
Yusuf sudah membeli pasport untuk kembali ke Indonesia, ia sudah sangat merindukan negara kelahirannya. Yusuf bersiap-siap untuk ke bandara bersama Akbar ia akan pulang bersama Akbar, Ya..karena Akbar mendapat panggilan mengajar di salah satu pondok di Indonesia.
Beberapa jam di tempuh akhirnya pesawat pun mendarat di bandara Indonesia, dengan cepat Yusuf keluar dari pesawat, tidak ada yang menjemputnya, Ya..karena ia tidak memberi kabar pada siapapun, Yusuf harus berpisah dengan paman kesayangannya, karena mereka berbeda jalur, Yusuf memilih untuk ke musholla untuk melaksanakan sholat dhuha karena sekarang sudah pukul 10:17.
Setelah selesai sholat, Yusuf langsung mencari taxi untuk ia tumpangi menuju rumah, Saat di dalam taxi Yusuf menikmati keindahan jalanan kota yang sangat padat dan penuh polusi, tapi ia merindukan suasana sekarang, jika saat di Hadramout,Yusuf hanya melihat pasir, maka di Indonesia dia bisa melihat aspal penuh polusi, berbicara tentang aspal, Yusuf teringat kejadian 5 tahun lalu, hah..itu adalah kejadian yang sangat mengerikan, apakah Humaira masih hidup? Entahlah, Yusuf sekarang sedang memikirkan itu.
Tiba di halaman rumahnya, Yusuf langsung bergegas menuju pintu rumahnya setelah membayar ongkos taxi pastinya, pintunya di kunci, untung saja Yusuf masih menyimpan kunci cadangan dari ayahnya "aku lupa bahwa jam seperti ini, ayah dan ibu sedang di pondok" gumam Yusuf sambil membuka pintu menggunakan kunci yang mulai berkarat, Yusuf masuk ke dalam rumahnya dan duduk di ruang tamu, ia merindukan suasana rumahnya, tapi ia tidak ingin jika hanya sendirian di rumah.
__ADS_1
Setelah beberapa menit beristirahat di ruang tamu, Yusuf memutuskan untuk pergi ke AL-HIDAYAH pondok di mana ayah dan ibunya mengajar, Yusuf masuk ke garasi untuk mengambil motor kesayangannya sejak baru masuk tsanawiyah (SMP) motor itu masih di simpan oleh ayahnya "syukurlah ayah menggunakan mobil, jadi aku bisa membawa motor ini" lagi-lagi gumamnya sambil mengeluarkan motor dari garasi, dengan cepat Yusuf berangkat ke AL-HIDAYAH untuk menemui orang tuanya dan guru-guru nya.
Yusuf tiba di gerbang AL-HIDAYAH,dan di hentikan oleh satpam "apa ada yang bisa saya bantu ustadz" tanya satpam ramah, apa? Ustadz? Kenapa satpam memanggil Yusuf ustadz? Mungkin karena penampilan Yusuf yang benar-benar berubah, jika terakhir kali Yusuf berkunjung ke AL-HIDAYAH ia begitu kurus maka sekarang tubuh Yusuf lebih berbentuk bahkan sudah seperti para atlit lari yang handal, Ya..karena saat di Hadramout Yusuf sering lari pagi bersama teman-temannya dan juga makanan pokok Yusuf saat di sana adalah gandum, sehingga membuat badannya Ya..beda tipis dengan teman-temannya.
"Saya Yusuf pak, tidak mungkin bapak melupakan saya bukan? saya putra ustadz Usman" jawab Yusuf sambil tersenyum manis "Yusuf? jadi kau Yusuf? Ya ampun, penampilanmu sudah seperti singa padang pasir, mungkin karena kau terlalu lama di padang pasir ya nak" canda pak satpam, seketika tawa pecah di antara pak satpam dan Yusuf.
Seorang perempuan keluar dari salah satu kelas, awalnya Yusuf mengira itu adalah santriwati, tapi ia baru saja ingat bahwa sekarang ia berjalan di bagian putra tidak mungkin ada santriwati, perempuan itu berjalan di depan Yusuf dengan jarak yang cukup jauh,dan sepertinya perempuan itu tidak menyadari adanya Yusuf, tiba-tiba Yusuf di tabrak oleh seorang santri kecil dari belakang "maaf ustadz" ucap anak itu masih berlari "permisi" kata dua orang santri dari belakang Yusuf "maaf kami ikut melintas ustadz" sambung dua santri itu lagi, sepertinya semua orang mengira Yusuf adalah ustadz. Kedua anak itu berlalu dan "kak..kak Zulaikha.." teriak kedua anak itu bersamaan dan perempuan yang tadi Yusuf pikir adalah santriwati itupun menoleh dan tersenyum pada mereka. Yusuf mengamati wajah perempuan yang di panggil para santri junior dengan sebutan kakak itu, tapi hanya dari kejauhan karena langkah Yusuf berhenti begitu juga dengan langkah perempuan itu, ia terlihat begitu akrab dengan santri junior, Yusuf merasa pernah melihatnya sebelumnya tapi Yusuf tidak ingat di mana.
__ADS_1
Beberapa detik Yusuf mengamati wajah perempuan itu dan tiba-tiba ia mendapat pukulan di bahunya "assalamualaikum" ucap si pemukul, dengan cepat Yusuf berpaling kearah suara tersebut dan.. "Waalaikumsalam, ustadz Iqbal?" ucap Yusuf kaget "kau Yusuf bukan" kata ustadz Iqbal ramah "iya ustadz" jawab Yusuf sambil mencium tangan ustadz Iqbal "sejak kapan kau berada di Indonesia?" tanya ustadz Iqbal "saya baru saja tiba" jawab Yusuf dengan senyum manis "kau melihat siapa tadi? Apa kau melirik perempuan itu? ayolah Yusuf, tidak baik melirik istri orang" ledek Ustadz Iqbal seraya menunjuk ke arah kak Zulaikha "ustadz.. jangan begitu, memangnya dia siapa? Ustadzah baru?" tanya Yusuf penasaran "iya dia pengajar tapi anak-anak lebih suka memanggilnya kakak, karena dia bukan guru pak, hanya guru pengganti, namanya Zulaikha" jelas ustadz Iqbal "ya sudah, kau ingin menemui orang tuamu bukan? Ayo cepat ke kantor" ajak ustadz Iqbal dan berjalan mendahului Yusuf.
Setelah tiba di kantor, Yusuf langsung di sambut oleh para guru dengan suka cita dan ada sebagian guru yang tidak mengenalinya, mereka mengatakan bahwa Yusuf sudah seperti penduduk asli Hadramout, apalagi jika dia menumbuhkan jenggot, tapi sayang sang jenggot tidak mau tumbuh di wajah Yusuf, mungkin seperti itulah yang lebih bagus.
.
.
__ADS_1