
Kenapa malam ini, Yusuf merasa ada yang berbeda dengan tim patroli nya, Ya...ternyata senior yang biasa nya berpatroli berdua dengan Yusuf tidak ada namun di gantikan oleh Abraham, masih ingat siapa Abraham? Bukankah Abraham adalah anak laki-laki yang memukuli anak perempuan di hari pertama Yusuf pergi ke AL-MA'RUF? Dan ia juga senior yang menyuruh Yusuf dan Amir mencuci piring pada hari jum'at kemarin, Yusuf bertanya pada salah satu senior nya, kenapa Abraham bisa bergabung di tim mereka, dan jawabannya adalah, Abraham itu santri yang kuat dan tegas jadi dia akan ikut berpatroli setiap malam, ustadz Siddiq yang menyuruhnya. Yusuf pun menjalankan tugas nya seperti minggu-minggu biasa, tapi malam ini tidak ada santri yang mencoba kabur, jadi para santri yang bertugas bisa kembali ke kamar mereka masing-masing kurang lebih 15 menit lebih awal, saat Yusuf berjalan tiba-tiba ada yang menarik kasar pergelangan tangan nya.
"Ada apa ini?" ucap Yusuf dan hanya bisa mengikuti kemana santri yang menarik nya melangkah, dengan heran, setelah tiba di tempat pembuangan sampah khusus santri, santri itu berhenti dan melepaskan genggaman tangannya ia pun berdiri menghadap Yusuf, dan wow ternyata itu adalah Abraham.
__ADS_1
"Malam ini tidak ada santri yang mencoba kabur, menjadikan tanganku tidak bisa memukul siapa pun, daripada aku membiarkan tanganku yang gatal ingin memukul, sebaiknya aku memukul mu saja, Ya..bukankah saat pertama kali kita bertemu aku tidak sempat memukul wajah tampan mu" ucap Abraham dan menarik kerah baju Yusuf, "a-apa maksud mu?" tanya Yusuf takut, Abraham tidak menjawab ia langsung memukul perut Yusuf dan membuat Yusuf meringis, "lawan aku!" kata Abraham sambil melepaskan tangan nya dari kerah baju Yusuf, sekarang mereka kembali berdiri berhadapan "aku...tidak bisa berkelahi dan aku tidak menyukai perkelahian kak" jawab Yusuf sambil menahan sakit di perutnya akibat pukulan Abraham, lagi-lagi Abraham memukul perut Yusuf lebih keras dan menendang kakinya, kali ini Yusuf terjatuh ke tanah, Yusuf sangat kesakitan ia memegangi perutnya dengan mata tertutup menahan tangis, sebenarnya Yusuf sangat ingin menangis, karena seumur-umur ia berada di pondok AL-HIDAYAH, ia tidak pernah mendapat pukulan sesakit sekarang, teman-temannya di AL-HIDAYAH hanya menyakiti nya dengan perkataan tidak dengan perbuatan seperti Abraham, dan Yusuf juga tidak ahli dalam ilmu beladiri, karena di pondok manapun Yang di pimpin oleh ayahnya, tidak ada pelajaran ilmu beladiri. "dasar lemah, ternyata kau lemah Ya..kenapa pada saat itu kau berani melibatkan dirimu ketika aku memukuli seorang anak perempuan yang kau sendiri tidak tahu siapa dia,sepertinya kau ini, berpura-pura kuat padahal kau itu lemah bahkan sangat lemah, tapi tidak apa-apa, karena aku suka junior yang lemah,aku akan melakukan kejadian ini terus menerus, sebelum kau bisa mengalahkan ku, ingat itu!" ucap Abraham panjang lebar dengan nada sombong dan berlalu meninggalkan Yusuf yang masih tergeletak di tanah sambil menahan air mata yang membuat matanya perih.
Setelah beberapa detik Yusuf diam, akhirnya ia mencoba bangun dan beranjak menuju tempat wudhu santri, dari kejauhan Yusuf melihat seorang perempuan dengan balutan kerudung sar'i berwarna pink dan jubah hitam, sedang berdiri di tempat wudhu santri, awalnya Yusuf menebak itu adalah ustadzah namun setelah dekat, Yusuf merasa pernah bertemu perempuan itu sebelumnya, "Najwa?" ucap Yusuf membuat anak itu memalingkan tubuhnya 180 derajat, memang benar itu adalah Najwa nampak sebuah ekspresi terkejut di wajahnya "Yusuf"panggil Najwa sambil mengacungkan telunjuk nya kearah Yusuf, sebuah senyuman terbit di wajah polos santri tampan ini, membuat setiap gadis yang melihatnya salah tingkah "apa yang kau lakukan di sini sendirian?" tanya Yusuf penuh selidik, Najwa tampak gugup dan "Yusuf.. kau itu sangat menggemaskan..." jawab Najwa tidak nyambung, "kau ini Najwa..." ucap Yusuf malu "benar Yusuf, kau itu tampan, aku yakin pasti kau sudah mempunyai pacar bukan" kata Najwa dengan senyum manis "hah apa? Tidak" jawab Yusuf masih dengan ekspresi malu-malu nya, " benarkah? Aku yakin mantan-mantan mu menyesal telah memutuskan hubungan dengan mu" kata Najwa mulai menggoda, "t,ti-tidak, aku tidak pernah mempunyai pacar" jawab Yusuf gugup " wah aku rasa kita sama,kau tahu Yusuf, aku menyukai mu" ucap Najwa blak-blakan, "hahh apa ini apa yang di maksud oleh Najwa?apa dia merasakan seperti yang kurasakan? Tidak mungkin, tapi dia sudah mengatakan nya bahwa dia menyukai ku,lalu apa yang harus ku lakukan?" gumam Yusuf dalam hati, "jadi bagaimana Yusuf? Dengan perasaan mu pada ku?" tanya Najwa memelas "hahh..e-begini,aku,aku, ....kita berteman" jawab Yusuf aneh, bahkan sangat aneh mungkin jika dia bertingkah seperti itu di hadapan Abraham, sudah pasti Yusuf akan babak belur karena genggaman tangan Abraham, tentang Abraham, jujur Yusuf akui bahwa ia harus berterimakasih pada senior kasar itu, mungkin jika senior itu tidak menyuruh Yusuf mencuci piring pada hari jum'at itu ia tidak akan bertemu Najwa, "hanya teman?" tanya Najwa heran "lalu apa?" Yusuf balik bertanya dengan wajah polos nya, "tidak apa-apa. Teman, kita berteman, dan aku harap nanti kita bisa menjadi lebih dari sekedar teman" ucap Najwa sembari tersenyum manis, padahal di dalam hatinya sangat ingin mengatakan "Yusuf aku ingin menjadi pacarmu sekarang juga. Tapi mungkin harus perlu proses untuk mendapatkan hati santri idaman yang satu ini." gumam Najwa dalam hati, "baiklah ini sudah malam aku ingin kembali kekamar ku, assalamualaikum Yusuf teman ku" ucap Najwa dan berlalu setelah salam nya di jawab oleh Yusuf, "iya,aku juga berharap begitu" ucap Yusuf sangat pelan sambil memandangi Najwa yang mulai menghilang di persimpangan.
__ADS_1
.
.
__ADS_1
.