
Mobil Arakan berhenti tepat di depan kampus Gita, yang ternyata Amara pun kuliah di kampus yang sama dengan Gita.
“kita satu kamus?” Gita membalikan badannya ke arah Amara.
“terimakasih kaka.” ucap Amara tanpa menjawab pertanyaan Gita. Amara memalingkan mukanya tidak melihat Gita.
Amara turun dari mobil. Disana sudah disambut oleh kedua dahabatnya Nita dan Reza.
Arkana mengamati punggung Amara yang sedang berjalan menghampiri sahabatnya.
Reza? Kenapa dia kenal dengan Amara. Arkana.
Arkana mengaduh kesakitan dan mengusap-usap bahunya yang terasanyeri karena di pukul oleh Gita.
“sayang!” memajukan bibirnya bersikap manja. “lihat apa sih, sampai-sampai aku bicara tidak kamu hiraukan?”
“tidak, sudah sana nanti kamu telat.” membukakan seat belt milik Gita. “aku juga ada meeting pagi hari ini.”
“peluk.” Gita menjulurkan kedua tangannya.
“kamu tau kan aku tidak suka seperti itu?”
“hemm” menyilangkan tanganya di dada. “kapan kamu bisa romantis seperti yang lain?”
“sudah nanti kamu telat.” ucap Arkana.
“iya, iya.” bersiap-siap untuk turun dari mobil. “kamu ngga akan bukain pintunya?” tanya Gita.
Arkana hanya menatap tajam Gita, Gita paham betul dengan kekasihnya yang sangat menjaga namanya agar tidak diketahui publik, dan tidak romantis.
Gita membuka pintu mobil lalu turun, dia berdiri menunggu Arkana pergi dari halaman kampusnya.
Gita melambaikan tangannya saat Arkana menancap gas mobilnya membawa pergi dari halaman kampus.
Gita mengambil hp yang dari tadi bergetar dari dalam tasnya. Ada beberapa panggilan tak terjawab dan beberapa pesan.
Gita mengecek hpnya dengan berjalan menuju ruang kelasnya.
__ADS_1
***
“berangkat sama siapa tadi?” tanya Reza.
“hemm, nebeng sama cucunya temen nenek ku za.” Amara menjawab ragu-ragu dan melirik ke arah Nita.
Nita kaget dengan tatapan Amara, dan dia berasumsi sendiri mengartikan tatapan Amara pada dirinya.
Bahwa Amara telah menikah dengan laki-laki pilihan neneknya.
“udah yuk kita ke kantin, aku belum sarapan nih.” ucap Amara.
“utuh, utuh kaciannya cayangku ini belum calapan.” Nita mencubit gemas pipi Amara, karena senang dengan asumsinya tadi.
“ok, ayoo” jawab Reza.
Reza merasa ada yang di sembunyikan dari dirinya oleh kedua sahabatnya.
Amara dan Nita mengetahui bahwa Reza suka kepada Amara.
Tapi dulu saat Reza menyatakan Cintanya Amara menolaknya.
Mereka bertiga bejalan menuju kantin untuk sarapan, seperti biasa mereka selalu ada saja bahan cerita dan candaan yang untuk ditertawakan.
Sesampainya di kantin Amara melihat Gita sedang duduk dikelilingi tiga laki-laki, satu di anataranya sangat dekat dengan Gita.
Dekat sekali mereka? Apa mas Arkana tau? Tapi mungkin dia sahabatnya. Ah sudahlah bukan urusanku. Amara.
“woi, Amara Wijaya!” Nita menggebrak meja pelan.“mau makan sambil berdiri?”
“eh,eh, iyaa anu.”
“apa, apa anu apa?” ucap Nita sambil mengedarkan pandangannya ke arah yang tadi Amara lihat.
“ada apa Amara?” tanya Reza.
“kesambet kali ni bocah.” Nita memegang buku menu yang di kasih oleh pelayan kantin. “mau bakso tiga, minumnya es jeruk dua, air mineral satu.” ucap Nita kepada pelayan tadi, tanpa menanyakan terlebih dahulu kepada kedua sahabatnya Nita sudah tau kesukaan mereka.
__ADS_1
“kalian tau penyayi yang bernama Gita Salafina?” tanya Amara.
“pasti lah, dia kan sedang naik daun di industri musik sejak konsernya berhasil di luar negri satu tahun yang lalu.” jawab Nita.
“aku ngga tau tuh.” ucap Reza.
“ya, ya, ya diam saja Za, nikmati bakso mu itu!” jawab Nita, dan menyodorkan bakso yang baru saja datang.
“baik jangan kaget, jangan teriak, kita satu kampus dengan dia.” Ucap Amara.
“sumpah loh, ngga bohong, jangan bercanda deh Ra.” ucap Nita dengan nada bahagia, penasaran, dan tidak percaya dengn ucapan Amara.
“beneran!” Amara mencondongkan badanya ke arah meja.“ kamu lihat kursi yang di pojok depan dekat tiang itu dia yang duduk dengan tiga laki-laki.”
Nita dan Reza lalu mengedarkan pandangannya ke arah yang Amara tunjukan.
Nita hampir menjerit karena senang, lalu dengan cepat Amara membungkam mulut Nita dengan tanganya.
Dan Reza berexpresi biasa saja, karena dia tidak cukup memgenalnya.
Reza tipe orang yang tidak peduli dengn kehidupam orang lain. Apalagi artis.
Selesai makan mereka menuju aula kampus untuk mengikuti kegiatan MOS.
Nita dan Amara satu jurusan, Reza mengambil jurusan yang berbeda.
Setelah selesai kegiatan mereka pergi ke cafe, tempat favorite mereka bertiga berkumpul.
Tempatnya nyaman, dengan desain ruangan yang aesthetic sangat nyaman untuk berlama-lama di tempat itu.
Ruanganya di hiasi dengan berbagai tanaman hijau, lampu - lampu kunin, dan furniture kayu.
Membuat mereka merasa tenang menikmati suasana cafe saat penat dan lelah menyerbu badan mereka.
Mereka duduk di tempat yang selalu sama selama ini, anehnya setiap mereka ke cafe tempat itu selalu kosong, seperti sudah dikhususkan untuk mereka.
Amara pamit untuk pergi ke toliet, Amara berjalan menuju toilet, saat menuruni tangga karena cafe itu dua lantai, Amara berpapasan dengan Gita dengan laki-laki yang tadi di kantin bersamanya juga.
__ADS_1
Ada hubungan apa mereka? Amara.
Bersambung....