Cinta Dari Perjodohan

Cinta Dari Perjodohan
Nenek Berkunjung


__ADS_3

 


Cinta lewat perjodohan


 


"Setelah wawancara langsung pulang, nenek akan berkunjung." Ayah menatap Amara


"Kenapa ayah baru bilang?" Amara terkejut.


"Nenek barusan menelepon, ayah juga baru tahu." sambil memakan roti buatan Amara.


Apa nenek masih akan menjodohkanku dengan cucu sahabatnya. Argggghh.Amara


"Baiklah yah, Amara akan pulang cepat." Pasrah


Ibu Amara datang dengan adik laki-lakinya.


"Kak Alex nebeng kaka ya?" dengan memeluk Amara.


"Mau kemana kamu Alex, nenek akan datang. Sebaiknya di rumah saja!" kata ayah.


"Alex ada janji sama temen Alex. Alex kan juga baru selesai UAS ingin refresing otak juga". memasang wajah cemberut yang imut.


"Iya boleh, pulang lah sebelum jam 12 siang nak". Ibu yang menjawab.


Setelah perdebatan ayah dan Alex meja makan menjadi hening. menikmati sarapannya masing-masing.


Amara dan Alex berpamitan kepada ibu dan ayah. Ibu mengantar Amara dan Alex ke depan rumah.


"Nak kalian jangan pulang telat ya, tahu sendiri ayah kalian kalo marah seperti apa. Ibu harap ngga ada yang telat, tepati janjinya!"


"Hemmm" hanya Alex yang menjawab


"Amara pake mobil saja cuacanya lagi mendung nanti takut kehujanan!" ibu dengan penuh khawatiran


"Kan ada jas hujan bu, lagian macet pasti nanti dijalan ini udah siang juga" Amara menjawab meyakinkan ibu.


"Hati-hati dijalan, jangan ngebut!"


"Iya bu iya. Kami berangkat dulu dadah bu" Alex melambaikan tanganya ke arah ibu.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian


Sampai ditujuan Alex, Alex dan teman- temannya janjian dilapangan taman kota.


"Nanti pulang sendiri, jangan telat kalo tidak mau kena omel ayah ditambah lagi ada nenek!"


"Iya bawel, sudah sana berangkat nanti telat. Semangat kak!!" Alex mengkat tanganya memberi tanda semangat


"Oke bay bay"


----------------------------------------------------------------


Sampai kampus baru, diparkiran ternyata Reza sahabatnya Amara juga baru saja tiba.


Reza dan Amara sudah berteman sejak masuk Sekolah Menengah Atas.


"Hey za" menyapa dengan masih sibuk memarkir motorku.


"Oh hey ara, baru datang juga kamu. Aku kira sudah bareng nita, nita bilang dia sudah disini."


"Tadinya mau bareng, tapi adikku nebeng, ia jadi aku suruh dia duluan." mengngakat bahu.


"Kyu" Amara memancarkan senyum cerianya.


Saat sudah sampai di ruang tuggu untuk wawancara Reza langsung masuk ruang wawancara. Sedangkan nita sudah selesai wawancara. Tidak butuh waktu lama Reza kelur dari ruang wawancara dan menanyakan nomer antri wawancara Amara.


"dua orang lagi, setelah itu aku" jawabku sambil menunjukan dua jari. "Nit, ada yang mau aku ceritain."


"Tentang?"


"Nenek ku akan berkunjung, kamu pasti paham kan kalo nenekku datang?"


"Jangan bilang nenek masih saja keukeuh(ngeyel) menjodohkan kamu sama cucu sahabatnya?" Nita menjawab dengan mata yang membunuh penuh pertanyaan.


"Aku belum tau pastinya tapi aku takut jika itu terjadi Nit, aku belum siap"


Nama Amara dipanggil untuk wawancara sebelum Nita menjawab.


Amara pun masuk, Nita dan Reza memberi semangat. Amara membalas dengan anggukan.


Tidak butuh waktu lama untuk wawancara. Mereka bertiga berjalan menuju taman kampus dekat parkiran.

__ADS_1


"Ara kamu baik-baik saja?" tanya Reza dan memegang bahu Amara.


"E-eh, iya Za baik kok"


"Udah ngga usah dipikirin Ara, siapa tahu nenek kamu hanya berkunjung tidak ada niata seperti dulu lagi." Nita


"Nenek kamu mau datang Ara?"Reza yang tadi belum tau pembicaraan antara Amara dan Nita. "Kapan datangnya?"


"Ia Za, sore ini" Amara menundukan kepala.


Setelah lama berbincang-bincang Amara pamit harus pulang terlebih dahulu. Sesampainya dirumah ternyata sudah menunggu Amara untuk menjemput nenek di Bandara. Karena dari rumah ke bandara membutuhkan waktu 3 jam perjalanan.


Amara bergegas untuk bersiap-siap dan pergi ke bandara bersama keluarganya. Sesampainya di bandara ternyata nenek dan kakek sudah tiba.


Amara langsung dipeluk oleh neneknya.


"Nenek rindu sekali, kenapa tidak berkunjung ke nenek setelah kelulusan?"


"Ibu kemarin sakit, jadi Amara tidak enak kalo meninggalkan ibu untuk berliburan nek" Amara membalas pelukan nenek.


"sudah ayo kita pulang dulu, kangen-kangenanya nanti saja di rumah". ucap ayah Amara.


Amara terdiam dan memperhatikan kegaduhan yang dibuat dua sejoli yang sedang melepas rindu di Bandara.


Nora sekali, ini kan bandara. kalo mau bermesraan nanti saja kalo sudah dirumah. membuat iri yang jomblo saja. Amara


"Amara!" Ayah memanggil Amara karena Amara yang masih fokus pada dua sejoli yang membutanya iri.


"iya ayah Amara dengar kok, tidak udah teriak-teriak nanti tenggorokan ayah sakit loh." hahaha Amara menjawab dan tertawa meledek ayahnya.


Sesampainya dirumah, semuanya berkumpul di ruang keluarga. Nenek menceritakan keadaanya saat tinggal di Luar Negeri menghendel pekerjaan salah satu cabang perusaan yang ada disana. ruang keluarga di penuhi dengan canda tawa mereka, melepas rindu yang sudah tertumpuk lama.


tiba - tiba keadaan hening, ketika nenek memulai pembicaraan dengan wajah yang serius.


"bersiap-siaplah kalian, sebentar lagi kita akan kerumah sahabat nenek untuk makan malam."


"bu, apa tidak besok saja? ibu juga baru sampai harus istrahat." Ibu Amara


"tidak perlu, tadi di pesawat pun aku sudah istirahat." nenek yang tetap ingin pergi kerumah sahabatnya melepas rindu. "ayo cepat bersiap-siap nanti telat!"


Tidak ada yang berani untuk membantah perkataan nenek, semuanya pergi ke kamar masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2