
Amir sudah mengirimkan alamat pertemuan mereka, sekarang Yusuf sedang menuju tempat itu menggunakan motor kesayangannya, tempat pertemuan mereka adalah di sebuah cafe yang berada di tingkat 2 sebuah mall yang cukup ternama, Yusuf berjalan santai sambil menenteng dua kantong plastik yang berisikan oleh-oleh dari Hadramout yakni beberapa lembar baju gamis yang sebenarnya itu adalah dagangannya dan pamannya Akbar.
Saat Yusuf berjalan ingin menaiki eskalator, ia melihat dua orang yang tidak asing baginya, yaitu Zulaikha dan laki-laki yang menjemputnya di pondok kemarin, Yusuf melihat mereka sangat asik bercanda atau bertengkar Yusuf tidak yakin mereka sedang apa tapi yang terpenting Zulaikha sedang memukuli laki-laki itu tanpa ampun sambil berjalan, melihat hal itu membuat Yusuf teringat saat Humaira memukul Abraham saat di rumah sakit, gerakan Zulaikha hampir mirip dengan gerakan Humaira, apa Zulaikha itu adalah Humaira? Sepertinya iya, Yusuf yakin karena saat Yusuf mencoba menatap lebih intens wajah Zulaikha ada goresan berwarna biru di wajah nya persis seperti yang ada pada wajah Humaira.
Yusuf pun melanjutkan perjalanan yang sempat terhenti karena melihat dua orang yang tidak asing baginya, akhirnya Yusuf sudah tiba di cafe yang ia tuju, Amir langsung memanggilnya dengan cepat Yusuf mendatangi teman-temannya, wow Yusuf di sambut hangat oleh teman-temannya terlebih lagi teman satu kamarnya saat di AL-MA'RUF, "apa semuanya sudah lengkap?" tanya Ismail dan "kak..maaf aku terlambat" saat Yusuf menoleh kearah suara itu, betapa terkejutnya Yusuf dia adalah laki-laki yang tadi bersama Zulaikha "kak siapa dia?" tanya Yusuf pada Yunus, bicara tentang Yunus, dia sekarang sudah begitu berubah jika saat Yusuf di AL-MA'RUF dulu Yunus sangat kurus, maka sekarang Yunus sudah seperti seorang bapak-bapak. Ya..Yunus memang sebentar lagi akan menjadi ayah karena istrinya sedang hamil tua.
__ADS_1
"Yusuf perkenalkan dia Ridwan, dia adalah alumni AL-MA'RUF tahun kemarin dia juga salah satu anggota karang taruna" jelas Yunus. Apa tadi Yunus mengatakan Ridwan? Ridwan, bukankah Ridwan adalah anak laki-laki yang menyuapi Humaira saat di rumah sakit 5 tahun lalu? Ya betul sekali, sepertinya Yusuf sudah ingat dua orang yang selalu berkeliaran di pikirannya itu.
Setelah Yusuf berkenalan dengan Ridwan, walaupun sebelumnya Yusuf sudah sedikit mengenalnya tapi apa salahnya jika berkenalan lebih akrab, mereka pun mengobrol obrolan santai bersama, terkadang mereka semua tertawa, terkadang tiba-tiba mereka melantunkan sya'ir dan tidak terasa sebentar lagi waktu sholat ashar akan segera tiba, mereka pun mengakhiri perjumpaan mereka dengan suka cita.
Sekarang teman-teman Yusuf satu persatu sudah pergi sedangkan Yusuf masih di tempat semula karena dia sedang menerima telpon dari ibunya, setelah selesai Yusuf baru menyadari bahwa Ridwan masih berada di depannya seraya fokus pada layar ponselnya "kau tidak pulang?" tanya Yusuf agak canggung "sebenarnya kak, aku sangat ingin pulang, namun nenek lampir itu memintaku menunggunya" jawab Ridwan berdecak kesal "nenek lampir? Siapa dia?" lagi-lagi Yusuf bertanya "itu dia" jawab Ridwan sambil menunjuk Zulaikha yang sedang berjalan menujunya, sebenarnya Yusuf sudah menduga itu, dengan cepat Ridwan berdiri dan menarik Zulaikha ke arahnya "Zulaikha, perkenalkan dia kak Yusuf" mendengar Ridwan memperkenalkannya membuat Yusuf bangkit dari duduknya dengan rasa gugup, Yusuf tersenyum kikuk ke arah Zulaikha, tunggu Zulaikha atau Humaira? Ya berhubung sekarang Humaira di panggil semua orang dengan sebutan Zulaikha jadi Zulaikha saja.
__ADS_1
Ada apa ini? Apa Yusuf cemburu setelah mendengar pernyataan dari Ridwan bahwa Zulaikha adalah calon istrinya? Jika cemburu apa penyebabnya? Yusuf sendiri juga tidak mengerti kenapa dia sekarang. "hei..apa-apaan kau ini, mengatakan aku calon istrimu, apa kau tau, orang yang kau bohongi itu adalah ustadz di AL-HIDAYAH"marah Zulaikha panjang lebar sambil mendorong Ridwan agar mengejar Yusuf dan meminta maaf karena telah berbohong sebenarnya ia tidak bermaksud seperti itu Ridwan hanya ingin bercanda.
"Kak, Yusuf" teriak Ridwan seraya berlari kearah Yusuf yang sudah siap berangkat menggunakan motor "kak..maaf untuk yang tadi, aku hanya bercanda, Zulaikha bukan calon istriku" ucap Ridwan dengan nafas yang masih tersengal-sengal "apa maksudmu? Lalu Zulaikha siapamu?" tanya Yusuf dengan heran dan ada di lubuk hatinya rasa lega karena penyelamatannya bukan calon istri Ridwan "dia bibiku, maaf ya kak, sebenarnya aku hanya ingin bercanda, tapi kakak langsung pergi saja" jawab Ridwan memelas "ohh iya, tentu saja, tidak ada masalah" kata Yusuf ramah "kakak kenapa langsung pergi begitu saja? hemm..apa kakak cemburu?" ucapan Ridwan itu sukses membuat Yusuf salah tingkah "kau ini, tadi ibuku menelpon, dia memintaku untuk pulang secepatnya" jawab Yusuf mencoba menutupi rona merah di wajahnya, setelah selesai dengan perbincangan singkatnya, Yusuf pun mengendarai motor nya untuk pulang.
.
__ADS_1
.