
Yusuf mengucek kedua matanya berkali-kali, untuk memastikan bahwa, ia tidak salah membaca nama putri pak Tio, ternyata mata Yusuf benar-benar tidak salah, nama putri pak Tio memang Zulaikha Humaira, dengan cepat Yusuf keluar kamarnya dan menemui kedua orang tuanya yang berada di ruang keluarga sedang menonton acara malam di televisi "aby, umy, Yusuf ingin bertanya, apa benar putri pak Tio itu adalah Zulaikha?" tanya Yusuf sambil mengatur posisi duduknya di dekat ibu dan ayahnya "kenapa? apa kau tidak percaya?" bukan menjawab ayahnya Yusuf malah balik bertanya "e-iya by, Yusuf, e-begini, bukankah, Zulaikha itu adalah putri e-maksud Yusuf e-dia bukan putri pak Tio" kata Yusuf aneh, mungkin jika dia berbicara seperti itu di depan Abraham sudah pasti, Yusuf akan babak belur karena genggaman besar dari Abraham, "nak..kau bisa bertanya itu besok pada pak Tio langsung, bagaimana? Besok malam kita akan ke rumah pak Tio" jawab ayahnya lembut, setelah mendengar jawaban dari ayahnya, Yusuf hanya mengangguk-ngangguk sambil tersenyum kecil, dan sekarang Yusuf fokus pada iklan deterjen di televisi yang sama sekali tidak menarik.
Malam ini adalah malam kamis, malam di mana Yusuf akan pergi ke rumah pak Tio bersama kedua orang tuanya untuk melamar putri pak Tio, apa? melamar? Ya..Yusuf sudah menerima perjodohan itu dengan lapang dada, karena putri pak Tio itu adalah Zulaikha penyelamatnya.
__ADS_1
Sesampainya di rumah pak Tio, Yusuf keluar dari mobil lebih dulu, ada seorang perempuan yang berwajah pucat sedang mengambil jemuran di depan rumah "nak..ayahmu ada?" tanya ustadz Usman pada perempuan itu yang tidak lain adalah Zulaikha "ustadz..masuk, ayah saya di dalam masuk saja ustadz" jawab Zulaikha ramah, dan mempersilahkan keluarga Yusuf untuk masuk, sedangkan dia masih di luar, karena ia harus menyelesaikan pekerjaannya mengambil jemuran.
Yusuf dan orang tuanya masuk setelah istri pak Tio menyambut mereka, dan mempersilahkan mereka duduk di ruang tamu "suami saya sedang mengangkat telpon, tunggu sebentar ya" kata istri pak Tio sembari berlalu untuk mengambilkan minum ke dapur, tidak lama, keluarlah Abraham, apa? Abraham? Kenapa dia bisa ada di rumah pak Tio? itulah yang berkeliling di kepala Yusuf sekarang, Yusuf seakan orang yang sedang amnesia, karena ia terlalu bingung dengan keadaan sekarang "ustadz, tunggu, ayah saya sedang sibuk" kata Abraham setelah duduk di lantai berdekatan dengan Yusuf, "kenapa Yusuf? Apa kau terkejut? Kau penasaran? Aku akan menceritakannya, tenang saja" ucap Abraham dengan senyum angkuh pada Yusuf, Yusuf hanya mengangguk-ngangguk dengan wajah polosnya.
__ADS_1
"Begini, saat Zulaikha kembali drop di rumah sakit 5 tahun yang lalu, pak Tio datang menjenguknya, sebenarnya, pak Tio pada saat itu mengobati putra bungsunya yang seumur dengan Zulaikha, namun putranya tidak bisa di selamatkan, jadi pak Tio membantu biaya pengobatan adikku, setelah adikku sembuh, pak Tio mengangkat adikku sebagai putrinya berhubungan ayahku tiba-tiba menghilang, dan aku di pekerjakan di warung makan milik istrinya pak Tio, setelah 3 tahun aku bekerja di warungnya, pak Tio menikahkanku dengan putri sulungnya, sedangkan Zulaikha, pak Tio menyekolahkannya sampai lulus AL-MA'RUF, dan ayahmu, meminta adikku untuk mengajar di AL-HIDAYAH, walaupun adikku belum berkuliah, jadi perjalanan hidup aku dan adikku tidak luput dari bantuan orang-orang, aku berterima kasih karena 5 tahun yang lalu kau tidak fokus saat menyebrang, karena berawal dari insiden itulah aku memulai hidupku yang sebenarnya" jelas Abraham yang diiringi gelak tawa nya sendiri.
Setelah satu minggu berlalu akhirnya tibalah hari yang di tunggu-tunggu oleh seluruh anggota keluarga baik dari pihak Yusuf ataupun Zulaikha. Pelaminan bernuansa hijau itu berdiri anggun di lapangan pondok AL-HIDAYAH, Yusuf dan Zulaikha memilih pakaian adat islami untuk hari istimewa mereka, jika Zulaikha selalu nampak pucat, maka hari ini dia begitu bercahaya, itulah yang membuat Yusuf seakan bersanding dengan bidadari surga, Yusuf duduk berdampingan dengan Zulaikha dengan jarak kurang dari 10cm, dan keadaan itu sukses membuat Yusuf grogi, gugup penuh keringat, dengan senyum kikuk yang ia tunjukkan ketika teman-temannya datang menghampirinya untuk memberi ucapan selamat dan sedikit godaan pada istrinya, apa? godaan? Tentu saja Yusuf menjadi berapi-api jika ada yang mencoba menggoda istrinya, Ya..Yusuf termasuk laki-laki yang pencemburu sepertinya, begitu juga dengan Zulaikha, tapi cemburu yang sepantasnya saja.
__ADS_1
Ya begitulah, sekarang Yusuf si santri polos itu sudah menemukan pendamping hidupnya untuk selamanya yaitu penyelamatnya yang dulu adalah santriwati yang dibencinya, tapi sekarang Yusuf malah mencintainya, aneh? sepertinya iya, mustahil? Tentu tidak, karena bagaimanapun hati manusia itu berbolak-balik, jadi pesan Yusuf adalah "jangan pernah mengatakan aku membencimu karena mungkin saja nanti kau akan mengatakan bahwa aku mencintaimu dan mencintai seseorang boleh, tapi jangan berlebihan karena bagaimana pun semua makhluk itu baharu (tidak kekal), yang kekal itu hanyalah Tuhan jadi jadikanlah Tuhan sebagai cinta pertamamu".
END
__ADS_1