Cinta Dari Perjodohan

Cinta Dari Perjodohan
Suasana Pantai


__ADS_3

Amara dan Nita sudah bersiap-siap untuk menikmati suasana sore hari yang insah di pantai. Hanya Reza yang belum menampakan batang hidungnya.


“jangan-jangan Reza belum bangun nih nit!”


“sana bangunin.” masih dengan urusan mencatok rambut.


“kamu aja sana, aku tidak ada tenaga buat bangunin dia.” membalikan badan, dan tersenyum agar Nita mau pergi ke kamar Reza.


“aku belum selesai dengan rambutku Amara!” sedikit meninggikan suaranya.


“ok ok aku akan ke kamar Reza.”


Akhirnya Amara yang keluar untuk membangunkan Reza.


Amara sudah berada di depan pintu kamar Reza, dan sudah beberapa kali menekan timbol bel tapi tidak ada tanda-tanda Reza membukakan pintu.


Amara mencoba mengetuk pintu dengan sekuat tenaga, Amara mulai khawatir terjadi apa-apa dengan Reza.


Amara kembali ke kamarnya.


“Nit, Nita kayanya terjadi sesuatu dengan Reza deh!” panik.


“ada apa denganya?” Nita tanpa sengaja menjatuhkan catokan rambut yang sedang ia pegang karena ikut panik.


“aku sudah menekan bal beberapa kali dan mencoba mengetuk pintunya tapi tidak ada jawaban.” menggit - gigit kuku jempolnya.


mereka berdua menuju ke kamar Reza, Nita mengetuk pintu dengan kuat dan Amara menekan tombol bel berulang kali tanpa jeda.


“apa-apaan sih kalian!” Reza membuka pintu dan masih menggunakan handuk jubah mandi.


Amara dan Nita memukuli Reza karena khawatiran mereka terhadap sahabatnya. diantara Amara dan Nita belum ada yang membuka jawaban atas pertanyaan Reza.


“kenapa sih kalian berdua, datang-datang main pukul aja kaya tukang tinju!” memegang tangan kedua sahabatnya.

__ADS_1


“aku tadi kesini sudah aku ketok-ketok pintunya kamu tidak keluar juga!” Amara mengeluarkan suara tangisan tanpa air mata.


“ya ampun, aku sedang mandi.” merasa gemas dengan tingkah kedua sahabatnya. “kamar mandinya kan kedap suara, jadi aku tidak mendengar bel apalagi cuma ketukan pintu.”


“aku kira kamu kenapa-napa tahu, sampai-sampai aku meninggalkan catokan rambutku.” tersadar dia belum selesai dengan urusan rambutnya. “ahhhhhhhh rambutku!” Nita lari kembali ke kamarnya.


Selesai dengan urusan diri masing-masing untuk persiapan ke pantai, akhirnya mereka keluar dan menikmati susana sore hari di pantai.


Amara dan Nita menggunakan dres panjang tanpa lengan, Amara menggunakan dres warna biru indah dikenakan menyatu dengan kulitnya yang berwarna kuning langsat, sedangkan Nita menggunakan dres warna coklat susu perpaduan yang pas dengan kulitnya yang putih bersih.mereka menggunakan topi pantai juga menambah gaya penampilan mereka.


dan Reza hanya menggunakan baju pantai dan celana pendek sama sekali tidak mengurangi ke tampanan Reza.


“untung kita masih bisa melihat matahari sore.” celetuk Nita.


“ia nih, hampir saja telat gara-gara Reza.” sahut Amara.


“kok aku?” menujuk diri sendiri.


“ kenapa kamu baru mandi jam segitu ?” tanya Nita.


“sudah, sudah nikmati saja suasananya kita datang untuk liburan bukan buat berantem.” Amara menengahi kedua sahabatnya.


Mereka menikmati susana sore hari, Nita dan Reza main air pantai, sedangkan Amara hanya menunggu mereka dikursi pantai sambil menikmati pemandangan.


sore hari banyak pengunjung yang berada dipantai, apa lagi kota ini adalah salah satu tempat terfavorit para wisatawan.


hari makin larut, mereka kembali ke kamar setelah menikmati makan di Court food pinggir pantai. sebenarnya Reza mengajak Amara dan Nita untuk bertemu dengan teman Reza yang tinggal di kota QQ. tapi Amara dan Nita menolak karena merasa lelah.


lalu Reza hanya mengantar ke dua sahabatnya memastikan aman sampai tujuan, Reza kembali ke kamarnya untuk berganti pakaian.


Tidak lama dari Amara dan Nita masuk ke kamar bel berbunyi mereka kira itu Reza.


“kenapa lagi Za?” Nita terkejut saat membukakan pintu.“ OMG Astaga!” berteriak dan memegang dadanya karena jantungnya debar-debar.

__ADS_1


“ada apa ?” Amara mengintip ke arah pintu.


Amara terkejut dengan apa yang dilihatnya, lalu ia langsung menghampiri Nita.


“kenapa mas Arkana bisa disini ?” tanya Amara.


“disuruh nenek.” menarik tangan Amara.


“tunggu.” mengibaskan tanganya yang tiba-tiba ditarik oleh Arkana. “mau kemana kita?” tanya Amara.


“ikut saja!”


“tunggu sebentar aku ganti baju dulu, diluar udaranya dingin.”


“hemm.”


“mau masuk dulu, atau tunggu diluar ?”


Arkana tidak menjawab pertanyaan Amara, dia langsung melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar Amara.


Nita hanya bengong melihat cucu orang terkaya di negara nya ada didepan dia sekarang. Nita membuntuti Amara yang akan berganti pakaian.


“jangan bilang orang itu yang akan menikah denganmu?” didepan pintu kamar mandi.


(btw, hotelnya tuh yang model ada ruang tamunya juga gitu lah pokoknya)


Amara membalas pertanyaan Nita dengan anggukan, dan sibuk mengganti baju.


“kamu mengajak dia tanpa sepengetahuan kita?” tanya Nita.


“kamu tidak lihat tadi aku terkejut sampai jantung ku mau copot ?” memalingkan badannya.“minggir aku mau lewat.”


Amara keluar setelah selesai berganti pakaian.

__ADS_1


Amara menggunakan kaos warna biru laut, celana jeans, dan sepatu terlihat sangat manis.


Bersambung.....


__ADS_2