CINTA ANAK USTADZ

CINTA ANAK USTADZ
Anggap Pengganggu (1)


__ADS_3

Sekarang adalah hari jum'at, hari di mana di adakan makan gabungan, semua murid sudah duduk di kursi mereka masing-masing, makanan pun sudah berada di hadapan mereka, hanya tinggal menunggu air minum, dan para guru yang belum datang. Tapi sepertinya hari jum'at ini Najwa tidak ada, Yusuf meneliti setiap santriwati yang duduk di kursinya dan membuat setiap santriwati yang bertemu mata dengan Yusuf menjadi salah tingkah.


"Ehmm... Makan gabungan ini tidak untuk melirik santriwati" ucap Amir dan sukses membuat Yusuf terkejut setengah mati, "e...Amir apa kau melihat Najwa?" tanya Yusuf berbisik "tidak ..lagi pula siapa Najwa bagiku, dan apa peduli ku" jawab Amir sangat santai, tentang pertemanan Yusuf dengan Najwa, Amir sudah mengetahuinya. Ya..karena setelah siangnya Yusuf langsung bercerita pada Amir, sebenarnya Amir sempat berdebat dengan Yusuf mengenai hubungan Yusuf dengan Najwa, Amir berpendapat bahwa itu adalah salah satu hubungan menuju maksiat namun jawaban Yusuf adalah kami hanya berteman, bukan berpacaran jawaban yang membuat Amir tidak bisa apa-apa, Amir hanya tidak terlalu memperdulikan Yusuf lagi,tujuannya adalah agar Yusuf sadar bahwa ia tidak pernah menyetujui hubungan aneh Yusuf dan Najwa yang di sebut pertemanan itu.


Najwa berjalan tergesa-gesa menuju koperasi untuk mengambil gula, ia akan membuat air teh yang akan di bagikan di tempat makan,Ya...wajar saja jika Najwa sangat sibuk, karena ia adalah santriwati yang rajin dan gesit, sehingga membuatnya sangat di perlukan dalam pelaksanaan makan gabungan dan juga berhubung ia adalah murid kelas 2 aliyah yang sebentar lagi akan menjadi kakak kelas tertua di pondok, Najwa sama seperti Yusuf, ia berada di kelas 2 aliyah juga, namun Najwa adalah murid asli AL-MA'RUF,yang cukup populer, dan Yusuf, seorang murid baru pindahan namun namanya sudah tidak asing lagi di telinga para murid AL-MA'RUF.

__ADS_1


"Hei kau jangan lewat saja, tolong bantu aku!" panggil Najwa sopan pada seorang santriwati yang berjalan ingin menuju tempat makan,Ya..sepertinya ia terlambat, santriwati itu berhenti dan langsung menghampiri Najwa, "ada apa ka?" tanyanya sopan "tolong bawakan ini ya" pinta Najwa sambil menyerahkan dua bungkusan yang masing-masing berisi 4 kilogram gula,Najwa berjalan beriringan dengan santriwati itu,setelah tiba di dapur, "hei kau..e..Humaira iya kan?" tanya Najwa sambil mengeja tag nama yang ada pada seragam Humaira, "iya kak" jawab Humaira sembari tersenyum, "tolong Ya..Humaira..bawakan gelas ini ke tempat makan" ucap Najwa sambil menyodorkan gelas kosong yang berjumlah tidak sedikit di atas nampan, sedangkan Najwa membuat air teh hangat, Humaira pun membawa dengan gemetar dan sangat lamban, karena ia tidak pernah membawa gelas sebanyak ini, melihat Humaira yang sangat lamban, Najwa pun agak kesal dan ia mempercepat langkah kakinya bermaksud ingin mendahului Humaira, namun tiba-tiba kaki Najwa tertendang kaki Humaira yang berada di depannya, merasa ada sesuatu yang mengenai kakinya, Humaira dengan refleks menggerakkan bahunya kearah belakang ingin tahu apa yang baru saja mengenai kakinya, karena jarak Najwa dari bahu Humaira sangat dekat membuat bahu Humaira tanpa sengaja mengenai teko air teh hangat yang di bawa Najwa, seketika Najwa terjatuh dan teko yang berisi air teh itu pun tumpah ke lantai aula, insiden itu membuat seisi aula riuh dan menjadikan Najwa objek perhatian, untung saja teko itu tumpah ke arah depan sehingga tidak air teh tidak mengenai Najwa, mungkin sedikit percikan telah mengenai kulit putih Najwa dan membuat kulit tangannya memerah.


"Ma'af..kak" kata Humaira dengan menundukkan kepala kearah Najwa,sebenarnya pada saat ini Najwa sangat ingin menangis atau memarahi Humaira,tapi ia harus mempertahankan senyum kecilnya, karena sekarang seluruh pandangan penghuni aula memperhatikannya "Najwa..duduklah ke kursi mu! Biar aku yang membuat teh yang baru" kata seorang senior yang bisa di sebut manis kepada Najwa "dan kau teruskan mengantar gelasnya!" sambung senior itu pada Humaira dengan sinis,


Najwa pun berjalan ke tempat duduknya, semua orang terlihat sangat mencemaskan Najwa,lain halnya dengan Humaira,setelah ia duduk, semua orang memandangnya dengan tatapan sinis, tetapi Humaira tidak menghiraukan nya, karena ia rasa insiden tadi hanya sebuah ketidak sengajaan, namun Humaira tidak tahu bahwa para santri dan santriwati menganggap itu adalah kejadian yang di sengaja oleh Humaira untuk mempermalukan Najwa si santriwati manis, cantik, gesit dan baik ini.

__ADS_1


Sudah selesai sholat jum'at, Yusuf, Amir, Arif, Hakam, dan Hakim pun berangkat ke pasar, karena hari jum'at adalah hari libur jadi para murid boleh kemana saja mereka mau. "hei tunggu.. aku rasa aku melupakan sesuatu" kata Yusuf dan sukses menghentikan langkah teman-temannya, mereka menunggu Yusuf mengingat sesuatu yang ia lupakan "oh iya,aku lupa membawa uang ku" ucap Yusuf sambil mengecek saku seragamnya, karena jika ingin keluar, para murid di wajibkan memakai seragam pondok agar mudah di kenal. "apa? Yusuf, dasar kau ini, ambil cepat!" suruh Arif jengkel, "baiklah..tunggu aku ya.." teriak Yusuf sambil berlari meninggalkan ke empat temannya, "huh..dasar Yusuf, bagaimana bisa ia melupakan barang yang sangat penting" gerutu Arif kesal.


Ya..memang benar kenapa Yusuf bisa melupakan uangnya, sedangkan jika pergi kepasar bukankah yang terutama di bawa itu ialah uang, "dia pasti akan sangat lama, apalagi jika dia sampai bertemu santriwati, habis sudah, pasti dia akan sangat lama, kalian pasti sudah tahu bukan, bagaimana aksi santriwati jika melihat Yusuf, mereka pasti akan mencuri-curi perhatian pada Yusuf" ucap Amir panjang lebar, "kalau begitu... bagaimana.. jika...kita tinggalkan dia.." ajak Hakim dan berlari dengan cepat "wah betul juga..sekali-kali kita jahili santri manja itu" sambung Hakam dan menarik Arif dan Amir mereka berlari melewati jalan setapak dan hutan rindang, dengan gelak tawa yang pecah, diantara mereka berempat, maklum saja, para santri juga bisa sesekali berbuat jahil bukan? Yusuf akhirnya telah tiba di kamarnya bergegas ia mengambil uang yang sudah ia letakkan di atas kasurnya. Ya..begitu lah Yusuf, dia sangat ceroboh, bayangkan saja, uangnya sudah ia siapkan di atas kasur, tapi ia lupa membawanya, ceroboh bukan?


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2