CINTA ANAK USTADZ

CINTA ANAK USTADZ
Siapa Dia? (4)


__ADS_3

Setelah pulang dari AL-HIDAYAH, Yusuf langsung menuju kamarnya, dia sudah sangat merindukan kasurnya yang sudah ia tinggal kurang lebih 5 tahun, Yusuf membaringkan tubuhnya di ranjang nya yang keras, ia memandang ke langit-langit kamarnya, dan mencoba mengingat siapa perempuan yang ada di AL-HIDAYAH tadi, Yusuf merasa pernah melihatnya sebelumnya, tapi Yusuf lupa di mana.


Tiba-tiba ayahnya berbicara pada Yusuf dari luar "Yusuf, besok ustadz Iqbal ingin kau mulai mengajar di AL-HIDAYAH" dengan cepat Yusuf bangkit dari tempat tidur nya dan membuka pintu "apa by? Yusuf di suruh mengajar di AL-HIDAYAH? Tapi, Yusuf masih.." belum sempat Yusuf menyelesaikan bicaranya di potong oleh ibunya "sudahlah terima saja, jika kau tidak mampu, maka berhenti saja" sela ibunya seraya berlalu diiringi dengan ayahnya, "baiklah" gumam Yusuf pelan.


Keesokan harinya, Yusuf bersiap-siap untuk pergi ke AL-HIDAYAH bersama kedua orang tuanya, namun Yusuf menggunakan motor karena orang tuanya akan ada waktu mengajar malam jadi Yusuf akan pulang sendirian nanti.

__ADS_1


Setelah tiba di AL-HIDAYAH, Yusuf sudah di sambut oleh ustadz Iqbal "ayo ikut ustadz! Kau akan ustadz suruh mengajar di kelas 2 aliyah bagian putra, bagaimana?" ucap ustadz Iqbal seraya menuntun Yusuf menuju kelas yang ia maksud "2 aliyah? Tapi, apa tidak terlalu tinggi?" tanya Yusuf gemetar "jika kau tidak sanggup, bisa saja nanti di turunkan, apa salahnya jika mencoba, lagi pula kelas 2 aliyah bagian putra tidak ada wali kelasnya" jawab ustadz Iqbal normal "masuklah! Perkenalkan dirimu pada para santri dan ajari mereka dengan baik" sambung ustadz Iqbal seraya berlalu.


Yusuf pun masuk dengan gemetar karena ia tidak berpengalaman sama sekali dalam bidang mengajar, awalnya, Yusuf sering kikuk saat menjelaskan namun setelah beberapa pak pelajaran Yusuf mulai bisa menerangkan sambil berinteraksi dengan para santri, satu hari menjadi ustadz cukup menguras pikiran Yusuf ia pun ingin cepat-cepat kembali ke rumah dan mengguyur tubuhnya dengan air agar pikirannya tidak tegang.


Yusuf akhirnya sudah tiba di rumahnya dengan cepat ia membersihkan tubuhnya dan berangkat ke musholla untuk melaksanakan sholat maghrib berjamaah, selesai sholat maghrib, Yusuf kembali ke rumahnya, ia pun memasak mie untuk makan malamnya, apa mie? sangat tidak sehat sekali, ini adalah mie pertama yang Yusuf makan setelah 5 tahun tidak pernah merasakan mie karena saat di Hadramout, Yusuf hanya memakan gandum dan buah-buahan, saat Yusuf asik menikmati mie dan sepiring nasi tiba-tiba ponselnya berdering keras, dengan cepat Yusuf meraih ponsel yang sedari tadi menemaninya makan,s ebuah panggilan dari nomor tak di kenal, tanpa pikir panjang, Yusuf pun mengangkat panggilan itu.

__ADS_1


"Assalamualaikum ini siapa?" kata Yusuf memulai perbincangan "waalaikumsalam, Yusuf, aku Amir, aku mendapatkan nomormu pada ayahmu" jawab Amir dari seberang sana "Amir..bagaimana kabarmu Mir?" tanya Yusuf bersemangat "alhamdulillah aku sehat, bagaimana denganmu?" jawaban dan pertanyaan dari Amir "alhamdulillah Mir, aku sehat", "Yusuf, apa besok kau sibuk?", "besok hari jum'at, aku libur mengajar, ada apa?", "kau sekarang mengajar? di mana, "iya aku mengajar di AL-HIDAYAH, ada apa?", "apa kau mau datang ke pertemuan anggota karang taruna AL-MA'RUF besok?", "tentu saja, di mana? Pukul berapa?", "akan kukirim alamat tempatnya melalui chat, pertemuannya sesudah selesai sholat jum'at", "baiklah, insya Allah aku akan datang", "Ya..assalamualaikum", "waalaikumsalam" dan panggilan berakhir. Yusuf pun melanjutkan makannya, setelah selesai makan, Yusuf langsung bersiap-siap untuk sholat isya ke musholla.


.


.

__ADS_1


__ADS_2