwa Amir sedang kesal padanya, "kau ini memang masih sangat polos Ya.."ucap Amir dengan senyum seribu makna "angkat piring nya! Kita bawa ketempat mencuci" sambung Amir dan berjalan mendahului Yusuf dengan membawa kurang lebih 15 buah piring kotor, "tapi Amir..bukankah mencuci itu bersama dengan santriwati, aku tidak kuat jika harus berhadapan dengan santriwati berkali-kali dalam sehari" rengek Yusuf sambil mengiringi langkah Amir, "iya..tidak ada masalah kan? Bukankah sudah ku katakan padamu semua santriwati itu sama, jadi kau tidak perlu menghiraukan mereka" ucap Amir santai.
Setelah tiba di tempat mencuci piring yang tepatnya bersampingan dengan mesjid,di sana bisa terlihat para santri dan santriwati yang asik mengobrol dan mengabaikan pekerjaan mencuci mereka, Yusuf memilih keran tempat mencuci paling ujung agar tidak terlalu nampak oleh santriwati atau tepatnya agar dia dan Amir tidak salah fokus, sejauh ini pekerjaan mencuci Yusuf dan Amir berjalan lancar hanya tinggal satu piring dan selesai sudah, Yusuf berdiri untuk melemahkan otot-otot nya yang terasa tegang, sedang kan Amir mencuci mukanya dengan air keran, tiba-tiba cipratan air yang begitu dingin mengenai punggung Yusuf, membuat Yusuf terkejut setengah mati, dan langsung menoleh kebelakang, dan woww ada tiga orang santriwati yang menghadap padanya, Salma, Zahwa dan....Yusuf tidak tahu siapa yang berada di antara mereka.
__ADS_1
"Itu perbuatan nya" kata Salma dan Zahwa hampir bersamaan sambil mengarahkan telunjuk mereka pada santriwati yang berada di antara mereka, santriwati itu tersenyum pada Yusuf dan "ma'af kan aku, aku tidak sengaja, aku bermaksud untuk menyiram mereka berdua, tapi karena mereka lari, air es itu mengenai mu" jelas santriwati yang menurut Yusuf sangat manis, aneh nya Yusuf, ia tidak bisa menyembunyikan kekaguman nya pada santriwati itu, membuat Salma dan Zahwa curiga dan "bagaimana Yusuf? Apa kau memaafkan nya?" tanya Zahwa dengan senyum menggoda, lalu apa jawaban Yusuf? Aneh nya, Yusuf masih tidak bisa menjawab karena sekarang ia sedang fokus pada santriwati yang berwajah manis itu, "ehmm.. apa kau terpesona padanya? Perkenalkan namanya Najwa ayunda" ucap Salma dengan senyum yang ...huh menjijikkan, perkataan Salma tadi Membuat Yusuf sadar dari lamunan yang berisi kekaguman pada Najwa, "ada apa ini?" tanya Amir mengejutkan ke empat orang yang sedang berbicara itu, "hei..apa kalian tahu apa hukuman yang akan di berikan pada santri dan santriwati yang mengobrol satu sama lain?" tanya Amir yang tepat nya sebuah ancaman, "Amir,kau sudah selesai" tanya Yusuf ramah "iya, aku sudah selesai, jadi apa yang harus kita tunggu? Ayo kita kedapur untuk menaruh piring ini dan kembali kekamar, sebentar lagi waktu sholat dhuha" ajak Amir dan berjalan mendahului Yusuf dengan piring bersih di tangannya, "baiklah" jawab Yusuf dan ingin melangkah mengikuti Amir,namun Yusuf di tahan oleh suara Najwa,hanya suara namun sukses membuat Yusuf menghentikan langkahnya, "Yusuf.. sekali lagi ma'af ya..." ucap Najwa dengan senyum yang sudah terlalu manis, dan membuat Yusuf salah tingkah "e...iya tidak masalah" jawab Yusuf sambil tersenyum kikuk, dan mengundang kata-kata menggoda dari Salma dan Zahwa "sudahlah Yusuf, kami tahu kau menyukai nya, jujur saja menurut kami kalian cocok, karena banyak kesamaan, yang pasti nya kalian sama-sama manis" kata Salma dan Zahwa yang sambil diiringi gelak tawa.
.
__ADS_1
.
.
__ADS_1