
Yusuf menatap mereka dengan ekspresi wajah yang menampakkan kebingungan nya, belum sempat Yusuf menjawab, tiba-tiba Amir sudah berdiri tepat di depan Yusuf, seakan sedang menghalangi orang yang akan menyerang Yusuf dari depan, seketika wajah manis Salma dan Zahwa berubah menjadi raut heran yang teramat, ya tentu saja Yusuf lebih heran pada temannya yang satu ini, "hei..kalian jangan mencoba menggoda Yusuf seperti minggu kemarin Ya.." kata Amir dengan nada mengancam, mendengar kata-kata Amir Tadi, Yusuf pun langsung Menarik tangan Amir agar berdiri di samping nya, bukan di depannya "Amir apa yang kau lakukan?" tanya Yusuf pelan.
"Yusuf..ikut aku!" ajak Amir sambil menarik tangan Yusuf dan menjauh dari kedua santriwati itu.setelah agak jauh, Ya..tepat nya di dekat dapur, Amir pun berhenti "Amir, ada apa?" tanya Yusuf heran "Yusuf..kenapa kau berbicara dengan santriwati? Bukankah kau sudah tahu apa hukuman bagi para santri jika berbicara dengan santriwati, apa kau sudah lupa?" Amir balik bertanya dengan tatap tajam, "iya..aku ingat, tapi sebaiknya aku dengar kan dulu apa yang ingin mereka katakan, mungkin saja penting" jawab Yusuf santai "memang nya apa yang mereka katakan padamu?" tanya Amir lebih serius dari sebelumnya "mereka bertanya apakah aku pernah mempunyai pacar, baiklah aku akan menjawabnya" jawab Yusuf santai dan ingin kembali menemui Zahwa dan Salma, namun di tahan oleh Amir "ada apa dengan mu Yusuf?" tanya Amir kasar "aku baik-baik saja" jawab Yusuf masih santai "Yusuf.. itu hanya MODUS, mereka hanya ingin agar kau mengenal mereka dan lambat laun kau akan tergoda pada mereka, setelah kau sudah menyukai mereka dan takut kehilangan, mereka akan membuang mu jauh-jauh" jelas Amir panjang lebar dan membuat kening Yusuf mengernyit heran "jangan dekati santriwati atau siapa pun perempuan bukan mahrom yang mencoba menggoda mu!" sambung Amir masih kasar "Amir kau jangan berlebihan" jawab Yusuf santai "sialan..Yusuf kau tidak mengerti.. dengar kan aku dengan telinga mu!" suruh Amir tegas tidak ingin ada bantahan.
__ADS_1
Yusuf pun mengangguk dengan cepat ada rasa takut di dalam diri Yusuf ketika melihat ekspresi Amir yang sangat jarang ia temui, "begini, kau sadar bukan siapa dirimu, kau adalah santri populer, hampir semua santriwati ingin mendapatkan perhatian darimu, jadi bagi santriwati yang nekat, mereka akan berusaha menggodamu dan berambisi ingin memilikimu, jika kau terjebak, maka habis sudah, kau terjebak dalam permainan aneh nya, jadi intinya jangan tergoda pada yang bernama santriwati. hal pahim tum?" jelas Amir panjang lebar mungkin jika diukur lebih lebar dari luas kamar mereka, "kenapa kau berbicara seperti itu kau saja tidak pernah melirik satu pun santriwati" kata Yusuf santai "aku pernah, aku pernah mencintai santriwati, itu memang manis pada awalnya tapi, pahit pada akhirnya" jawab Amir lesu, "tapi Amir..tidak semua santriwati seperti itu bukan?" tanya Yusuf datar "semua santriwati itu sama, sama-sama kejam titik" jawab Amir jengkel pada Yusuf karena sedari tadi ia menjelaskan namun Yusuf selalu menjawab "dari mana kau tahu?" tanya Yusuf yang ikut-ikutan jengkel "aku saksi semuanya, hatiku korban nya, dan motto ku semua santriwati itu sama " jawab Amir mulai berapi-api, Yusuf diam dan hatinya serasa di sambar petir karena selama ia di AL-MA'RUF dan berteman dengan Amir, ia tidak pernah melihat Amir sepanas ini. Suasana menjadi hening beberapa detik.
.
__ADS_1
.
.
__ADS_1