Cinta Dari Perjodohan

Cinta Dari Perjodohan
Bab 25 Kejutan kecupan.


__ADS_3

Arkana menarik tangan Amara, hingga Amara berdiri dari duduknya.


*Cup* Arkana mengecup dahi Amara. Lalu Arkana memegang bahu Amara, menggiring Amara untuk berdiri disampingnya.


“sudah paham apa hubunganku dengan Amara?” tanya Arkana.


Reza diam tidak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya. Reza tiba-tiba berdiri dan menarik tangan Amara. “apa yang kaka lakukan?”


Amara dan Nita hanya terdiam, mereka berdua pun terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Arkana.


Arkana menyunggingkan sudut bibirnya tersenyum sinis. “cih... Aku memiliki hubungan yang sangat sepesial dengan Amara, jadi mulai sekarang jangan terlalu dekat dengannya aku tidak suka.!”tegas Arkana.


Arkana kembali menarik Amara seraya berjalan pergi meninggalkan Reza dan Nita.


Reza bagaikan tersambar petir hatinya remuk mendengar pernytaan itu dan Amara pun tidak menyangkalnya.


Sedangkan Nita dia tidak begitu terkejut, hanya saja kagum atas ucapan Arkana yamg begitu keren.


Arkana dan Amara pergi meninggalkan Reza dan Nita. Didalam mobil mereka tidak ada yang mengeluarkan suara Amara masih canggung sedangkan Arkana pun merasa canggung sendiri dengan perbuatanya.


Sial, kenapa jadi canggung seperti ini. Arkana.


“kita langsung pulang atau kamu mau mampir dulu ke suatu tempat?” ucap Arkana mengusir kecanggungan di antara mereka.


“langsung pulang saja.” Amara menjawab tanpa memalingkan pandanganya dari luar jendela.


Arkana melajukan mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi, tapi tidak terlalu mengebut.


Tidak lama kemudian mereka sudah sampai dirumah Amara masuk terlebih dahulu kedalam rumah.


Amara langsung masuk kedalam kamarnya, sedangkan Arkana duduk di sofa ruang tamu.


Arkana mencoba memejamkan matanya untuk mengusir kata-kata yang ia ucapkan tadi didepan teman-teman Amara.


Arkana menggeleng-gelengkan kepalanya frustasi. “bodoh, bodoh, bodoh, kenapa aku harus berkata-kata begitu manis tadi dan kenapa juga aku merasa sangat marah jika Amara dekat dengan temannya.” *huuuuft* Arkana membuang nafas kesal.


*bruk* suara dari dalam kamar Amara.


“mas, mas Arkana tolong!”


Arkana bergegas berlari menghampiri Amara lalu membuka pintu kamar Amara hendak masuk kedalam, ternyata kamar Amara gelap gulita.

__ADS_1


“mas, mas Arkana apa itu kamu?”


“hemm__” tiba-tiba semua lampu mati. “ra, dimana kamu?” Arkana berjalan masuk kedalam.


*brug* mereka bertabrakan.


“mas Arkana?” meraba-raba.


Menyingkirkan tangan Amara dari wajahnya. “heemm__ kamu disini dulu, aku mau cari hp ku.”


“mas aku ikut, aku takut.” Amara melingkarkan tanganya ke lengan Arkana.


“hemm__”


Mereka berjalan perlahan mencari jalan keluar dan *bruk* mereka menabrak tembok dan terjatuh.


“aw__!” teriak Amara kesakitan.


“makannya kamu tunggu disini saja!” bentak Arkana. “apanya yang sakit?”


*clik* lampu semua menyala, Amara yang hanya menggunakan handuk langsung berteriak karena terkejut wajah Arkana yang terlalu dekat dengan wajahnya.


Amara sepontan menutupi bagian dadanya dengan kedua tangannya menyilang. “mas Arkana tutup mata!” teriak Amara.


Amara memundurkan kepalanya, tapi sayang sudah terpentok oleh dinding dibelakangnya.


Arkana tertawa terbahak-bahak lalu berdiri membalikan badanya membelakangi Amara. “ada apa dengan wajahmu, kamu pikir aku akan memakaimu?” berjalan kelur.


Sial, kenapa rasanya panas sekali. Gadis bodoh itu ternyata manis juga. Ah sial!!. Arkana.


Arkana masuk kedalam kamarnya lalu mandi untuk menghilangkan rasa panas dalam tubuhnya.


Setelah selesai mandi Arkana duduk ditepi tempat tidur.


“apa aku sudah menyukainya?__tidak mungkin!” ia menggerutu meyakinkan diri sendiri.


Arkana hendak tidur tapi rasanya tidak bisa karena terbayang-bayang wajah Amara yang sangat manis jika malu-malu.


Waktu sudah menunjukan pukul 11 malam tapi Arkana belum juga berhasil menenangkan pikiran dan memejamkan matanya.


*klutak* suara benda kayu beradu.

__ADS_1


“apa itu?”ucap Arkana seraya berjalan mencari sumber suara itu.


Arkana berjalan menuju dapur yang gelap, ternyata Amara sedang mengendap-ngedap mencari makanan.


“sedang apa kamu, dengan ruangan yang gelap?” ucap Arkana yang mengejutkan Amara.


“a, a, a, anu aku laper jadi aku cari makanan.”


“duduk sini, aku akan membuatkanmu makanan.” menarik kursi.


“benarkah?” matanya berbinar-binar.


“hemm__” langsung mengambil bahan-bahan untuk dimasak.


5menit makanan yang dibuat oleh Arkana sudah siap untuk disantap, Arkana menyajikan untuk Amara.


“mi instan?” ucap Amara.“kalo ini sih aku buat sendiri juga bisa.”


Menyodorkan mangkuk yang berisi mi instan. “sudah makan saja, jangan bawel.”


Amara mendengus kesal karena kecewa ternyata masakan Arkana tidak sesuai dengan expetasinya, Amara telah memikirkan makan malam yang romantis walau hanya dengan sayur osengan. Tapi ternyata malah dibuatkan mi instan.


Amara menyruput kuah mi *suruupp*


“enak, seperti mi instan rasanya.” Amara mengejek Arkana.


*tuk* Arkana menjentikan jarinya ke dahinya marena pujian yang tidak tepat sasaran.


“dasar gadis bodoh yang tidak tahu terimakasih!” ucapnya.


*hehehe*“terimakasih mas Arkana.” dengan muka yang dibuat-buat seimut dan semanis mungkin.


“hanya itu?”


“lalu apa lagi?” *aaam” dengan melahap mi yang ada dihadapanya.


“aku juga mau mi instannya.”


“ya udah nih.” berbicara dengan mulut yang penuh.”


*cup* Arkana mengecup bibir Amara.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2