Cinta Dari Perjodohan

Cinta Dari Perjodohan
Tentang Arkana


__ADS_3

Arkana Abimanyu Buana satu satunya cucu petinggi Perusahan-perusahaan besar di Negeri ini.


Dia orang yang low profil sekali, bahkan tidak ada yang berani membicarakan dia dibelakangnya. sampai saat ini beredar bahwa cucu orang terkaya di Negeri ini seorang yang tidak menyukiai wanita.


Dengan sikapnya selalu ingin membunuh hanya dengan tatapan matanya, acuh terhadap sekelilingna, yang dia pikirkan hanyalah bagaimana perusahan berjalan dengan lancar.


bahkan dia tidak pernah menegur dan menyapa karyawan karyawatinya.


Rumah nenek Beti


"Nek Arkana sudah punya calon istri sendiri!" menatap neneknya dengan penuh keyakinan bahwa dia tidak ingin dijodohkan, dan dia sudah mempunyai calon.


"Nenek hanya ingin yang terbaik untukmu!" nenek memalingkan muka, memberiisyarat bahwa patuhilah saja permintaanku.


"Tapi nek, Arkana bahkan belum kenal dia gadis seperti apa? baik tidaknya dia!"


"maka dari itu sekarang temui dia, nanti jam 3 di Caffe ZZ untuk mengenalnya!"


"aku tidak janji!" beranjak pergi.


"apa kamu ingin melihat nenek mati sia-sia?" dengan nada yang lembut dan mengancam. " kalo begitu pergilah!"


Langkah kaki Arkana terhentu seketika, dia yang tadinya penuh amarah yang berapi-api, seketika padam karena ucapan nenek dan melemas sekujur tubuhnya.


"baik nek Arkana akan menemui gadis itu, dan hentikan ancaman itu nek!" Arkana melanjutkan langkahnya.


"bersikap baiklah dengan Amara!" nenek Beti berteriak penuh semangat dan mengeluarkan garis lengkung dibibirnya.


Dicaffe.


"sudah lama?" lalu duduk di depan Amara "maaf telat, tadi macet."


Siapa dia? Amara.


"mas Arkana?" Amara dengan muka yang penuh tanda tanya. memepertanyakan siapa sosok didepannya yang tiba-tiba duduk tanpa permisi.


Masih ada orang yang tidak mengenalku, dan yang tidak mengenaliku wanita jauh dari kreteria idamanku! haha dia bercanda. Arkana


⠀


"tjich. Kamu tidak mengenaliku? tapi kamu mau bertemu denganku tanpa mengenali wajah yang akan kamu temui!" melipat kedua tangan didepan dadanya, dan menjawab seakan-akan semua orang harus mengenalnya.

__ADS_1


"saya sudah melihat foto anda, tapi saya tidak terlalu mengingatnya." menjawab dengan nada yang lemah lembut mempertahankan sopan santunya.


Memang kenapa kalo aku tidak kenal denganmu? dasar sombong. Amara


15 menit berlalu setelah percakapan singkat mereka hanya berdiam tidak ada yang bersuara lagi.


sekitar mereka menjadi ricuh, saat salah satu pelanggan mengenali Arkana. Semuanya kagum pada wajah Arkana yang seperti terpahat rapih oleh pemahat profesional.


hidung mancung, bibir atas yang tipis dan bawah yang sedikit bervolume, rambut hitam pekat, kaki yang jenjang, badan yang berisi, dan tinggi badan yang ideal. ditambah lagi dengan setelan jas navy yang membuat penampilan Arkana semakin sempurna dan indah untuk dinikmati mata.


"Apa saya boleh bertanya?"


"hemmm"


"Apa anda yakin dengan perjodohan ini? bisahkah anda bicara kepada nenek beti untuk membatalkannya ?" harap harap cemas.


"baiklah." Arkana yang sedang memejamkan matanya, membuka mata dan tersenyum tipis.


"Benarkah ?" senyum lebar


"Tentu, dan aku akan bilang kamu yang menolaknya."


"jangan! baiklah terserah Anda saja mau bagaimana."


Pesanan Amara datang, dia lupa tidak memesan apa pun untuk Arkana.


"Yahhh, kenapa minumanku diminum!" Amara berteriak karena minumanya diambil Arkana.


"Aku haus."


"Andakan bisa memesan sendiri!" Cemberut dengan tatapn yang tajam.


"kenapa kamu tidak memesankan apapun untuku!" menatap licik. "kalo begitu anggap saja ini imbalan untukku karena datang jauh-jauh menemuimu."


"Sial." Amara mengumpat dan hampir tidak bersuara


"apa katamu!"


"Tidak, silahkan diminum saja. kalo begitu saya permisi." Amara berdiri dari tempat duduknya.


"baiklah, kita pulang bersama. nenek memintamu untuk datang kerumah."

__ADS_1


tanpa penolakan dari Amara mereka akhirnya pulang bersama menggunakan mobil Arkana. Motor Amara ditinggal di parkiran Caffe tempat dia bekerja.


dalam perjalanan yang menempuh cukup banyak waktu mereka hanya berdiam tidak ada yang bicara.


Amara yang menatap keluar jendela melihat keramaian kota yang dipadati orang-orang lalu lalang setelah melakukan kegiatan mereka.


Ada yang pulang kerja, pulang sekolah, dan bahkan ada yang hanya berjalan-jalan saja.


mobil Arkana memecah keramaian dijalan raya, melaju dengan kecepatan sedang.


Amara yang merasa kelelahan setelah seharian bekerja tertidur.


Arkana yang melihatnya membiarkan Amara tertidur.


Rumah nenek Beti


"aku dimana ini?" mengingat-ingat tempat.


ah rumah nenek Beti. sial.Amara


"Kenapa dia tidak membangunkanku dan membiarkanku tidur didalam mobil!" Amara yang mengutuki diri sendiri, bergegas turun dari mobil dan masuk ke rumah nenek Beti.


Dalam rumah nenek Beti dan Arkana sedang duduk di sofa ruang tamu. mereka sedang berbincang-bincang.


"nenek." memenggil nenek dengan wajah khas bangun tidur dan malu-malu


"Amara, kesini dengan siapa ?" Nenek Beti yang tidak tahu bahwa Amara ikut pulang bersama Arkana.


"Sama Arkana nek, dia tidur dimobil sudah Arkana bangunin dia tidak bangun. jadi Arkana tinggal." dengan gaya santai.


"Maafkan Amara nek"


"Sini duduk nak." nenek Beti


Nenek Beti menanyakan pertemuan mereka. tapi hanya Amara yang menjawab Arkana hanya mengiyakan semua yang Amara beritahu ke Neneknya.


Nenek Beti pun menanyakan kesepakatan mereka tentang hari pernikahan yang bahkan belum dibicarakan oleh Arkana dan Amara.


"baik nek Arkana akan menikah dengan Amara." masih dengan gaya santainya.


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2