
PENGENALAN KISAH
Diana Arandita
Itulah namaku. Biasanya orang memanggilku Diana. Aku gadis SMU yang lahir dari keluarga sederhana yang kedua orang tuaku mengalami perpisahan. Aku harus bekerja keras untuk menambah uang jajanku. Sekaligus aku harus bisa mengaturnya, agar aku tidak kekurangan uang untuk biaya sekolah. Pernah merasa prustasi saat orang tuaku berpisah. Karena tentu, merasa iri kepada orang lain yang orang tuanya lengkap dan tak perlu harus bekerja keras. Merasa semuanya tak adil bagi diriku. Namun, berubah menjadi lebih baik ketika seseorang memahami perasaanku.
Zen Nugraha
Ya, dia orangnya. Dia selalu menemani ku di saat aku sedang merasa terpuruk. Meskipun aku baru mengenalnya ketika aku baru pindah sekolah. Tapi aku sangat senang dan nyaman ketika aku bersamanya. Tapi tunggu? Apa? Aku terluka, ketika tahu dia menyukai perempuan lain. Aku tersadar bahwa dia hanya menganggapku teman. Ya seorang teman. Paling baiknya hanya dianggap seorang sahabat. Tapi kenapa perasaan itu muncul, dan aku harus sakit ketika mendengarnya menyukai orang lain. Sakit yang tak berdarah.
Lalu apa waktu itu? Waktu dimana ketika aku baru pindah ke sekolah baruku, dan belum mengenali teman-teman baruku . Ada seseorang yang bilang, "Hei Diana, Zen menyukaimu."
Terus dan terus sampai aku bosan mendengarnya. Mungkin sampai dia pun merasa bosan mengucapkannya. Hingga berhenti sendiri tanpa aku pernah membalas ocehannya. Ya karena aku belum mengenal Zen apalagi menyukai Zen. Tapi kenapa, setelah aku merasa dekat dengannya, ehh malah Zennya yang menjauhkan hatinya dari hatiku. Hmm, apa itu hanya fitnah semata ya. Ahh aku juga masih tidak tahu. Tapi aku masih berharap lho.hehe
Hingga pada satu titik dimana dia memang benar menyukai orang lain. Tau kan gimana itu rasanya, sakitnya tuh di sini. Dimana coba? hehe..
__ADS_1
"Ahh aku memang benar hanya kegeeran saja dengan semua sikap baiknya. Tapi, tidak apa-apalah, kan kata orang tua jodoh itu gak akan kemana. Benarkan?" pikirku yang tak jelas.
*I**sshh*...Masih aja berharap, dasar hati kemana sihh otakmu? Udah tau dia itu menyukai orang lain.
Ya, memang cintaku bertepuk sebelah tangan. Tapi bukan itu masalahnya, karena si wanita yang disukai Zen tidak suka denganku. Apalagi aku sering dekat-dekat dengan Zen membuatnya semakin membenciku.
Namanya Tania, Entah apa yang ditanamkan di pikiran Zen oleh wanitu itu. Hingga akhir-akhir ini Zen selalu menghindar dariku, kalaupun bertemu kita hanya saling bersitatap lalu memalingkan wajah kita ke arah yang berbeda.
Isshh apa coba, semakin ku menjauh semakin rasa ini tumbuh. Sadar... Sadar Diana
Dan yang ku tampakan saat aku bertemu dengan Zen, hanya muka judes, penuh benci dan manis. Ehh sinis...
Soalnya daripada so' baik, toh dia juga jadi begitukan. Entah kenapa jadi begini.
Berubah seratus delapan puluh derajat sesaat setelah kita berbaikan. Yang pastinya, sikap yang Zen tunjukkan adalah sikap di awal pertemuan mereka.
__ADS_1
Dan yang tidak diketahui oleh Diana,
Zen bersikap seperti itu hanya ingin melihat perasaan Diana yang sesungguhnya terhadap dirinya.
Akankah Diana benar-benar mencintainya.
Menunjukkan perasaannya.
Karena Zen masih penasaran sikap acuh yang ditunjukkannya di awal mereka bertemu.
Simak kelanjutan kisahnya ya readers.
Di tunggu saran-saran baik nya ya, agar author bisa belajar jadi penulis yang baik..hehe
Selamat membaca...😙😙
__ADS_1