Cinta Dari Perjodohan

Cinta Dari Perjodohan
Pesan.


__ADS_3

Arkana kembali ke kamar hotelnya, ya mereka tidak satu kamar. Karena perinsip Arkana yang kuat.


Arkana melepas sepatu dan jas yang ia kenakan, ia duduk di ujung tempat tidur, melonggarkan dasi dan kancing pada lengan, ia menggulung lengan bajunya, baru saja akan berdiri dan melangkahkan kaki menuju kamar mandi hpnya bunyi menandakan ada pesan.


Ia membuka hpnya terlebih dahulu sebelum melanjutkan langkahnya untuk mandi.


Ternyata pesan itu dari neneknya.


Nenek Beti : Temui Amara, dia sedang berlibur di kota yang sama denganmu.


“Aku tidak sedang berlibur nek, aku sedang melakukan pekerjaan”. Terkirim.


Nenek Beti : sudah selesaikan urusan pekerjaanya?


Arkana tidak membalas lagi pesan dari neneknya. Ia meninggakan hpnya lalu pergi ke kamar mandi.


Ia membuka sisa baju yang ada dibadanya, menyalakan shower airnya mengguyur seluruh badan Arkana, dari ujung kepala hingga ujung kaki.


Ternyata aku tidak salah lihat tadi saat di Mall. Memang benar dia, kenapa dia menggemaskan sekali saat senyum seperti itu.


“apa-apaan aku ini, kenapa memikirkan gadis bodoh seperti dia!”. menyadarkan dirinya sendiri, dan melanjutkan mandinya.


Selesai dengan urusan madinya, ia keluar dari kamar mandi masih menggunakan jubah mandinya.


Ia duduk di ujung tempat tidurnya, mengecek hpnya kembali, ada beberapa pesan, diantaranya ada pesan dari Gita kekasihnya, neneknya, dan sekertarisnya.


Arkana hanya membuka pesan dari Gita dan Sekertaris pribadinya.


Gita♥ : sayang aku lapar.


sekertaris : Teman kuliah nona Gita berada dihotel yang sama dengan anda tuan.


Arkana tidak membalas pesan dari Gita. Ia langsung melakukan pemesanan makanan untuknya dan untuk kekasihnya kamar sebelah.


dia hanya membalas pesan dari sekertarisnya.

__ADS_1


“baiklah, awasi dia.” Terkirim.


Selesai dengan urusan makanan ia merbahkan dirinya, sambil menunggu makanan datang ia ingin memejamkan matanya mengistirahatkan sebentar tubuh yang telah satu hari beraktivitas.


Tetapi lagi-lagi pesan beruntun masuk, mau tidak mau Arkana membuka hpnya, dilihat pesan itu dari sang nenek.


Nenek Beti : kabar baik. Amara menginap dihotel yang sama juga denganmu.


Nenek Beti : ajak dia jalan-jalan untuk lebih mengenal lagi.


Nenek Beti : jangan lupa, dia calon istrimu, perlakukan dia dengan baik!


“apa nenek memata-matai Arkana dan Amara?” Terkirim.


Nenek Beti : nenek hanya ingin yang terbaik.


“tapi nek Arkana sudah punya calon sendiri.” Terkirim.


Nenek Beti : Temui Amara sekarang juga kamar nomor ****.


Arkana tidak membalas lagi pesan dari nenek Beti. Ia membanting hp nya frustasi.


Mau tidak mau ia harus menuruti perkataan neneknya, menemui Amara.


“baiklah akan ku temui dia, dan bilang untuk jangan mengarapkan terlalu jauh tentang pernikahan ini!”


Ia menuju kopernya, mengambil pakaian yang akan ia kenakan.


Arkana menggunakan kemeja hitam, celana warna putih, dan menggunakan sepatu kets warna senada dengan celana yang ia kenakan. Lalu ia mengaitkan jam tangan ke tangan kiri, lalu merapikan rambutnya.


Ia sudah bersiap untuk berangkat menemui Amara, tiba-tiba bel bunyi.


Ia membukakan pintu kamarnya ternyata pesanan makananya datang, lalu ia menyuruh pelayan itu membawa masuk makanan yang ia pesan.


Arkana memakan sedikit dari makanan yang ia pesan, ia juga merasa lapar.

__ADS_1


Selesai makan ia berpikir untuk mengubungi Gita terlebih dahulu. agar dia tidak keluar dari kamar hotel saat dia pergi.


***


Hp Gita bergetar menadakan ada pesan masuk lalu Gita membukanya.


Arkana : Aku akan pergi ke perusahaan lagi ada urusan yang harus segera di selesaikan. Setelah makan sebaiknya kamu tidur.


“ok sayang, selamat malam.” Terkirim.


Sempurna, aku bisa pergi ke kamar Radit.


“sebaiknya aku mengubungi Radit.”


Gita mengirim pesan kepada Radit.


“aku akan ke kamarmu 15menit lagi.” Terkirim.


Gita tidak tahu bahwa selama ini ia di mata-matai. dia beranggapan Arkana mencintainya dan selalu percaya dengan apa yang dia katakan.


setelah selesai makan ia berganti pakaian bersiap pergi ke kamar Radit.


ia meninggalkan hp dikamranya, dan mematikan lampu kamarnya, agar Arkana tidak curiga jika ia menelponnya menggap dia sudah tidur.


Gita turun menuju kamar Radit, kamar Radit berada dibawah satu lantai dengan kamar Gita.


Gita membunyikan bel kamar Radit, tidak lama kemudian pintu terbuka, dan Gita masuk.


“aku merindukanmu.” melingkarkan tangannya ke pinggang Gita dan mengecup bibir Gita.


“aku pun sama.” Gita membalas kecupan dari Radit, dan melingkarkan tanganya ke leher Radit.“Aku merasa bosan dengan Arkana yang tak mau menyentuhku, tapi aku mencintainya.”


“aku akan menghilangkan kebosananmu.” menggiring Gita yang masih dalam pelukanya menuju tempat tidur. “dan setelah itu, aku akan menghukummu karena mencintai laki-laki seperti dia!” menyringai.


Gita hanya tersenyum dan mengikuti langkah Radit, yang menuntunya dalam pelukan.

__ADS_1


dan malam ini, milik mereka berdua.


Bersambung....


__ADS_2