Cinta Dari Perjodohan

Cinta Dari Perjodohan
Bab 19


__ADS_3

Amara sudah kembali bergabung dengan sahabatnya, dia masih menatap heran ke arah Gita yang sedang bermanja-manja dengan laki-laki lain.


“ngeliatin apa si Ra serius banget?” Gita yang kepo mengedarkan pandangannya satu arah dengan pandangan Amara.


“isih, kepo banget.” Amara menangkup wajah Nita dengan telapak tangannya. “aku nebeng ya pulangnya Nita cantik.” Amara mengedip-kedipkan matanya sok imut.


“maaf, tidak bisa aku ada urusan.”ucap Nita.


“Reza kosong tuh.” Nita mengkat alisnya menunjuk Reza.


“tapi aku lagi bawa motor, kalo mau ayo.” ucap Reza yang sedang sibuk dengan leptopnya bermain game.


“aku pake rok, mana mungkin pake motor.” Amara memandang rok yang ia kenakan.


“lagian tumben banget pake rok, kesambet ya?” Nita menutup mulutnya dengan telapak tangan tertawa kecil.


“isihhhhh....” Amara mengepalkan tanganya ke arah Nita.


Aduh, aku lupa alamat rumah mas Arkana lagi. Sial! Aku juga belum punya nomer hpnya.Amara.


Amara tanpa sadar menggebrag meja, dia sadar dari lamunanya.


Nita dan Reza sudah menatap heran ke arah Amara.


Amara membalas tatapan kedua sahabatnya dengan senyum yang dibuat seimut mungkin.


Amara mengedarkan pandangannya ke arah meja tempat Gita dan laki-laki itu duduk.


Tapi Amara sudah tidak menemukannya.


Apa mereka sudah pergi? Amara.


Amara yang sibuk mencari-cari keberadaan Gita, dibuat kaget oleh Nita yang menyentil dahinya karena di panggil tidak menyaut juga.


“aw, sakit.” Amara mengusap-usap dahinya. “kenapa sih!” Amara lalu terdiam menyadari ada laki-laki tinggi, tampan, yang sangat-sangat sempurna di depannya.


“kak Arkana?” Tanya Reza tertegun karena kaget tiba-tiba kakanya ada di sana dan mengenali Amara.

__ADS_1


Reza adalah adik Arkana beda ibu. Ibu Arkana meninggal saat melahirkan Arkana, setelah Arkana umur 6 tahun Ayahnya menikah lagi.


Arkana memilih tinggal bersama dengan neneknya, Arkana tidak menyukai ibu tirinya.


Nenek Arkana juga tidak menyukai ibu tiri Arkana, tapi masih tetap menyayangi Reza.


Reza tidak tahu kalo Arkana menikah dengan Amara, karena saat acara berlangsung yang datang ke acara itu hanya Ayahnya saja.


“hemm...” Arkana berbalik memandang Amara. “ayo pulang!” Arkana meraih tangan Amara.


“apa-apaan sih mas!” Amara mengibaskan tangan Arkana.“aku bisa pulang sendiri.”


Nita yang biasanya heboh, dia hanya tertegun diam menikmati wajah Arkana yang terpahat sempurna.


“kak jangan keteraluan dengan wanita!” Reza berdiri melindungi Amara.


“minggir, bukan urusanmu.” ucap Arkana.


“jelas jadi urusanku, dia sahabatku, dan aku harus melindunginya.” gretak Reza.


“ck, hanya sahabat.” Arkana menggeser Reza, lalu meraih tangan Amara dan membawanya keluar cafe itu.


Arkana menyuruh masuk Amara ke dalam mobil. Amara menuruti ucapan Arkana, lalu masuk ke dalam mobil.


“mau dibawa kemana Amara?” ucap Reza dengan nafas terengah-engah.


“bukan urusanmu.” Arkana sandaran disisi mobil, menyilangkan kakinya.


“jangan macam-macam yah kak...”


Belum selesai Reza berbicara, ada wanita menghampiri Arkana, dan melingkarkan tangannya ke tangan Arkana.


“hai sayang, kok ada disini?.” tanya Gita.


“e, e, e, ada urusan.” melepaskan tangan Gita dari tangannya. “dengan siapa disini?” berbalik menghadap Gita dan menatapnya tajam.


“em, ee, e, emmm.... Kebetulan lewat sini, dan aku melihat ada kamu, ya sudah aku samperin kamu.”

__ADS_1


Dari dalam Cafe Radit mengamati gerak gerik Gita bersama Arkana, Radit tersenyum marah ke arah Gita.


Gadis nakal. RADIT.


“aku pulang dulu.” ucap Arkana.


“hati-hati dijalan sayang.” Gita melambaikan tangannya.


Nita dan Reza hanya memandangi Amara yang memberi isyarat untuk diam, dan tidak melakukan apa-apa lagi.


Setelah kepergian mereka, Nita mengajak Reza masuk kembali ke dalam cafe untuk mengambil barang-barang mereka.


Nita yang tadinya mau berkenalan dengan Gita mengehela nafas kecewa, karena Gita telah pergi entah kemana, sudah tidak terlihat oleh Nita.


Gita sudah terlebih dahulu meninggalkan tempat, dan berjalan menuju ke Radit yang tengah menunggunya.


Gita pindah Cafe setelah menyadari keberadaan Amara tadi di Cafe yang pertama.


***


Arkana dan Amara tiba di rumah.


Amara berjalan mengekori Arkana, dia ingin menanyakan kedatanganya yang tiba-tiba dilandasi atas dasar apa. Tetapi Amara tidak seberani itu untuk bertanya.


Arkana masuk ke kamarnya dan menutup pintu tepat saat Amara hendak mengikutinya masuk ke kamar Arkana.


“isih, untung aku cepat mundur.” ucap Amara dan mengeplkan tangannya kesal.


Amara pergi ke kamarnya, ia menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Amara merasa lelah setelah mengikuti MOS, dan berniat untuk tidur sebentar, sebelum mandi.


Tiba-tiba pintu kamar terbuka, ternyata Arkana yang masuk tanpa mengetuk pintu.


Amara kaget, langsung merubah posisinya menjadi duduk.


“ganti bajumu, aku tunggu di ruang tamu selama 5menit.” Ucap Arkana lalu menutup pintu, melangkahkan kakinya pergi ke ruang tamu.

__ADS_1


“ushhhhh... GILA itu orang kali ya, masuk ke kamar orang tidak ketuk pintu dulu!” mengacak-acak rambut dan berguling kesana kemari diatas kasur frustasi dengn tingkah laku Arkana.


Bersambung...


__ADS_2